Selasa, 26 Desember 2017

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengklaim, angka kemiskinan di Indonesia terus mengalami penurunan. Menurutnya, penurunan ini terjadi setelah program pemerintah untuk penanggulangan kemiskinan berjalan sesuai harapan.

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun

“Secara bertahap, angka kemiskinan terus turun, dari 12,9 persen kini tinggal 11,25 persen. Dan kita targetkan penurunan itu bisa mencapai 10 persen,” ujarnya usai bersilaturrahmi dengan beberapa Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Selasa (15/7).

Hadir dalam acara kunjungan Menkokesra ini Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum KH Hasib Abdul Wahab, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid, serta Pengasuh Pesantren Darul Ulum Peterongan KH Dimyati Rimly. Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Nyono Suharly dan Munjdiah Wahab, juga turut mendampinginya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Meski telah mengalami penurunan, Agung mengakui, pada akhir-akhir ini program penanggulangan kemiskinan mengalami keterlambatan. Hal ini dikarenakan beberpa hal yang belum bisa berjalan maksimal. “Namun secara keseluruhan angka kemiskinan mengalami penurunan, termasuk angka penganguran juga mengalami penurunan,” imbuhnya.

Agung berharap, program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan kementriannya bisa dilanjutkan oleh presiden terpilih mendatang. Salah satunya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  Mandiri (PNPM Mandiri).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Siapapun presidennya, saya berharap PNPM ini bisa dilanjutkan,” pintanya seraya mengatakan, pihaknya sudah membuat rekomendasi untuk disampaikan kepada presiden terpilih nanti.

Mengapa PNPM? Menko Kesra yang juga wakil ketua DPP Golkar ini mengungkapkan,  alasannya karena PNPM sangat bermanfaat bagi pembangunan masyarakat khususnya dipedesaan. “Yakni untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan desa, air, pembangunan ekonomi, dan juga sosial kemasyarakatan, dan proyeknya tidak terlalu besar,” imbuhnya.

Apalagi, lanjutnya, dalam pelaksanaannya di lapangan, PNPM melibatkan masyarakat langsung dan secara nasional untuk angka kebocorannya sangat minim. “Secara nasional, angka kebocorannya  hanya 0,02 persen,” tandasnya.

Sementara itu, dalam safarinya ke Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Agung menyerahkan bantuan ke pesantren di antaranya untuk koperasi pesantren sebesar Rp 200 juta, sembako dari BAZNAS sebesar Rp 50 juta, serta sertifikat peserta BPJS untuk kalangan pesantren.

Menko Kesra juga menyerahkan sertifikat Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp 33,05 miliar dari PNPM Mandiri, serta bantuan untuk pembangunan museum sebesar Rp 20 Miliar dari Dirjen Kebudayaan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Meme Islam, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock