Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Bangkalan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Warga NU Bangkalan mengisi peringatan Nuzulul Quran dengan istighotsah yang dipimpin Mustasyar NU Bangkalan KH Syarifuddin Damanhuri untuk perdamaian di jalur Gaza, Kamis (17/7). Difasilitasi PCNU Bangkalan, mereka melantunkan doa bersama yang dipandu Habib Sholeh Ali Smith dan Ketua PCNU KHR Fachrillah Ascahall di Masjid Agung Bangkalan.

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Ketua panitia, KH Makki Nasir menyatakan rasa syukur atas penyelanggaraan Nuzulul Quran pertama oleh PCNU Bangkalan. “Meski perdana, Alhamdulillah pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting hadir. Penyelenggaraan ini murni hasil swadaya murni warga NU sekabupaten Bangkalan.”

Sementara Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsyul Arifin yang hadir sebagai penyampai taushiyah membahas penekanan pengamalan Al-Qur’an dalam hidup keseharian. Segala aktivitas yang dilandasi nilai-nilai Al-Quran akan menghasilkan sebuah manfaat besar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Al-Quran harus membudaya dalam sikap keseharian di tengah lingkungan kita,” kata Kiai Abdullah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di akhir taushiyah, ia mengimbau warga NU tidak terprovokasi terkait pilpres. Menurutnya,  tugas warga NU sudah selesai dengan memilih Capres-Cawapres sesuai kecocokan hati masing-masing.

“Jangan beraksi dan bertindak terkait ajakan-ajakan sebagai akibat dari keputusan penetapan hasil Pilpres nanti,” tandas Kiai Abdullah. (Supandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, Ahlussunnah, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko

Rabat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Jumat (22/3) kemarin, rombongan delegasi PBNU yang di wakili oleh KH Musthafa Aqil (Katib Syuriyah PBNU), KH ? Zulfa Musthafa (Ketua LBM), KH Mahfudz ? Asirun dan ? Doktor H Nasrullah Jasam telah mengadakan pertemuan dengan jajaran petinggi kementrian wakaf ? di Rabat dan disambut baik oleh Dirjen Urusan Agama Islam Dr. Ahmed Kostas.

"Nahdlatul Ulama itu mempunyai paham kegamaan dengan kami, tentu kami ke depan akan lebih pererat lagi hubungan ini," ujar Dr. Ahmed Kostas.?

Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko

Pada hari yang sama kunjungan ini dilanjutkan ke majlis ‘ilmi al a’la Rabat (Badan Pemberdayaan keilmuan pusat ) dengan mendapatkan sambutan yang sangat baik oleh ? syeikh Dr M. Yesif selaku penasehat raja dan sekjen majlis ilmi al ala Maroko.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada kesempatan ini Yesif mengatakan, "Saya sangat bangga dengan prinsip NU yang mengedepankan tawassut , tawazun, tasamuh dan itidal, tentu ini sangat tepat kita terapkan dalam medakwahkan islam yang rahmatan lil alamin".?

"Beliau juga salut dengan peran NU yang jamaahnya mencapai 40 juta lebih, bahkan kalau ada waktu longgar ulama NU akan diajak jalan-jalan untuk diperkenalkan dengan seluruh ulama Maroko," kata Muanif Ridwan, ketua tanfidziyah PCINU Maroko.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

H Ali Syahbana, wakil ketua Tanfidziyah PCINU Maroko yang juga menjabat sebagai Badan Pengawas Organisasi (BPO) PPI Maroko mengatakan, sore harinya rombongan ini menghadiri acara Maulid Nabi biqiraati Maulid Dibai yang bertempat di di masjid Indonesia, Kenitra. ? Acara ini diadakan oleh PCI NU Maroko bekerja sama dengan KBRI Rabat dan al Majlis al Ilmi al Mahalli Kenitra.?

Turut hadir pula Duta Besar ? Republik Indonesia Untuk Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja beserta sekprinya, Pensosbud KBRI Rabat, Bpk. Suparman Hasibuan, para pengurus dan anggota PCINU Maroko dan juga sejumlah pengurus dan ? anggota PPI Maroko dan para mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Univ. Ibn. Thufail, Kenitra. .?

Dalam kesempatan ini juga rombongan menyempatkan diri untuk mengunjungi asrama mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Univ. Ibn. Thufail, Kenitra.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam?

Kontributor : Kusnadi El-Ghezwa*?

* Koordinator Departemen Media Informasi PPI Maroko dan Koordinator Lajnah Talif wa Nasyr PCINU Maroko.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Meme Islam, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Bahtsul Masail Nasional di Yogyakarta Dimulai

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pembahasan masalah-masalah kegamaan atau Bahtsul Masail Diniyah Nasional PBNU yang diselenggarakan di pesantren Sunan pandanaran, dimulai sejak Selasa (2/7) siang kemarin.

Bahtsul Masail Nasional di Yogyakarta Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Nasional di Yogyakarta Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Nasional di Yogyakarta Dimulai

“Saya pribadi senang berkenaan dengan pesantren sunan pandanaran dijadikan sebagai tempat bahsul masial. para ulama-ulama, kiai-kiai datang dari Indonesia berkenaan memberikan berkah pada pesantren kami,” kata KH. Mu’tashim Billah, pengasuh Pesantren Pandanaran.

Senada dengan KH. Mu’tashim Billah, KH Zulfa Mustafa, ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU juga mengungkapkan kegembiraannya atas terselenggaranya Bahtsul Masail di Pesantren Pandanaran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Jika Kiai Mu’tashim tadi mengatakan senang, LBM PBNU malah lebih bahagia lagi. Karena amanah PBNU bisa dilaksanakan di Pesantren Pandanaran ini,” ujar KH Zulfa Mustafa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain itu, KH Zulfa Mustafa juga menyinggung tentang bahsul masail sebagai ruhnya NU.  “Banyak kiai-kiai yang bilang, bahwa NU ya pesantren dan pesantren ya Bahsul Masail. Bisa dikatakan bahwa memang Bahsul Masail adalah ruhnya NU,” ungkanya dengan menggebu-nggebu.

Sementara itu, KH Ahmad Ishomudin, Rais Syuryiah PBNU, dalam sambutannya memaparkan tentang fungsi Bahsul Masail.

“Ada beberapa hal yang menjadi fungsi dari Bahtsul Masail. Pertama, fungsi ilmiah, karena tidak ada pendapat yang dikeluarkan tanpa lmu, tanpa landasan dan tanpa rujukan. Kedua, fungsi silaturrahmi, karena setiap bahsul masail itu bisa mengukuhkan kembali hubungan-hubungan yang sempat terputus. Ketiga, fungsi konsolidasi. Dan terakhir, menjelang pilpres 2014, Bahsul masail barangkali bisa berfungsi siasat,” Ujar KH Ishomudin panjang lebar.

Acara yang akan berlangsung selama dua hari tersebut, dihadiri oleh para kiai dari perwakilan seluruh Indonesia. Materi yang akan dibahas dalam acara tersebut, antara lain, tentang tindak pidana pencucian uang, outsourcing dalam perspektif Islam, mekanisme fiqhiy biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), dan badal thawaf ifadhah. 

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Jeddah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Syekh Saad al-Hijri, anggota komite yurisprudensi Provinsi Asir, Arab Saudi, membuat geger warga di negara setempat usai mengatakan bahwa perempuan tak semestinya mengemudikan kendaraan karena tidak ada dalil agama yang mendukung tentang itu.

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Lebih lanjut al-Hijri mengatakan, perempuan hanya memiliki seperempat akal sehingga ia tak bisa membuat keputusan saat berada di balik kemudi.

Al-Hijri melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah ceramah di depan khalayak di kota Khamis Mushait barat daya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (22/9).

Ceramah al-Hijri pun mengundang kemarahan dari para pengguna media sosial di Arab Saudi. Mereka ramai-ramai menuntut agar pemerintah melarangnya berceramah dan menerbitkan fatwa. Reaksi ini direspon oleh Gubernur Asir Pangeran Faisal bin Khalid bin Abdulaziz dengan mencekal al-Hijri dari aktivitas ceramah.

Juru bicara gubernur Asir, Saad bin Abdullah al-Thabet, dalam sebuah siaran pers mengatakan, Pangeran Faisal telah mengeluarkan perintah untuk merespon pernyataan al-Hijri yang membuat gempar jagat media sosial dan mengecewakan banyak orang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Thabet menambahkan, pembebas-tugasan al-Hijri dari kegiatan berceramah merupakan langkah yang bertujuan untuk membatasi pemanfaatan mimbar keagamaan sebagai ajang produksi statemen kontroversial dan merendahkan orang.

Ia bahkan mengingatkan, keputusan serupa akan diambil terhadap siapa pun yang mencoba memanfaatkan mimbar agama untuk menyuarakan pendapat yang merendahkan orang. (Red: Mahbib)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Kajian Islam, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Pamekasan. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho berkunjung ke kantor PCNU setempat di Jalan R Abdul Aziz, Selasa (22/11). Kehadirannya disambut langsung oleh Ketua PCNU KH Taufiq Hasyim beserta pengurus teras PCNU.

"Kami berkunjung ke PCNU Pamekasan guna menguatkan tali silaturahmi. Alhamdulillah kehadiran kami disambut dengan hangat dan penuh keakraban," terang Kapolres AKBP Nowo.

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Menurutnya, NU merupakan organisasi terbesar di dunia yang menjunjung tinggi nilai keagamaan dan kebangsaan. Kesetiaannya pada NKRI tidak diragukan lagi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selain bermaksud silaturahmi, kami juga sepakat untuk menjalin kesepakatan atau kerja sama secara kelembagaan," terang AKBP Nowo.

Kiai Taufiq Hasyim membenarkan bahwa pertemuan kedua pihak menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya, berupa kerja sama tentang penyikapan atas hate speech atau ujaran kebencian.

"Insya Allah, Kamis lusa (24/11) pukul 09:00 WIB kami akan menandatangani kerja sama ini di Mapolres tentang hate speech," tetang Kiai Taufiq. (Khairul Anam/Alhafiz K)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Meme Islam, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Angin puting beliung yang meluluh-lantakkan puluhan rumah di Kecamatan Mumbulsari, Jember, Jawa Timur,? masih menyisakan duka bagi korban ataupun warga yang kehilangan tempat tinggal.? Raut muka yang sedih sekaligus kepasrahan jiwa? mereka tampak ketika rombongan PCNU Jember mengunjungi Desa Karangkedawung dan Desa Lampeji untuk memberikan bantuan, Ahad (15/1).

Dua desa tersebut adalah yang paling parah terpapar angin puting beliung. Bu Jasmi adalah salah satu warga Desa Karangkedawung yang rumahnya rata dengan tanah. Selain kehilangan rumah, janda tersebut juga nyaris kehilangan nyawanya kalau saja tak segera keluar rumah ketika angin berputar itu datang.

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung

“Meski cedera sedikit di bahu, alhamdulillah saya masih diberi keselamatan. Dan saya juga ucapkan terima kasih kepada NU Jember atas bantuannya? kepada saya,” ucapnya dalam bahasa Madura saat menerima bantuan yang diserahkan oleh Ketua PCNU Jember KH Abdulah Syamsul Arifin.

Dahsyatnya amukan puting beliung tersebut juga diungkapkan Kiai Baidlowi. Ketua Pengurus Ranting NU Desa Lampeji ini mengisahkan kronologi terjadinya bencana alam itu. Dikatakannya, saat dirinya dan warga lainnya tak begitu lama istirahat setelah jumatan, datanglah angin yang disertai hujan dengan suara menderu. Sejurus kemudian rumah-rumah pun roboh dan banyak pepohonan tumbang. Rumah Kiai Baidlowi sendiri dan mushala di sebelahnya tertimpa pohon sengon besar hingga menghancurkan atapnya. “Sangat mengerikan. Suara angin menderu begitu rupa,” ucanya di hadapan rombongan PCNU Jember seraya mengucapkan terima kasih.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Gus A’ab, sapaan akrab KH Abdullah Syamsul Arifin, menyatakan bahwa? bantuan tersebut sebagai bentuk perhatiannya terhadap warga yang menjadi korban angin puting beliung, apalagi mereka adalah warga NU. Menurutnya, datangnya bencana alam harus dilihat sebagai peringatan agar manusia semakin takut kepada Allah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Semua ada hikmahnya. Kami berharap agar warga bersabar dan mengambil? hikmah? dari bencana alam yang terjadi,” tukasnya singkat saat menyerahkan bantuan yang berupa sembako dan uang.

Selain rombongan PCNU, di lokasi bencana ternyata juga hadir sejumlah anggota Bagana (Banser Tanggap Bencana) yang sudah beberapa hari berjibaku memperbaiki rumah warga. Mereka dipimpin Sekretaris dan penasehat GP Ansor Jember, Kholidi Zaini dan H. Miftahul Ulum. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, AlaSantri, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Mengamputasi Kebijakan 5 Hari Sekolah (1)

Oleh Suwendi

Senin 17 Juli 2017 besok merupakan hari pertama masuk sekolah di seluruh peloksok negeri ini. Seluruh siswa baik pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar maupun pendidikan menengah kembali masuk sekolah untuk menimba ilmu pengetahuan. Tak terkecuali siswa lama, siswa baru pun pada masing-masing jenjang mulai beraktivitas belajar. Tetapi, di sebagian daerah akan diperoleh pengalaman yang berbeda, terutama pada beberapa daerah yang akan menerapkan kebijakan 5HS (Lima Hari Sekolah) pada layanan pendidikan sekolah (SD/SMP dan SMA/SMK), atas dasar Permendikbud 23/2017 tentang Hari Sekolah. Permendikbud ini berisi tentang penyelenggaraan 5HS, yakni sekolah selama 8 (delapan) sehari selama 5 (lima) hari dalam sepekan sehingga setidaknya 40 (empat puluh) jam aktivitas belajar di sekolah melalui kegiatan intra-kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler. Konon, Permendikbud ini didasarkan atas kepentingan untuk peningkatan pendidikan karakter siswa, di samping untuk memenuhi beban kerja guru.

Mengamputasi Kebijakan 5 Hari Sekolah (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengamputasi Kebijakan 5 Hari Sekolah (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengamputasi Kebijakan 5 Hari Sekolah (1)

Permendikbud 23/2017 ini telah menghabiskan energi seluruh komponen anak bangsa, mulai praktisi, pengamat, ulama, pimpinan ormas hingga pengambil kebijakan pendidikan di negeri ini. Pro dan kontra di mana-mana. Hingga, tak tanggung-tanggung, Presiden RI pun telah turut serta mengambil bagian dari kebijakan ini. Permendikbud yang kurang aspiratif ini, baik pada proses penyusunan yang tidak banyak melibatkan Kementerian/Lembaga lain, lebih-lebih unsur masyarakat pendidikan keagamaan, maupun tidak dipedulikannya penolakan dari berbagai ormas dan lembaga, tampaknya akan “kekeh” dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun ajaran baru 2017 ini. Tentu, ini merupakan sebuah kebijakan yang sama sekali tidak mencerminkan aspirasi banyak pihak. Sangat dipaksakan.

Jika pada pekan akhir Ramadan lalu, Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin yang didampingi Mendikbud, Muhadjir Effendy, di Istana Negara menyatakan bahwa akan dilakukan penataan regulasi atas Permendikbud ini dengan Peraturan Presiden, maka tampaknya itu tidak menyurutkan pemberlakuan kebijakan 5HS ini. Secara regulatif, Permendikbud 23/2017 tetap berlaku, sebab belum pernah ada pembatalan secara yuridis baik, misalnya, dengan adanya Permendikbud baru maupun Peraturan Presiden atau Keputusan lainnya yang menganulir Permendikbud 23/2017 tersebut. Pada posisi ini, tampaknya Mendikbud Muhadjir Effendy bersikeras dan belum ada tanda-tanda atau niatan untuk menerbitkan Permendikbud baru yang membatalkan Permendikbud 23/2017 ini, meski penolakan dari berbagai daerah, ormas, lembaga telah muncul di mana-mana. Sebagaimana diberitakan oleh beberapa media (semarak.news.com), hingga momentum silaturahmi di pondok pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang (27/6), Mendikbud ditengarai mengajak pimpinan pesantren dan lembaga pendi

dikan untuk mendukung kebijakan Permendikbud 23/2017 ini. Tetapi, pengasuh pesantren Denanyar KH Abdul Salam Shohib pun menolak kebijakan itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berbagai pertimbangan atas penolakan Permendibud 23/2017 telah disampaikan dengan berbagai argumen dan alasan dari hal yang sangat fundamental hingga teknis-operasional. Tidak hanya faktor filosofi pendidikan dan kebijakan, tetapi juga pertimbangan faktor riil di lapangan dari berbagai daerah yang sangat tidak memungkinkannya penerapan kebijakan ini pun, telah disampaikan oleh khalayak. Sesungguhnya, penolakan ini bukan disebabkan karena Mendikbud Muhadjir Effendi itu merupakan kader Muhammadiyah sehingga NU atau ormas lainnya perlu menolak kebijakan ini. Sama sekali tidak. Akan tetapi, penolakan ini didasarkan atas implikasi kebijakan yang berdampak sangat luas bagi anak bangsa di negeri yang kita cintai ini, yang semestinya harus menjadi pertimbangan prinsip.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Gesekan waktu belajar siswa antara untuk sekolah dan layanan pendidikan keagamaan pun telah disampaikan secara terbuka, lengkap dengan data-data yang valid dan akurat. Penulis sendiri telah menyajikan sejumlah tulisan terkait ini, lengkap dengan data-datanya. Berdasarkan data EMIS Kementerian Agama RI, setidaknya ada 17.006.288 santri pada pendidikan keagamaan Islam yang akan terganggu dengan kebijakan Permendikbud ini. Mereka terdiri atas 3.649.396 santri pondok pesantren yang mengaji kitab kuning merangkap sebagai siswa pada sekolah (SD/SMP/SMA/SMK) dan madrasah (MI/MTs/MA); 6.000.062 santri pada Madrasah Diniyah Takmiliyah baik tingkat ula, wustha maupun ulya; dan 7.356.830 santri pada pendidikan Al-Quran (TKA, TPA, dan TQA). Pada aspek lembaga pendidikan keagamaan Islam, setidaknya ada 225.719 lembaga yang terkena imbas, yang terdiri atas 14.293 pondok pesantren yang menyelenggarakan kajian kitab kuning sekaligus melakukan layanan pendidikan sekolah (SD/SMP/SMA/SMK) dan madrasah (MI/MTs/MA); 76.566 Madras

ah Diniyah Takmiliyah baik tingkat ula, wustha maupun ulya; dan 134.860 pendidikan Al-Quran yang terdiri atas TKA (Taman Kanak-kanak Al Quran), TPA (Taman Pendidikan Al-Quran), dan TQA (Ta’limul Quran lil Awlad). Pada aspek pendidik pada layanan pendidikan keagamaan Islam setidaknya ada 1.386.426 orang, yang terdiri atas 322.328 pendidik pada pondok pesantren, 443.842 pendidik pada Madrasah Diniyah Takmiliyah baik tingkat ula, wustha maupun ulya; dan 620.256 pendidik pada pendidikan Al Quran yang terdiri atas TKA, TPA, dan TQA (Ta’limul Quran lil Awlad).

Demikian juga, kebijakan Permendikbud itu sangat mengganggu atas penyelenggaraan pendidikan umum berciri khas Islam, yakni Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Setidaknya terdapat 77.336 lembaga madrasah (RA: 27.999, MI: 24.560, MTs: 16.934 dan MA: 7.843), 820.839 guru madrasah (RA: 48.596, MI: 269.460, MTs: 265.784, MA: 236.999), dan 9.252.437 siswa madrasah (RA: 1.231.101, MI: 3.565.875, MTs: 3.160.685, dan MA: 1.294.776). Semua itu akan terkena dampak kontraproduktif atas kebijakan Permendikbud 23/2017. Kini dalam durasi 6 (enam) hari belajar dalam satu minggu, dengan menggunakan kurikulum 2013 siswa MI kelas 5-6 belajarnya hingga pukul 13.00; siswa MTs belajar hingga pukul 14.30; dan siswa MA belajar hingga pukul 17.00. Bahkan, siswa MA dengan peminatan keagamaan berada di madrasah hingga pukul 18.00-19.00. Pendidikan umum berciri khas Islam (RA, MI, MTs, MA) ini di samping menyelesaikan beban kurikulum mata-mata pelajaran pendidikan umum seb

agaimana sekolah, juga mengajarkan 5 (lima) mata pelajaran agama sebagai pengembangan ciri khas agama Islam, yakni Alquran-Hadits, Akidah-Akhlak, Fiqh, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab. Jika layanan pendidikan madrasah ini diwajibkan dengan mengikuti kebijakan Permendikbud 23/2017, maka siswa yang mengikuti pendidikan madrasah ini akan semakin larut dan sama sekali tidak akan efektif.

Sebenarnya, menurut hemat penulis, ketidaksetujuan atas Permendikbud itu sama sekali bukan terkait dengan gagasan besar penguatan pendidikan karakter. Semua masyarakat menyetujui pendidikan karakter itu. Akan tetapi, masyarakat menolak atas kebijakan 5HS, karena itu bersinggungan dengan layanan pendidikan lain serta berbagai pertimbangan lainnya. Oleh karenanya, kebijakan 5HS itu tidak identik dengan isu Pendidikan Karakter; dan pendidikan karakter tidak mesti harus diselenggarakan dengan kebijakan 5HS. Menolak kebijakan 5HS bukan berarti menolak kebijakan pendidikan karakter. Demikian juga, menerima kebijakan pendidikan karakter bukan berarti menerima kebijakan 5HS. (bersambung…)

*) Pengurus Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock