Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Mahasiswa NU yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PTNU Nusantara Kota Tangerang menggalang dana untuk membantu korban banjir di daerah Jakarta dan sekitarnya.?

Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir

Kegiatan yang dilakukan pada Senin, (9/2) ini menerjunkan para mahasiswa di jalan-jalan untuk menampung dana dari para pengguna jalan untuk disalurkan kepada korban banjir di kawasan Kapuk Muara, Jakarta Utara, salah satu kawasan terparah banjir Jakarta.

“Alhamdulilah kami bisa memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah banjir setelah seharian kami melakukan penggalangan dana di jalanan di tengah guyuran hujan,” ujar Idrus Steven Maulana Yusuf, Presiden BEM PTNU Nusantara melalui rilis yang diterima Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dia mengatakan, bantuan dana ini berupa uang tunai,beras dan pakaian yang disumbangkan dari para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa PTNU Nusantara yang disalurkan melalui Posko Peduli Banjir di kawasan Jakarta Utara tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Idrus berpendapat, musibah bisa menimpa kepada siapa saja, tidak terkecuali warga Kapuk, karena itu setiap manusia memiliki kewajiban untuk saling menolong.

Siska Uliyana, Sekjen BEM PTNU menambahkan, bencana banjir yang menimpa warga Ibu Kota kali ini tentu menyisakan penderitaan dan kesedihan yang mendalam.

Akibat banjir itu, tambahnya, warga kehilangan ? harta benda mereka, karena itu sudah sepantasnya Mahasiswa PTNU Nusantara turun ke masyarakat untuk ? membantu warga yang sedang ? membutuhkan bantuan.?

“Sebab, bantuan ini sangat dibutuhkan oleh mereka dari aksi sosial kita bersama,” paparnya.

Anggota BEM PTNU lainnya, Maya Afandi mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga yang tertimpa musibah. “Semoga aksi ini dapat menumbuhkan kepedulian kita bersama dari seluruh lapisan masyarakat,” harapnya. (Red: Fathoni)?

?

Foto: Kondisi banjir di daerah Kapuk, Jakarta Utara (@BPBDJakarta).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, Sholawat, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 26 Februari 2018

Kenalkan Sekolah, MTs Nurul Huda Gelar Turnamen Futsal Tingkat MI

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal ?

Puluhan tim Turnamen Futsal tingkat MI/SD se-Kabupaten Sidoarjo bertanding memperebutkan juara satu, dua dan tiga pada ajang futsal yang diadakan oleh MTs Nurul Huda, Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo, di lapangan futsal sekolah setempat, Jumat (3/3).

Menurut Panitia Turnamen Futsal Fathur Rahman, turnamen ini sebagai ajang silaturahim serta mencari bibit unggul dari anak MI atau SD yang mempunyai kelebihan, baik bidang akademik maupun nonakademik yang nantinya akan dikirim ke Koni untuk mengikuti turnamen tingkat nasional.

Kenalkan Sekolah, MTs Nurul Huda Gelar Turnamen Futsal Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan Sekolah, MTs Nurul Huda Gelar Turnamen Futsal Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan Sekolah, MTs Nurul Huda Gelar Turnamen Futsal Tingkat MI

Turnamen Futsal itu rutin diadakan setiap dua tahun sekali untuk mendorong para pelajar khusunya di Kecamatan Sedati supaya masuk ke MTs Nurul Huda. Turnamen itu sendiri sudah ke empat kalinya diadakan.

"Tahun ini ada sekitar 32 tim futsal yang bertanding. Turnamen ini juga sebagai sarana untuk mengenalkan ke anak-anak tentang keberadaan sekolah MTs Nurul Huda," kata Fathur Rahman.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin mengapresisasi dengan adanya kegiatan tersebut. Pasalnya, turnamen ini bisa memotivasi anak-anak MI dan SD untuk senantiasa aktif daripada bermain dan membuang waktu secara sia-sia.

"Saya berpesan kepada seluruh peserta agar terus berjuang hingga berprestasi dan selalu menjunjung tinggi sportifitas. Sebab, anak yang senantiasa jujur, sportif akan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat," kata pria yang akrab disapa Cak Nur itu.

Turnamen futsal tingkat MI/SD se-Kabupaten Sidoarjo tahun 2017 ini dibuka Wakil Bupati Sidoarjo ditandai dengan tendangan bola ke gawang, dengan didampingi Kepala Kemenag Sidoarjo H Achmad Rofii, Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Mustain Baladan, Ketua LP Maarif Sidoarjo H Misbahudin. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta, Kajian, Sholawat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat

Bogor, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pemuda, sesungguhnya bukan sekadar bagian dari lapisan sosial dalam masyarakat, sebab mereka memainkan peranan penting dalam perubahan sosial. Jauh daripada itu, pemuda merupakan konsepsi yang menerobos definisi pelapisan sosial tersebut, terutama terkait konsepsi nilai-nilai.

Demikianlah salah satu poin penting yang mengemuka pada diskusi Mengokohkan Kemanusiaan Indonesia  yang Adil dan Beradab, di Kedai Aer Mantjoer, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/10).

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat

Pemuda harus dapat memberikan pemaknaan yang nyata dari nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keadaban dalam hidup berbangsa dan bernegara yang bermuara pada peningkatan kualitas kemanusiaan Indonesia yang Berketuhanan yang Maha Esa (Pancasilais).

Pemuda juga harus mampu meneguhkan nilai-nilai spiritualitas Nusantara sebagai nilai-nilai luhur bangsa serta rasa cinta tanah air dan kemanusiaan untuk saling berbagi serta sikap saling welas-asih; meningkatkan semangat nasionalisme atas asas kekeluargaan, kebudayaan, dan kebangsaan; serta menumbuhkembangkan kembali sikap menghargai kemajemukan serta menghindari setiap upaya pengingkaran terhadap pluralitas bangsa Indonesia yang setiap saat dapat saja muncul ke permukaan. 

Pada acara yang digelar dalam rangka Refleksi 89 Tahun Soempah Pemoeda , juga ditegaskan pemuda hendaknya dapat menghilangkan rasa prejudise atas barrier of psicology (batas psikologis/prasangka) terhadap sesama anak bangsa yang multi etnis, ras, suku, budaya, bahasa dan agama, terhadap sesama anak bangsa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pemuda atau generasi muda adalah konsep-konsep yang sering mewujud pada nilai-nilai herois-nasionalisme. Hal ini disebabkan keduanya bukanlah semata-mata istilah ilmiah, tetapi lebih merupakan pengertian ideologis dan kultural.

“Pemuda harapan bangsa,” “Pemuda pemilik masa depan bangsa,” dan sebagainya, betapa mensyaratkan nilai yang melekat pada kata “pemuda”. Pernyataan ini, dalam konteks Indonesia sebagai bangsa, menemukan jejaknya. Sebab, berbicara sosok pemuda memang identik dengan nilai-nilai dan peran kesejarahan yang selalu melekat padanya. Sosok pemuda selalu terkait dengan peran sosial-politik dan kebangsaan. Ini dapat dipahami mengingat hakikat perubahan sosial-politik yang selalu tercitrakan pada sosok pemuda. Citra pemuda Indonesia tidak lepas dari catatan sejarah yang telah diukirnya sendiri. 

Betapa peristiwa-peristiwa besar di negeri ini dilalui dan digerakkan oleh pemuda. Sejarah mencatat bahwa Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, merupakan rekayasa sosial-politik para pemuda Indonesia dalam menggerakkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia melawan penjajah kolonial. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tonggak penting itu direkatkan lagi oleh Ikrar/Sumpah Pemuda, yang menegaskan kesatuan niat, kebualatan tekad dan semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa nasional Indonesia, pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928. Lalu, semangat nasionalisme tersebut mengkristal dan menemukan momentumnya saat diproklamirkannya Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarano dan Hatta.   

Tidak mengherankan jika kemerdekaan Indonesia tak lepas dari gerakan “revolusi kaum muda.” Prestasi dan citra kaum muda Indonesia begitu menyejarah sepanjang berdirinya Republik Indonesia. Pergantian rezim ke rezim di Indonesia juga melibatkan pemuda. Sedemikian melekatnya nilai-nilai kepeloporan dan semangat kebangsaannya, tentu saja ini menjadi beban  sekaligus tanggungjawab moral sosial pemuda Indonesia ke depan.

Diskusi tersebut juga  merupakan agenda pre-launching buku  Indonesia Rumah Kita karya Abdul Ghopur & Rizky Afriono. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Nabi Muhammad, Al-Qur’an, dan Puasa Jadi Syafaat Umat Islam

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mustasyar PBNU KH.Syaroni Ahmadi mengawali pengajian bulan Ramadhan di Masjid Menara Kudus, Ahad Fajar (12/6) lalu. Pada hari kedua, Senin (13/6), kiai kharismatik ini melanjutkan mengkaji kitab Tafsir Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 122-125..

Nabi Muhammad, Al-Qur’an, dan Puasa Jadi Syafaat Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhammad, Al-Qur’an, dan Puasa Jadi Syafaat Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhammad, Al-Qur’an, dan Puasa Jadi Syafaat Umat Islam

Pada kesempatan itu, KH Syaroni menerangkan tentang syafaat bagi umat Islam. Diterangkan, pengertian syafaat adalan meminta pertolongan kebaikan kepada orang lain untuk orang lain pula.

?

"Memahami bab syafaat sangat rumit sekali sehingga perlu penjelasan yang luas.Kadang-kadang disebut syafaat itu ada, kadang-kadang pula tidak ada. Keterangannya sama-sama dari Al-Quran," kata kiai yang biasa disapa Mbah Syaroni dengan bahasa Jawa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Ia menjelaskan syafaat bagi umat Islam akan ada di dunia dan di akhirat nanti. Sementara bagi orang kafir, hanya didapat di dunia tetapi di akhirat tidak mendapatkannya.

?

"Ayat-ayat Al-Quran? yang menyebut tidak ada syafaat itu keterangan dikhususkan bagi orang kafir yang di akhirat tidak mendapatkannya.Bahkan di hari kiamat, orang kafir pada ngomong sambil menangis, misal dikembalikan lagi hidup di dunia mereka akan memilih menjadi Islam. Karena mereks melihat umat islam bisa saling memberi pertolongan," urai Mbah Syaroni.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Di antara yang bisa memberi syafaat orang Islam di hari kiamat nanti, lanjut mbah Syaroni, adalah Kanjeng Nabi, Al-Quran dan puasa. Diuraikan, Nabi Muhammad menjadi salah satu nabi yang memiliki doa mustajab yang akan digunakan untuk menolong memberikan syafaat secara merata bagi umatnya yang tidak musyrik pada hari akhir nanti.

?

"Semua umat Islam yang tidak musyrik akan menerima syafaat kanjeng Nabi. Karenanya, ulama sepuh dulu sering mengucapkan syi’iran ‘huwal habibul ladzi turja syafaatahu.. tujuannya untuk mengharap syafaatnya Nabi," imbuh Mbah Syaroni.

?

Dijelaskan pula, puasa dan Al-Quran akan menjelma menjadi makhluk besar gagah dan ganteng yang akan memberi syafaat kepada umat Islam. "Ketika mau memberi syafaat, kedua makhluk itu (jelmaan puasa dan Quran) meminta izin kepada Allah, dan Allah mengizini.

?

"Puasa dan Quran bilang Gusti orang ini selalu puasa menahan lapar, mengekang hawa nafsunya dan selalu membaca alquran tiap malam, bolehkah sya memberi syafaat orang ini? Allah menjawab ya silahkan," tutur mbah Syaroni seraya mengutip keterangan hadits Nabi.

?

Sementara? pada pengajian perdana, Ahad (12/6), mbah Syaroni mengingatkan kebahagiaan orang puasa. Dijelaskan, setiap orang puasa akan meraih kebahagiaan dalam berpuasa yakni waktu berbuka puasa dan saat bertemu rabbi-nya.

?

Pengajian Tafsir Al-Qur’an yang diasuh Mbah Syaroni berlangsung setiap hari selepas subuh selama bulan Ramadhan. Ribuan jamaah dari berbagai daerah Kudus dan sekitarnya memadati ruangan dan pelataran masjid Menara Kudus.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Sholawat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Setelah dilakukan tabulasi, telah terpilih anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) melalui proses pemilihan yang dilakukan oleh Muktamirin. Pjs Rais Aam KH Musthofa Bisri dan KH Hasyim Muzadi ternyata tidak termasuk dalam Sembilan nama tersebut.

Berikut daftar anggota Ahwa pilihan para Muktamirin, Rabu (5/8) di ruang sidang komplek alun-alun Jombang, Jawa Timur beserta perolehan suaranya.

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih

KH Makruf Amin Jakarta, (313 suara)

KH Nawawi Abdul Jalil Pasuruan Jatim (302)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

TGH Turmudzi Badruddin NTB (298)

KH Kholilul Rahman Martapura, Kalsel (273)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KH Dimyati Rais Jateng (236)

KH Ali Akbar Marbun Sumatra Utara (246)

KH Maemun Zubeir Jateng  (156)

KH Makhtum Hannan Jabar (142)

KH Mas Subadar Pasuruan Jatim (135)

Begitu ditetapkan nama-nama tersebut, mereka akan bersidang untuk memilih Rais Aam PBNU yang akan memimpin NU periode 2015-2020. Mereka mengadakan pemilihan rencananya pada pukul 08.00 WIB malam. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Seminggu Puasa, Nenek Sofiyah (67) Khatamkan Al-Quran Dua Kali

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Hari ke dua puasa Ramadlan, Sofiyah (67) ? nenek asal Desa Sumberkarang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto ini baru menapakkan kakinya di Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang. Kedatanggannya di Pesantren KH Romly Tamim ini untuk nyantri selama bulan puasa.?

Di Pesantren Rejoso ini, tradisi nyantri atau mondok selama bulan puasa bagi kaum lanjut usia (Lansia) memang sudah berlangsung puluhan tahun. Bahkan sudah menjadi tradisi turun temurun. ? Karena rata-rata yang nyantri adalah mereka pengikut Tarikat ? Qodiriyah wan Naqsabandiyah.

Seminggu Puasa, Nenek Sofiyah (67) Khatamkan Al-Quran Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Seminggu Puasa, Nenek Sofiyah (67) Khatamkan Al-Quran Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Seminggu Puasa, Nenek Sofiyah (67) Khatamkan Al-Quran Dua Kali

“ Alhamdulillah, kalau berada di pesantren ini, saya lebih bisa tekun ibadah, ? terutama saat bulan puasa ramadlan seperti sekarang,”tutur Sofiyah saat ditemui diserambi masjid Induk pesantren yang berdiri sejak 1885 tersebut.

Selama seminggu berada di pesantren, nenek Sofiyah yang telah memiliki enam cucu ini mengaku telah menyelesaikan membaca Al Quran dua kali khatam.

“Saya sudah tiga kali puasa nyantri di sini. Puasa tahun lalu, Alhamdulillah bisa mengkhatamkan Al Quran sebanyak lima kali. Sudah begitu, ibadah pendukung lainnya juga lebih fokus. Seperti zikir salat malam, hingga mengaji kitab,”imbuhnya wanita dengan lima anak ini menambahkan.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bersama nenek Sofiyah ada sebanyak 160 lansia yang mengikuti pesantren selama bulan puasa Ramadlan di Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang. Mereka biasanya diantar oleh anak atau keluarganya untuk mondok. ? Ketika puasa hendak berakhir, para santri lansia ini akan dijemput oleh keluarganya.?

Bagaimana dengan kebutuhan sehari hari ? karena sudah menjadi budaya di pesantren, untuk kebutuhan makan minum banyak warung yang menyajika makanan di sekitar pesantren.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengasuh Pesantren Darul Ulum, KH Cholil Dahlan, mengatakan ? tradisi nyantri atau mondok selama bulan puasa bagi kaum Lanjut Usia (Lansia) di pesantren Darul Ulum sudah berlangsung puluhan tahun. Bahkan sudah menjadi tradisi turun temurun. "Sudah sejak zaman kakek saya dulu. Karena memang kebanyakan dari mereka adalah jamaah Tarekat Qodiriyah Wan Naqsabandiyah yang berpusat di PPDU," ujar Kiai Cholil.

Pada Ramadlan kali ini terdapat 160 orang yang datang dari berbagai daerah. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan Ramadan tahun sebelumnya. Karena banyaknya para lansia, mereka di tempatkan di dua lokasi. “Pertama di masjid utama, kemudian kedua berada di asrama putri PPDU. Seluruh lansia itu selalu mengikuti kegiatan pengajian yang digelar di masjid induk,”jelasnya.

Selama berada di pesantren, ratusan lansia itu mendapatkan berbagai macam materi pelajaran. Mulai dari ibadah murni seperti salat, zakat, dan puasa, hingga menjalankan ibadah tambahan seperti zikir, kajian kitab, serta matri tentang akhlak.?

"Pada pagi hari para lansia mengaji selama dua jam setelah salat duha. Kemudian mengaji lagi secara jamaah setelah azar selama satu jam. Kedatangan para lansia ini ingin melakukan ribat atau ibadah selama 24 sehari selama bulan puasa," ujar Kiai Cholil sembari mengatakan bahwa para lansia itu tidak ditarik biaya selama berada di pesantren.(Muslim Abdurahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kesediaannya untuk hadir dan membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama Nahdlatul Ulama, yang diagendakan digelar September mendatang.

"Tadi saya sampaikan, yang dulu-dulu Munas Konbes NU yang hadir adalah Wakil Presiden. Tapi tadi saya juga menyampaikan kali ini jika berkenan Presiden yang hadir, dan Alhamdulillah beliau bersedia," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, usai bertemu dengan SBY di Istana Negara, Selasa kemarin (29/5).

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)
SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU

Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya, menemui SBY di Istana Negara dengan didampingi oleh Sekjen PBNU H. Marsudi Syuhud dan Ketua Panitia Munas dan Konbes Alim Ulama H. Dedi Wahidi. Mendampingi Presiden dalam kesempatan ini Mensesneg Sudi Silalahi, Menag Suryadharma Ali, dan Seskab Dipo Alam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Kiai Said menjelaskan, tema Munas kali ini yaitu Kembali ke Khittah Indonesia 1945: Meningkatkan Khidmah NU Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Di kesempatan yang sama PBNU juga menyampaikan akan digelarnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) NU di Pontianak pada tanggal 3 Juli mendatang yang rencananya akan dibuka Wakil Presiden RI ? Boediono.

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Sholawat, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock