Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Januari 2018

Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS

Solo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Berawal dari hobi mengisi TTS (Teka Teki Silang), Kang Zubad berpikir mengapa begitu jarang TTS yang mengasah pengetahuan tentang agama. Dari hal itulah, santri asal Subang tersebut kemudian memiliki ide untuk membuat TaksiNU (Teka Teka Silang NU).

“Isinya kebanyakan tentang sejarah NU,” terang alumni Pesantren Al Hikam Malang ini, saat ditemui di kediamannya di daerah Laweyan Solo, Ahad, (25/8).

Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS

Menurutnya orang juga bisa belajar Aswaja dan NU melalui permainan, “Jadi memahaminya tidak mesti lewat buku yang serius,” Pengetahuan seperti nama para tokoh NU, singkatan, pesantren, dan hal yang berkaitan dengan keaswajaan dikemas dalam bentuk permainan TTS.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rencananya buku edukasi Aswaja ini akan dibuat sebanyak 9 jilid. “Saat ini baru dalam bentuk PDF, belum kami bukukan,” ungkapnya.

Pria yang hobi menulis ini mengaku belum tertarik untuk mengkomersilkannya. “Ya, baru sekedar untuk iseng memenuhi hobi pribadi. Pernah juga ada yang memesan, belum lama ini salah satunya dari IPNU Kab. Malang,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Melalui TTS ini, Zubad mengatakan warga Nahdliyyin pada khususnya bisa bermain sekaligus belajar tentang ke-NU-an, “diharapkan mereka bisa memahami apa itu NU beserta pernak-perniknya secara sederhana,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Jadwal Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Enam Penyakit Akibat Terlalu Kenyang

Awas jangan terlalu kenyang…! begitulah kira-kira pesan Rasulullah saw bila dibahasakan dalam bentuk lperingatan. sayangnya hadits itu hanya bersifat informatif belaka bahwa “pangkal segala penyakit adalah terlalu kenyang dan pangkal segala obat adalah lapar

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Iashlu kulli da-in albardatu wa ashlu kulli dawa-in al-azmatu ya’ni al-ju’u

Enam Penyakit Akibat Terlalu Kenyang (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Penyakit Akibat Terlalu Kenyang (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Penyakit Akibat Terlalu Kenyang

Dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin, al-Ghazali menjabarkan bahwa ada enam macam penyakit yang diakibatkan kondisi terlalu kenyang. Sebagian merupakan penyakit fisik dan lainnya adalah penyakit batin. Keenam penyakit itu adalah;

Pertama melunturkan rasa takut kepada Allah swt. orang yang terbiasa dalam kondisi kenyang akan selalu merasa kecukupan dan akan terbersit dalam hatinya bahwa ia tidak membutuhkan orang lain lagi, bahkan secara perlahan juga menyingkirkan Allah swt sebagai Yang Maha Pemberi Rzki. Karena seseungguhnya ia mengira bahwa makanan itu merupakan hasil keringatnya.

Penyakit Kedua merupakan lanjutan dari proses penyakit pertama. Ketika rasa takut kepada-Nya telah tiada, maka seseorang akan bermalas-malasan untuk beribadah.

Penyakit ketiga adalah lenyapnya rasa kasihan terhadap sesama, karena dia mengira semua orang telah kenyang sepertinya. Hatinya begitu dangkal untuk sekedar ikut memahami dan merasakan kondisi orang lain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Penyakit keempat adalah tertutupnya hati dan telinga dari berbagai macam hikmah dan kebijakan yang datang kepadanya. Sehingga mereka yang dalam kondisi kenyang sangat susah menerima nasehat dan petuah akan kebaikan.

Begitupun sebaliknya, (penyakit kelima) ketika seseorang yang dalam kondisi kenyang memberikan nasehat maupun petuah pastilah nasehat itu akan terbang dibawa angin dan tidak akan berkesan di hati pendengarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dan penyakit keenam bahwasannya kondisi kenyang akan mengundang penyakit. Mengenai hal ini fenomena merebaknya penyakit diabets, kolesterol, hipertensi dan lain sebagainya adalah bukti nyata dari hadits Rasulullah saw di atas.

Oleh karena itulah, hendaknya manusia mewaspadai kondisi terlalu kenyang. Hal ini yang sedari dulu diajarkan oleh para kyai di pesantren, bahwa berhentilah makan sebelum kenyang.

Karena kondisi kenyang gampang mengundang setan. Rasulullah saw bersabda

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Innas syaithana yajri min ibni adam majrad dammi, fadhayyiqu majariyahu bilju’i

Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia di tempat jalannya darah. Maka persempitlah jalannya itu dengan mengosongkan perut. 

 (Red. Ulil H)

  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Jadwal Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Menguatnya radikalisme dan intoleransi yang terjadi di Indonesia khususnya dan di dunia umumnya menjadi persoalan yang perlu penanganan serius oleh berbagai pihak termasuk Nahdlatul Ulama (NU). Indonesia sebagai negara yang sangat beragam, baik agama, suku, bahasa, budaya dan lainnya, patut bangga terhadap keberadaan NU yang mempunyai basis pesantren untuk terus menjaga Indonesia dari radikalisme dan intoleransi tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Sujiwo Tedjo saat ditemui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di Jakarta. Menurut pria yang akrab dipanggil Mbah Tejo ini, santri dan pesantren merupakan potensi dalam hal toleransi di Indonesia.

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren

“Kalau di pesantren atau NU diajarkan bahwa toleransi itu dari dulu sudah tinggi,” katanya seusai mengisi acara pembacaan puisi Gedung Graha Bakti Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (16/10) malam.

Oleh karena itu, pria yang berprofesi sebagai dalang ini pun menganggap bahwa keberadaan santri sangat dibutuhkan Indonesia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Santri sangat dibutuhkan untuk kecenderungan global yang makin mengekstremkan (dalam hal) agama,” jelas pria kelahiran Jember, Jawa Timur ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pria berumur 55 tahun ini menyebut bahwa cara beragama yang dijalankan pesantren itu luwes, dan menebar rahmat.

“Beragama dengan tersenyum itu pesantren saja,” katanya.

Acara pembacaan puisi sendiri diselenggarakan Kementerian Agama dalam rangka memperingati hari santri yang ke-2 dengan tema Merawat Keberagaman dan Memantapkan Keberagamaan.

Turut menjadi pembaca puisi pada malam tersebut, Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin, Kamaraudin Amin, Abidah El Kholiqie, Habiburrahman El Shirazy, Sosiawan Leak, KH Husein Muhammad, Jamal D. Ramah, Acpe Zam Zam Noor, Ahmad Tohari, Sutardji Calzoum Bachri, D. Zawawi Imron dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Aswaja, Jadwal Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum

Oleh: Ahmad Yahya

Sungguh bergetar hati ini sekaligus gembira pada perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2017, dengan agenda besar instruksi dari PBNU pembacaan Shalawat Nariyah satu miliar. Tujuan dari pembacaan tersebut tidak lain adalah untuk mencari keberkahan dan keselamatan untuk bangsa Indonesia dari berbagai persoalan yang menimpa negeri ini.

Bangga menjadi santri Indonesia, dari santri untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini adalah sebuah kalimat yang selalu menghiasi backgraund foto profil para santri atau orang yang menyatakan dirinya sebagai santri, atau yang mengaku-ngaku sebagai santri yang kemudian di posting di facebook, instagram, maupun sejenisnya yang terekam apik  dan tersebar di seluruh media sosial.

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum

Tidak ada persoalan sama sekali dengan postingan-postingan tersebut, sah-sah saja kok. Tetapi pertanyaannya adalah apakah hanya pemaknaan sebagai simbol kebanggaan, atau ada pemaknaan lebih dari itu? Wallahu a‘lam. Simbol kebangaan tersebut adalah sebuah kebahagian tersendiri bagi para santri untuk lebih dicintai dan mencintai negeri ini. 

Kebanggaan sebagai santri tidak hanya cukup lewat postingan dan apapun itu jenis dan wujudnya, tetapi kebanggan ini justru harus dimaknai lebih dari sekedar postingan seremonial yang ujung-ujungnya hanya sebagai kebanggaan diri yang tidak ada artinya dan sebagai pajangan keakuan diri saja.

Lebih dari itu, persoalan hukum yang terjadi di negara ini harus dipikirkan secara serius oleh seluruh komponen bangsa, tak kecuali para santri. Hukum merupakan salah satu bentuk budaya untuk kendali dan regulasi perilaku manusia, baik individual atau kolektif dalam penerapannya. Hukum adalah alat utama kontrol sosial pada masyarakat modern serta dalam masyarakat primitif. Permasalahan hukum di Indonesia adalah salah satu masalah yang harus juga menjadi kajian khusus bagi para santri untuk menjadi bahan diskusi  dan bahan  kajian di kalangan pondok pesantren. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kenyataan yang terjadi dihadapan kita tentang berbagai kasus penangkapan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dengan berbagai kasus yang fariatif mulai korupsi, kolusi, nepotisme, narkoba, maupun kejahatan-kejahatan lain di Indonesia, membuat kita prihatin dan miris, seolah sudah tidak ada lagi kejujuran, kepercayaan dan keterbukaan lagi di negeri ini. Maraknya kasus tersebut membuat pemerintah membangun sejumlah institusi yang bergerak dibidang investigasi dan audit seperti KPK, BPK, BPKP serta perangkat lainnya yang melekat di institusi. Sejumlah pelakupun telah disidang dan dihukum. Namun kasus-kasus serupa masih marak terjadi sampai sekarang, seolah tidak ada rem yang dapat dipakai untuk menghambat laju pertumbuhannya. 

Pertanyaan yang tidak pernah dapat dijawab hingga saat ini adalah. Apakah yang menjadi akar masalah atas kasus yang terjadi tersebut?

Santri Sadar Hukum

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Langkah nyata untuk mengembangkan potensi santri secara individu maupun kelembagaan pesantren terhadap upaya penegakan hukum di Indonesia adalah dengan cara memahamkan dan meyakinkan santri dengan penguatan materi-materi hukum positif di pesantren, salah satunya adalah dengan memasukkan kurikulum tentang dasar-dasar hukum positif di Indonesia, maupun memberikan penyuluhan hukum kepada santri, serta membangun jaringan antar pesantren dalam penguatan-penguatan materi hukum. 

Edukasi semacam ini mungkin dapat memberikan rasa kepedulian santri, bahwa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat maupun dinegara kita ini adalah hukum belum bisa memberikan rasa keadilan bagi masyarakat dan penegakkan hukum belum sepenuhnya di jalankan dengan seadil-adilnya.

Membentuk santri sadar hukum merupakan cita-cita dari seluruh lapisan masyarakat, mereka nantinya diharapkan mampu untuk memberikan rasa keadilan dimasyarakat hingga sendi-sendi dari budaya masyarakat yang berkembang menuju terciptanya suatu sistem masyarakat yang menghargai satu sama lain.  

Membuat santri sadar, cerdas dan peka terhadap hukum bukanlah sesuatu yang mudah dengan membalikkan telapak tangan, banyak yang harus diupayakan oleh unsur-unsur yang terkait untuk memikirkan hal tersebut. Salah satunya adalah dengan selalu memberikan motivasi kepada para santri  untuk selalu memberikan rasa aman, nyaman dan keadilan di masyarakat lewat upaya-upaya pelayanan hukum di masyarakat lewat tindakan nyata, dengan tanpa membedakan golongan, suku, ras, agama yang ada di Indonesia. 

Cita-cita Mulia

Para santri adalah orang-orang yang taat beragama dan setia terhadap ulama’ dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),  peran nyata santri saat ini juga sudah di rasakan oleh seluruh komponen bangsa, tapi upaya memberikan yang terbaik di tengah masyrakat harus terus di lakukan dan ditebarkan agar menjadi manusia yang shaleh.

Agar perjuangan para santri di masyarakat semakin bermanfaat, pesantren maupun santri harus mampu memberanikan diri untuk memberikan pelayan konsultasi hukum secara nyata dan cuma-cuma di masyarakat,  tidak hanya pelayanan konsultasi hukum-hukum agama, tetapi harus juga mampu memberikan pelayanan konsultasi hukum positif yang berkembang di masyarakat, dengan cara membuat pos-pos konsultasi hukum maupun bantuan hukum di setiap pondok pesantren.

Peran serta para santri yang sudah mewarni dunia hukum di Indonesia sudah nyata, dibuktikan dengan banyaknya para praktisi hukum berasal dari kalangan pesantren yang notabenenya dahulu adalah para santri. Santri-santri yang menimba ilmu di pesantren saat ini harus lebih diberikan motivasi, bahwa santri harus mempunyai cita-cita melaksanakan penegakan hukum di Indonesia kedepannya, karena ini menjadi modal terpenting, disalah satu sisi mempelajari ilmu agama secara sungguh-sungguh, disalah satu sisi santri harus juga terpelajar dan terdidik memahami hukum yang berkembang di masyarakat. 

Salah satu konsep untuk masuk wilayah praktis menjadi penegak hukum maupun praktisi hukum adalah santri harus melaksanakan pendidikan hukum formal, sehingga santri dapat mewarnai penegakan hukum dengan mempunyai cita-cita dan menjadi ; hakim, jaksa, advokat, polisi, akademisi di bidang hukum, praktisi hukum, maupun penggiat hukum. Ini bisa menjadi inspirasi dan bahan renungan untuk selalu memahami hukum, karena santri mampu untuk menjalankan penegakan hukum di Indonesia dengan sebaik-baiknya. 





Wallahu A’lam.

(Penulis adalah Direktur IMAN Institute,Pegiat Lingkar Study Kajian Ilmu Hukum-Kota Semarang)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Jadwal Kajian, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Presiden Joko Widodo telah melantik Dewan Pengarah dan Eksekutif Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Pelantikan ini, berlangsung di Istana Negara, Rabu (7/6).?

UKP-PIP diharapkan dapat mendorong pembelajaran yang segar dan kongkret atas nilai-nilai Pancasila. Di tengah benturan ideologi di Indonesia, UKP-PIP memiliki peran strategis untuk mengkampanyekan Pancasila dalam perspektif kekinian.?

Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU

Dewan Pengarah UKP-PIP, yakni: Megawati Soekarno Putri, Try Sutrisno, Prof Dr (HC) KH Maruf Amin, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Prof Dr Syafii Maarif, ? Prof Dr Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya. Adapun Kepala UKP-PIP, Yudi Latif.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj yang menjadi Dewan Pengarah UKP-PIP, mengungkapkan harapannya atas kinerja Unit Kerja Kepresidenan ini.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selama ini, bangsa Indonesia telah mendapat tantangan yang demikian besar, khususnya dalam prinsip dan ideologi berbangsa. Warga negeri ini, harus memahami kembali Pancasila dalam perspektif yang segar, kontekstual. NU sejak awal, konsisten merawat dan menjaga Pancasila," ungkap Kiai Said.?

Ketua Umum Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, M. Nabil Haroen, menyatakan harapan besarnya atas UKP-PIP. "NU telah membuktikan, dalam segenap narasi sejarahnya, betapa warga Nahdliyyin konsisten menjaga Pancasila, sebagai ideologi negara dan prinsip kebangsaan. Bahkan, NU jelas membangun jembatan antara niali-nilai Islam dan Pancasila, yang harmonis dan kontekstual," jelas Nabil.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kita dapat membaca rangkaian yang jelas, sejak 1945, 1965, hingga 1984, hingga era Reformasi, NU memaknai momentum besar kebangsaan dengan rujukan Pancasila dan nilai-nilai Islam. Untuk sekarang ini, Pancasila harus menjadi prinsip kebangsaan di tengah ancaman ideologi transnasional," terang Nabil.?

Nabil menambahkan, untuk sekarang, UKP-PIP dapat mengembangkan program internalisasi Pancasila yang lebih kontekstual. "UKP-PIP harus didorong menjadi unit kerja yang memiliki peran signifikan menguatkan, mengkampanyekan Pancasila agar lebih segar. Seraya, menyiapkan strategi membendung ideologi transnasional yang mengancam negeri ini. Tapi, jangan sampai Pancasila hanya sebagai stempel, harus ada pemaknaan dan program relevan yang terstruktur dan terkoneksi dengan ormas-ormas di negeri ini," harapnya.?

Nahdlatul Ulama, selama ini menjadi organisasi kemasyarakatan yang paling konsisten merawat Pancasila, ketika ideologi negara ini mengalami ancaman sepanjang sejarah bangsa. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Jadwal Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Tugas Guru Motivasi Anak Supaya Berhasil

Probolinggo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin mengungkapkan bahwa seorang guru tidak bisa mengubah karakter seorang anak. Yang bisa dilakukan oleh guru adalah memotivasi anak supaya menjadi anak yang berhasil. Oleh karena itu, guru harus bersyukur karena menjalani pekerjaan yang sangat mulia.

Tugas Guru Motivasi Anak Supaya Berhasil (Sumber Gambar : Nu Online)
Tugas Guru Motivasi Anak Supaya Berhasil (Sumber Gambar : Nu Online)

Tugas Guru Motivasi Anak Supaya Berhasil

Hal tersebut disampaikan Hasan Aminuddin dalam kegiatan dialog pendidikan yang digelar PGRI Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo di Rechall PT IPMOMI Paiton, Kamis (10/11).

“Tetapi saat ini banyak guru takut galau karena hubbud dunya. Dengan kata lain takut tidak makan. Tugas guru itu sangat mulia. Tidak ada guru yang miskin, pasti cukup. Khidmah seorang guru itu sudah dijamin oleh Allah,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Hasan, pendistribusian guru itu wajib hukumnya. Tidak boleh guru menumpuk di satu tempat dan tempat lain kekurangan. Persoalannya, mendistribusikan guru ini sangat sulit.

“Tugas guru, bagaimana mengabdi itu dilakukan sebagai bagian dari ibadah. Ke depan saya ingin manajemen pendidikan semakin baik. Cerdaskan otak anak dengan membentuk akhlak anak. Potret Indonesia saat ini adalah pergeseran akhlak generasi muda karena pengaruh budaya luar,” jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari meminta supaya bagaimana momentum silaturahim ini memberikan energi yang positif dalam kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

“Oleh karena itu dituntut profesionalitas para guru di Kabupaten Probolinggo. Bagaimana ada keseimbangan antara hak dan kewajiban guru. Tuntutan hak itu harus berbanding lurus dengan pelaksanaan kewajiban,” katanya.

Kegiatan yang diikuti oleh 1.500 orang guru ini dihadiri oleh Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo dan sejumlah Kepala SKPD Pemkab Probolinggo. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Jadwal Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai jamiyyah dengan jamaah terbesar di Indonesia menjadi keunggulan tersendiri bagi organisasi yang didirikan para kiai ini.

“Kita harus bangga di Indonesia masih ada PMII, NU dan pesantren,” kata Hanif Dhakiri, Sekkretaris Jendral Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) dalam Pelantikan Pengurus Cabang IKA-PMII Jepara di Hotel d’Season Bandengan, Jepara, Jawa Tengah.

Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren

Dalam acara yang berlangsung Jumat (6/11) malam itu, Menteri Ketenagakerjaan RI ini berpandangan, lembaga yang bernaung di NU harus selalu siap berkompetisi dengan lembaga apa pun. Pesantren, misal Hanif, boleh mengelola SMA, SMP atau pun SMK tetapi ada yang tidak boleh ditinggalkan yakni tradisi salaf, nguri-nguri kitab kuning.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Siswa SMK yang bisa ngelas dan bisa baca kitab kuning ini kan luar biasa. Ini adalah nilai lebih kita menjaga khazanah budaya,” paparnya kepada ratusan hadirin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sehingga khazanah budaya, lanjut dia, tetap dijaga. Lelaki 43 tahun itu menambahkan, NU merupakan satu-satu organisasi yang menjalankan “irasionalitas politik”. Saat Pilkada, para caleg NU lebih sering melakukan ziarah, sowan kiai minta restu, dan sebagainya.

Meski demikian ada juga yang menjadi DPR. Hal itu tidak lain merupakan bentuk upaya spiritual juga didukung ikhtiar lahiriyah. Dalam kesempatan itu hadir Ketua Umum PB IKA-PMII Ahmad Muqowam, Ketua IKA PMII Jawa Tengah Noor Ahmad, dan ratusan tamu undangan. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Jadwal Kajian, Santri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock