Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?



Yth Presiden RI, Bapak Ir. H. Joko Widodo

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017



Yth Para Pimpinan Lembaga Tinggi Negara

Yth Para Menteri Kabinet Kerja

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Yth Bapak Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi

Yth Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, baik jajaran mustasyar, syuriah, tanfidziyah, a’wan, lembaga, dan banom.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadirin-hadirat yang dirahmati Allah.

Syukur Alhamdulillah pada hari ini kita dapat berkumpul untuk menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama2017 yaitu pertemuan minimal dua kali diantara dua muktamar untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah ditetapkan dalam muktamar yang lalu dan menyiapkan pelaksanaan program hingga muktamar mendatang, serta merespon permasalahan aktual yang terjadi pada saat ini. 

Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Presiden yang telah berkenan hadir dan membuka secara resmi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama tahun 2017. Hal itu menunjukkan perhatian besar Bapak Presiden kepada Nahdlatul Ulama. 

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi terbesar di Indonesia mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengawal negara dan bangsa dari berbagai ancaman. Tanggung jawab tersebut harus diemban dengan penuh kesadaran oleh semua pengurus NU di setiap tingkatan dan mengajak warga Nahdliyin untuk dengan penuh keikhlasan mengemban tanggung jawab tersebut.

Melalui mars Syubbanul Wathan yang terus-menerus dikumandangkan di lingkungan NU antara lain menyatakan “Siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu” karena akan berhadapan dengan santri-santri NU. Kalau pada masa yang lalu NU telah berusaha menjaga dan mengawal negara melalui fatwa jihad yang dikeluarkan oleh Rais Akbar PBNU Hadratussyekh Hasyim Asyari yang menyatakan bahwa hukum memerangi kaum penjajah adalah wajib yang kemudian dijadikan Resolusi Jihad oleh PBNU sehingga mendorong masyarakat terutama para santri untuk melawan Belanda sehingga terjadi perang 10 November dan dinyatakan sebagai hari pahlawan. Alhamdulillah tanggal 22 Oktober lahirnya Resolusi Jihad akhirnya juga dinyatakan sebagai Hari Santri Nasional oleh Bapak Presiden Ir. Joko Widodo pada tahun 2015 walaupun sesudah 70 tahun dari peristiwa terjadinya Resolusi Jihad. Untuk itu, kepada presiden RI Joko Widodo kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya.

Salah satu ancaman yang kita hadapi sekarang ini menurut kami adalah radikalisme dan intoleran. Radikalisme adalah kelompok yang ingin mengganti Pancasila dan UUD 1945 dengan dasar yang lain. Sedangkan kelompok intoleran adalah kelompok yg dapat merusak keutuhan bangsa.

Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama ini akan membahas upaya-upaya yang sistematis dan terencana dalam menanggulangi bahaya radikalisme dan intoleransi tersebut, yang kemudian dirumuskan menjadi program kerja NU dan rekomendasi Munas/Konbes.

Nahdlatul Ulama tetap istiqamah dalam posisi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar tahun 1945 dari setiap upaya pembelokan arah oleh kelompok-kelompok radikalis agama ataupun sekuler, ekstrimis kanan ataupun kiri, kelompok separatis dan teroris, serta kelompok intoleran. Bagi NU Pancasila dan NKRI sudah final.

Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati,

Tantangan berikutnya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara adalah terkait ekonomi yang berkeadilan. Saat ini, kesenjangan ekonomi di negeri ini sudah sangat terasakan. Bagian terbesar asset ekonomi di negeri ini dikuasai oleh segelintir orang. Sedangkan bagian terbesar masyarakat memperebutkan “remah-remah” sisanya. Hal ini bisa menjadi bom waktu dan bisa memantik terjadinya konflik horizontal yang laten. Oleh karena itu, perlu ada upaya sungguh-sungguh yang terencana untuk mengikis kesenjangan tersebut.

Kami mengapresiasi Bapak Presiden yang telah memerintahkan kepada jajarannya untuk mengambil langkah dan upaya guna mengikis kesenjangan tersebut. Paradigma baru dalam kebijakan ekonomi yang lebih memprioritaskan pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah harus terus didorong dan diformalkan menjadi program utama pemerintah. Ide Presiden memberlakukan kebijakan redistribusi aset dan kemitraan antara usaha kecil-menengah dengan pengusaha besar merupakan terobosan yang perlu diformalkan menjadi kebijakan negara.

Nahdlatul Ulama mendukung upaya yang telah dilakukan presiden tersebut. Sebagai ormas yang besar, NU berkepentingan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah. Karena sebagian besar warga Nahdliyin adalah masyarakat kecil dan menengah tersebut.

Munas Alim Ulama ini akan menjadikan masalah tersebut sebagai salah satu materi pembahasan. Regulasi yang menyebabkan terbukanya peluang kepemilikan asset secara berlebihan akan dikaji secara kritis dan akan dibuat rekomendasi adanya regulasi baru yang memperkuat kebijakan redistribusi aset. 

Munas juga akan merumuskan dari perspektif ajaran agama, bagaimana distribusi aset dilakukan, sejauh mana negara berkewajiban mengatur terkait dengan penguasaan asset dan tanah yang berkeadilan, sehingga tidak terjadi adanya penguasaan asset dan tanah yang berlebihan oleh sekelompok orang, padahal di sisi lain banyak masyarakat yang tidak memilikinya. Munas akan merumuskan upaya apa saja yang akan dilakukan oleh NU terkait dengan masalah ini.





Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati,

Munas dan Konbes juga akan membahas tentang penguatan organisasi NU, agar secara jam’iyah dapat menjalankan tugas-tugas besar terkait kebangsaan dan keumatan. Revitalisasi, konsolidasi, dan fungsionalisasi (REKONFU) setiap potensi yang dimiliki oleh jam’iyah merupakan upaya yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga NU sebagai ormas yang besar bisa memberikan sumbangsih yang besar pula kepada bangsa dan negara. Terlebih NU sebagai jam’iyah saat ini berada pada penghujung 100 tahun pertama dan akan memasuki 100 tahun kedua. Dalam sebuah hadis disebutkan:

« ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? »





“Sesungguhnya Allah mengutus kepada umat ini setiap ujung seratus tahun orang yang memperbarui agama mereka.”

Dalam berjam’iyah, hadis tersebut dapat ditangkap semangat dan konteksnya. Di setiap seratus tahun akan ada orang yang melakukan gerakan pembaruan (harakah tajdidiyah). Nahdlatul Ulama saat ini berada pada penghujung usia seratus tahun, dan setelah itu akan memasuki babak baru fase seratus tahun kedua. Karena itu, kita para pengurus NU di setiap tingkatan harus siap bekerja lebih keras untuk menguatkan jam’iyah kita ini. Kita perbarui semangat kita untuk tetap mengusung cara berfikir dan beragama ala NU (fikrah nahdliyah). Kita perbarui semangat gerakan ke-NU-an (harakah nahdliyyah) di setiap tingkatan organisasi. Kita siapkan runway yang kuat, sehingga diharapkan di awal 100 tahun kedua, Nahdlatul Ulama sudah bisa take off dan tinggal landas secara mulus dan tanpa hambatan berarti.

Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati

Demikianlah kiranya sambutan saya, mudah-mudahan ada manfaatnya dan dapat dijabarkan melalui persidangan Munas dan Konbes NU ini. Kami berdoa semoga permusyawaratan ini diridhai  oleh Allah SWT dan dapat merumuskan hasil-hasil yang baik. 

Selanjutnya, mohon berkenan Bapak Presiden memberikan sambutannya, dan dilanjutkan membuka secara resmi Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar NU tahun 20017.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq  

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Mataram, November 2017

Rais ‘Aam,





Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Tegal, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Rais Aam: Jangan Cederai Karakter Islam dengan Egosentrisme

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Rais Aam PBNU KH Maruf Amin mengungkapkan, Islam di Indonesia harus menjadi tenda besar bagi segenap lapisan masyarakat yang beraneka ragam budaya. Karakter Islam adalah mengayomi dan menjadi tempat berteduh bagi siapa pun dengan latar belakang etnis dan suku apa pun. Sebagai agama dengan pemeluk mayoritas di negeri ini, umat Islam tak perlu mencederai lebel tersebut dengan mengedepankan sifat ananiyah (egosentrisme, keakuan). Sebab, hal itu bisa mengusik kenyamanan dan ketenangan penganut agama lain, selain berpotensi mengacaukan internal umat Islam.

"Bahaya kalau sampai kita menonjolkan sifat ananiyah," kata KH Maruf Amin saat peresmian Masjid Roudhotul Muchlisin di Jember, Jawa Timur, Ahad (15/4).

Menurut Kiai Maruf, toleransi umat Islam di Indonesia sudah diakui dunia. Ia bercerita tentang seorang peneliti Eropa yang pernah berkunjung ke kediamannya, dan menyampaikan kekaguman tentang kerukunan yang terjadi dalam kehidupan antarumat beragama di Indonesia. Itulah yang dia korek saat bertemu dengan Kiai Maruf. Akhirnya, dia menyimpulkan bahwa kerukunan tersebut tercipta dengan kata kunci, Islam mayoritas.

Rais Aam: Jangan Cederai Karakter Islam dengan Egosentrisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam: Jangan Cederai Karakter Islam dengan Egosentrisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam: Jangan Cederai Karakter Islam dengan Egosentrisme

Untuk membuktikan itu, kata Kiai Maruf, si peneliti lalu mendatangi sejumlah lokasi yang di situ terdapat budaya dan penduduk non-Muslim sebagai minoritas seperti di Banten, Borobudur dan sebagainya. Faktanya, mereka yang berada di tengah-tengah umat Islam itu, hidupnya tenang, tak terusik, budaya dan aktifitas keagamaannya juga jalan. ? Dia menyaksikan sendiri tempat-tempat itu, dan ternyata aman-aman saja.?

"Akhirnya dia pulang ke Eropa dan menyatakan akan membuat film tentang itu (toleransi Islam) yang akan ditayangkan untuk masyarakat Eropa," jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Zunus)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu

Bogor, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Harga cabai yang sempat mencapai kisaran Rp130.000 menyebabkan masyarakat menjerit. Hal ini membuat Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan beberapa langkah untuk menekan harga setinggi langit itu.

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu

Menurutnya, penurunan harga cabai ini dikarenakan meningkatnya produksi cabai di sentra-sentra produksi cabai rawit merah. Hal ini menyebabkan jumlah cabai tersebut melimpah sehingga masyarakat pun tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya.

“Saya sampaikan kepada ibu-ibu di seluruh Indonesia untuk menanam cabai. Jadi ini berkat peranan ibu-ibu semua. Saya percaya ibu-ibu adalah tiangnya negara,” kata Amran saat memberikan materi di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Ahad (26/3) di Hotel Lor-In Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Amran mengakui, jika 120 juta perempuan Indonesia menanam cabai dan memelihara ayam yang hasilnya 2 juta per hari, itu bisa menghasilkan 120 triliun setiap bulannya, sedangkan jika 1 tahun bisa 1000 triliun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Luar biasa dahsyatnya dan saya yakin akan terjadi swasembada terbaik atas kontribusi besar ibu-ibu Muslimat NU,” jelas Amran yang menyebut harga cabai saat ini dikisaran Rp40.000-Rp50.000 per kilogram.

Ia mengakui jika swasembada pangan muncul dari peran tangguh para ibu. Sebab itu menurutnya, jika lahir pemimpin yang tangguh, itu pasti lahir dari peran ibu-ibu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa berupaya mewujudkan inovasi produk pertanian. Hal ini tidak terlepas dari peran ibu-ibu Muslimat yang sebagian besar juga petani di desanya masing-masing.

“Saya mendorong kepada ibu-ibu Muslimat untuk memperbarui langkah. Saya tekankan agar hasil panen tidak hanya sekadar petik dan jual, tetapi petik, olah, kemas, dan jual,” terang Khofifah.

Inovasi ini, lanjut dia, tentu akan menghasilkan profit lebih sehingga usaha mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa akan tercapai. Dia tidak memungkiri, hal ini memerlukan keterampilan khusus yang bisa disinergikan dengan pemerintah.

“Kita kerja sama dengan Menteri Desa dan Menteri Pertanian dalam Rapimnas ini. Mereka mempunyai balai-balai latihan yang bisa dimanfaatkan ibu-ibu Muslimat di wilayah dan cabang untuk meningkatkan keterampilan olah dan kemas tadi,” tandas Khofifah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Pahlawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar

Brebes, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tengah mengintensifkan diskusi di kalangan pelajar. Diskusi digelar rutin sebulan sekali sebagai ajang silaturahim dan pendalaman wawasan.

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar

Seperti yang diselenggarakan di Gedung NU, Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Ahad (21/9). Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes Ahmad Zacky Al Aman mengatakan, setiap pertemuan ada beberapa tema yang akan diangkat. “Selain Aswaja, tema nasionalisme, kenakalan pelajar, pembelajaran kurikulum 2013 akan diangkat pula,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Pembina Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Brebes Ahmad Fathoni menyataan, sikap kritis dan penambahan wawasan perlu dimiliki setiap pelajar Nahdlatul Ulama yang tergabung IPNU-IPPNU. Hal ini penting dilakukan agar pelajar NU tidak terkesan kerdil, meskipun penampilannya hanya berpakaian sarung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Daya pikir, nalar dan wawasan kita harus cemerlang, meski hanya berbusana sarungan,” tuturnya saat mengisi Diskusi Pelajar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, pelajar NU harus berkualitas dengan menggali berbagai potensi yang ada dalam diri sendiri agar bermanfaat bagi masyarakat. “Dengan banyaknya pemikiran yang didiskusikan, akan membuahkan solusi,” terangnya.

Dalam diskusi perdana, Toni mengupas tentang Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja). Menurutnya, Aswaja adalah suatu keluarga/kaum yang menjalankan sunnah Nabi muhammad SAW dan para penerusnya yaitu para sahabat, tabiin dan selanjutnya hingga para alim ulama. “Al -ulama warosatul anbiya,  ulama yaitu pewaris Nabi,” tegasnya.

Aswaja ala Nahdlatul Ulama lebih mencerminkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, rahmat bagi seluruh alam. Sehingga ketika ada perbedaan atau ikhtilaf dijadikan sebagai rahmat bukan sebagai awal datangnya konflik. “Dengan rahmatan lil Alamin insya Allah hidup kita akan menjadi damai,” tuturnya di hadapan 70 peserta diskusi.

Zaki berharap, Diskusi Pelajar Ahadan juga bisa menambah wawasan dan tumbuhnya minat belajar bagi para pelajar dan generasi muda NU. (Wasdiun/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam, Kiai, Pahlawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah Tentukan Kriteria Isu Muktamar

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Panitia sidang komisi bahtsul masail waqi’iyah menetapkan empat kriteria untuk isu yang akan dibahas pada Muktamar Ke-33 NU mendatang. Dengan empat kriteria ini, mereka ingin menyeleksi masukan-masukan dari daerah yang masuk ke PBNU.

Rais Syuriyah PBNU KH A Ishomuddin yang memimpin rapat mengatakan, masalah yang dibahas di Muktamar NU nanti harus mengarah pada aktualitas yang tengah terjadi di masyarakat.

Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah Tentukan Kriteria Isu Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah Tentukan Kriteria Isu Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah Tentukan Kriteria Isu Muktamar

“Dari banyak usulan daerah ini, kita perlu memilah kembali mana di antara semua itu yang masuk kriteria aktual,” kata Kiai Ishom di Jakarta, Kamis (12/3) sore.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Panitia sidang komisi bahtsul masail diniyah waqi’iyah Muktamar NU ini mempertimbangkan juga aspek cakupan nasional dan juga mengarah pada tema besar muktamar, “Meneguhkan Islam Nusantara Untuk Peradaban Indonesia dan Dunia.”

“Kalau bahasannya sektoral, biar dibahas oleh PWNU dan PCNU saja,” kata Katib Syuriyah PBNU Mujib Qaliyubi menegaskan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Yang tidak kalah penting ialah persoalan yang mesti dibahas nanti mesti mengandung kepentingan yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat luas.

Panitia menyortir sedikitnya 50 usulan persoalan dari daerah. Sementara ini, mereka baru menginventarisasi 5 masalah yang akan dibahas pada Muktamar NU di Jombang, Agustus mendatang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

MTQ JQH NU Gunakan Bacaan Riwayat Tujuh Imam

Pontianak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ada perbedaan antara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional VII Jam’iyyatul Qurra` Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) dengan yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ)?

MTQ JQH NU Gunakan Bacaan Riwayat Tujuh Imam (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ JQH NU Gunakan Bacaan Riwayat Tujuh Imam (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ JQH NU Gunakan Bacaan Riwayat Tujuh Imam

“Seluruh cabangnya sama. Tapi kini, di JQH, ada pengembangan cabang tambahan, yaitu qiroatul kutub, pembacaan kitab kuning dan ulumul Qur’an,” ujar anggota dewan juri MTQ JQH NU, Hj. Maslahah Zen.

Lalu, sambung dewan juri cabang tahfidh 5 juz ini, ada perbedaan dalam sistemnya. Dalam cabang tilawah dewasa misalnya, kalau di LPTQ, tidak ada cara pembaacaan Al-Quran imam-imam lain. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau di JQH mengembangkan pembacaan Al-Quran dengan dengan tujuh riwayat. Bedanya di situ,” tambahnya.  

Selain itu, di JQH, ayat yang mesti dibaca peserta, iramanya sudah ditentukan panitia, “Peserta mengambil maqro melalui amplop. Di situ ditentukan oleh panitia. Kalau LPTQ peserta menentukan sendiri lagunya. Peserta bebas yang menenntukan,” tuturnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hj. Rofiatu Sa’adah dari Kepulauan Riau menjelaskan lebih rinci, “Jadi begini, kalau di LPTQ, yang ditentukan ayatnya, lagunya terserah peserta. Tapi kalau di JQH, ayat sama lagunya sudah ditentukan bahwa kamu misalnya harus membawakan lagu hejaz, shaba. Sudah sepaket. Bisa, tidak bisa; suka, tidak suka, peserta otomatis harus menempilkannya,” tuturnya.

Contoh, sambung Rofiah yang juga pengurus JQHNU Kepri, peserta mendapat ayat riwayat Qolun yang bisa dibaca dengan tiga wajah. Ketiganya harus disertakan dengan lagu yang sudah ditentukan. Jadi, peserta berulang-ulang membaca satu ayat dengan cara membaca yang berbeda-beda.

“Menurut saya pribadi, peserta MTQ di JQH harus lebih siap dan berbobot karena tingkat keilmuannya juga harus lebih berbobot. Diterapkan seperti itu, dikarenakan pesertaJQH kan mayoritas dari pesantren,” ujarnya.

Tapi, menurut Rofiah, dengan sistem demikian, peserta banyak yang keberatan. Namun bukan berarti kualitas mereka yang kurang, tapi penguasaan keilmuan yang belun siap. 

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Abdullah Alaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Twitter Indonesia Minta Netizen Bijak Gunakan Medsos

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Manager Public Policy Twitter Indonesia Agung Yudhawiranata meminta kepada pengguna media sosial (netizen) untuk bijak dalam menggunakannya, yaitu supaya bisa dijadikan alat sillaturrahmi, dan agar tidak merugikan diri sendiri.

“Jangan sampai perilaku di sosial media itu jadi menghilangkan silaturahmi di dunia nyata,” kata Agung pada acara hari lahir (Harlah) ke-62 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di masjid An-Nahdlah PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3).

Twitter Indonesia Minta Netizen Bijak Gunakan Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Twitter Indonesia Minta Netizen Bijak Gunakan Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Twitter Indonesia Minta Netizen Bijak Gunakan Medsos

Pria berambut gondrong dan berkacamata ini juga mengatakan, agar pengguna media sosial tidak mudah tersinggung.?

“(Pengguna) sosial media jangan baperan, jangan di bawa pake perasaan. Itu penting!,” tegasnya.

Karena kalau mudah tersinggung dalam ber-sosial media, lanjutnya, nanti bisa merusak hubungan silaturrahmi yang hal tersebut bukan manfaat dari sosial media. “Karena sebetulnya, manfaatnya untuk menambah silaturrahmi, bukan untuk megurangi silaturahmi,” jelasnya

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Agung juga meminta kepada pengguna twitter untuk jangan ragu bilamana ada yang mengancam dengan kekerasan, bahkan pembunuhan. “Jangan ragu-ragu untuk nglaporin! Lapor ke kita atau ke polisi,” ujarnya

Saat salah satu peserta bertanya tentang akun-akun yang suak menebar kebencian. Ia menanggapi dengan memberikan langkah-langkah alternatif.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kita bisa memilih untuk nglaporin, boleh. Memilih untuk mencuekin saja, boleh,” katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock