Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

Sikapi Maraknya Hoax, Dai Muda Tingkatkan Kemampuan Literasi Media

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Penyebaran informasi yang masif melalui berbagai saluran media menyebabkan banjir informasi yang sulit ditentukan keshahihannya. Untuk itu, keberadaan para dai muda di tengah masyarakat harus mampu menjadi penuntun bagi masyarakat dalam memilih dan memilah informasi, agar tidak terjebak pada informasi palsu atau Hoax.?

Sikapi Maraknya Hoax, Dai Muda Tingkatkan Kemampuan Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikapi Maraknya Hoax, Dai Muda Tingkatkan Kemampuan Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikapi Maraknya Hoax, Dai Muda Tingkatkan Kemampuan Literasi Media

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia, Moh. Nur Huda menyatakan, para dai memiliki tanggung jawab penuh dalam memberikan pencerahan pada masyarakat, agar tidak tertipu pada informasi yang keliru.?

Untuk itu, perlu dilakukan peningkatan kompetensi literasi media pada dai muda yang hadir di tengah masyarakat. FKDMI, bersama dengan Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akan menyelenggarakan Pelatihan Kader Dai Tingkat Nasional tahun 2017 tahap 1, dengan salah satu fokus bahasan menangkal informasi palsu (Hoax) di tengah masyarakat, dengan peningkatan kompetensi literasi media bagi para dai muda.?

Pelatihan ini akan dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Januari 2017 di Kampus STAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Matraman Jakarta Timur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pelatihan kader dai ini akan diikuti oleh seratus orang dai muda yang ada di Jakarta dan utusan dari FKDMI tingkat wilayah. FKDMI berharap, dengan pelatihan ini, para dai mampu menjadi pelita bagi masyarakat di tengah membanjirnya informasi baik yang benar ataupun palsu.?

Apalagi kondisi sosial masyarakat saat ini yang cenderung tegang dan berpotensi menimbulkan gesekan antar-umat beragama.?

“Jangan sampai para da’i tidak mampu mengarahkan masyarakat pada kebenaran, lantaran informasi palsu (hoax) dikemas sedemikian rupa seolah-olah itu adalah shahih,” ujar Huda.?

Huda juga mengingatkan empat sifat Rasulullah yang harus senantiasa diteladani oleh para da’i muda, yakni: Siddik (berkata benar), Tabligh (menyampaikan), Amanah (dapat dipercaya) dan Fathonah (cerdas).?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Jika para dai senantiasa meneladani empat sifat ini, niscaya tidak ada celah sedikitpun untuk ikut serta menyuburkan informasi ? palsu yang cenderung memecah belah persatuan bangsa”, ujarnya.?

Dirinya berharap, pelatihan dai ini dapat menghasilkan kader-kader dai yang mumpuni dan ikut membina masyarakat dalam mewujudkan tatanan yang Islami. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Bangkalan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Warga NU Bangkalan mengisi peringatan Nuzulul Quran dengan istighotsah yang dipimpin Mustasyar NU Bangkalan KH Syarifuddin Damanhuri untuk perdamaian di jalur Gaza, Kamis (17/7). Difasilitasi PCNU Bangkalan, mereka melantunkan doa bersama yang dipandu Habib Sholeh Ali Smith dan Ketua PCNU KHR Fachrillah Ascahall di Masjid Agung Bangkalan.

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Ketua panitia, KH Makki Nasir menyatakan rasa syukur atas penyelanggaraan Nuzulul Quran pertama oleh PCNU Bangkalan. “Meski perdana, Alhamdulillah pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting hadir. Penyelenggaraan ini murni hasil swadaya murni warga NU sekabupaten Bangkalan.”

Sementara Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsyul Arifin yang hadir sebagai penyampai taushiyah membahas penekanan pengamalan Al-Qur’an dalam hidup keseharian. Segala aktivitas yang dilandasi nilai-nilai Al-Quran akan menghasilkan sebuah manfaat besar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Al-Quran harus membudaya dalam sikap keseharian di tengah lingkungan kita,” kata Kiai Abdullah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di akhir taushiyah, ia mengimbau warga NU tidak terprovokasi terkait pilpres. Menurutnya,  tugas warga NU sudah selesai dengan memilih Capres-Cawapres sesuai kecocokan hati masing-masing.

“Jangan beraksi dan bertindak terkait ajakan-ajakan sebagai akibat dari keputusan penetapan hasil Pilpres nanti,” tandas Kiai Abdullah. (Supandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, Ahlussunnah, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang KH Isrofil Amar merencanakan dalam waktu dekat ini pembentukan organisasi baru, yaitu Laskar Bela Negara. Organisasi ini dibentuk untuk memperkuat kelembagaan internal NU di Kota Santri ini.

Di samping itu kondisi kesatuan bangsa di tanah air dan ideologi Pancasila belakangan ini seringkali mendapat gangguan juga tak luput dari sorotan dibentuknya organisasi tersebut.

Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri

"Insya Allah sebentar lagi NU akan membentuk satu organisasi, yaitu Laskar Bela Negara," kata salah satu dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang itu, Kamis (9/2).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Isrofil menjelaskan, dalam struktur organisasi tersebut tersusun dari kepengurusan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan warga nahdliyin di struktur lainnya. "Yang ini kepengurusannya kami susun beserta GP Ansor," jelasnya di Jombang.

Untuk lebih memperkuat dalam berdirinya organisasi ini, Kiai Isrofil juga akan meminta masukan kepada Bupati Jombang, pihak Polres juga Dandim. "Suatu ketika kami akan menghadap kepada bupati, dandim, dan bapak kapolres untuk mohon nasihat bagaimana sebaiknya, jadi NU itu sekali NU, tetap NU," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Namun demikian, hingga saat ini ia belum menentukan waktu tepatnya peluncuran organisasi tersebut. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Ulama, Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta

Banyumas, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Idul Fitri 1438 H alangkah baiknya digunakan sebagai ajang silaturahmi nasional untuk saling bermaafan sesama anak bangsa dan sesama manusia. Hal itu disampaikan KH Habib Mahfud ketika ditemui di kediamaanya di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Huda Pesawahan Rawalo Banyumas, Selasa (27/6).

"Karena gelaran politik (Pilkada DKI) kemarin, seolah-olah kita menjadi bangsa yang terpecah pecah, tersekat-sekat, karena hanya beda pilihan atau beda pendapat sedikit saja. Idul Fitri tahun ini alangkah baiknya kita gunakan sebagi ajang saling silaturahmi, saling memaafkan dan saling berjabat tangan lagi," lanjutnya.

Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta

Idul Fitri juga merupakan budaya yang penting bagi bangsa Indonesia karena bisa menjadi pengingat bahwa kita ini berbeda tapi satu, kita berbeda tapi bisa disatukan.

"Kita ini sebenarnya bineka, tapi sepertinya sekarang kita lupa bahwa kita bineka. Ingat bangsa Indonesia itu bineka tunggal ika," tegas Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Miftahul Huda itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mudik juga bukan hanya berarti sebatas kembali ke kampung halaman. Mudik juga bisa diartikan lebih luas lagi, yaitu kembali ke fitrah manusia, kembali ke fitrah bangsa Indonesia, dan kembali ke sejarahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Makna mudik yang tepat sekarang adalah kita kembali menjadi bangsa Indonesia yang sebenar-benarnya, yang berbineka, yang hubbul wathan," kata kiai muda yang aktif di GP Ansor itu.

Pluralitas, lanjut KH Habib Mahfud, bukan suatu yang dibuat-buat, tapi merupakan nikmat yang harus disyukuri, supaya bisa litaaruf.

"Kalau sudah seperti itu, ingsa Allah kita telah menjadi manusia yang saleh secara ritual dan sosial," pangkas Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Rawalo ini. (Kifayatul Akhyar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengirimkan surat kepada pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, termasuk lembaga dan badan otonomnya di seluruh Indonesia tentang peringatan Hari Santri Nasional.

Surat tersebut dilampiri isi pidato Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. PBNU mengimbau surat ini dibacakan dalam apel Hari Santri yang digelar serentak di berbagai wilayah di Tanah Air pada 22 Oktober 2017. 

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017

Berikut isi utuh dari pidato bersebut:

Amanat Ketua Umum PBNU pada Peringatan Hari Santri 

Tanggal 22 Oktober 2017



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? 

? ? ? ? ? ?

? ? 

Hari ini tahun ketiga Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri tanggal 22 Oktober 2015 yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945. Di hadapan konsul-konsul Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura, bertempat di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama di Jl. Boeboetan VI/2 Soerabaja, Fatwa Resolusi Jihad NU digaungkan dengan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan: 

..Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada diloear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itoe djadi fardloe kifayah (jang tjoekoep kalaoe dikerdjakan sebagian sadja…).”  

Tanpa Resolusi Jihad NU dan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan ini, tidak akan pernah ada peristiwa 10 November di Surabaya yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman. Pada 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Pernyataan ini adalah legitimasi fikih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila. Tahun 1945, kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati dan menyebut para pemberontak DI/TII sebagai bughat yang harus diperangi. Tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/1984, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional (mu’âhadah wathaniyyah). Selepas Reformasi, kaum santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari khittah 1945 bahwa NKRI adalah negara-bangsa—bukan negara agama,bukan negara suku—yang mengakui seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan. 

Kenyataan ini perlu diungkapkan untuk menginsyafkan semua pihak, termasuk kaum santri sendiri, tentang saham mereka yang besar dalam berdiri dan tegaknya NKRI. Tanpa kiprah kaum santri, dengan sikap-sikap sosialnya yang moderat (tawassuth), toleran (tasâmuh), proporsional (tawâzun), lurus (i’tidâl), dan wajar (iqtishâd), NKRI belum tentu eksis sampai sekarang. Negeri-negeri Muslim di Timur Tengah dan Afrika sekarang remuk dan porak poranda karena ekstremisme dan ketiadaan komunitas penyangga aliran Islam wasathiyyah. 

Momentum Hari Santri hari ini perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit “nasionalisme bagian dari iman” (? ? ? ?) perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme. Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan. Hari Santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhaan, asketisme, dan spiritualisme yang melekat sebagai karakter kaum santri. Etos ini penting di tengah merebaknya korupsi dan narkoba yang mengancam masa depan bangsa. Korupsi dan narkoba adalah turunan dari materialisme dan hedonisme, paham kebendaan yang mengagungkan uang dan kenikmatan semu. Singkatnya, santri harus siap mengemban amanah, yaitu amanah kalimatul haq. Berani mengatakan “iya” terhadap kebenaran walaupun semua orang mengatakan “tidak” dan sanggup menyatakan “tidak” pada kebatilan walaupun semua orang mengatakan “iya”. Itulah karakter dasar santri yang bumi, langit dan gunung tidak berani memikulnya, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzaab ayat 72.

Hari ini santri jugahidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks. Santri perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama (? ? ?), jiwa (? ?), nalar (? ?), harta (? ?), keluarga (? ?), dan martabat(? ?) seseorang. Kaidah fikih: al-muhâfadhah ala-l qadîmis shâlih wa-l akhdzu bi-l jadîdi-l ashlah senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Selamat Hari Santri 2017. Santri kuat, NKRI hebat.

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

Jakarta, 22 Oktober 2017

Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA.

Ketua Umum

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Ahlussunnah, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Fatayat NU Ajak Tokoh Lintas Agama dan Kepercayaan Jihad Sosial

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini berharap semua warga negara Indonesia dengan berbagai latar belakang agama, ras dan lainnya bisa bersatu kembali.?

"Apapun agamanya, apapun rasnya, apapun kepercayaannya. Itu adalah keluarga Indonesia," katanya saat memberikan sambutan pada acara Halal Bihalal dan Silaturahim Lintas Agama di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (24 /7).

Pada acara yang bertemakan "Merawat Kebinekaan, Menjaga NKRI" ini, perempuan yang juga dosen Universitas Indonesia ini berharap agar tidak berhenti hari ini, melainkan kedepan harus saling bergandengan tangan.?

Fatayat NU Ajak Tokoh Lintas Agama dan Kepercayaan Jihad Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Ajak Tokoh Lintas Agama dan Kepercayaan Jihad Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Ajak Tokoh Lintas Agama dan Kepercayaan Jihad Sosial

"Terutama jihad (bergandengan tangan) memerangi kemiskinan, jihad kebodohan, jihad memerangi tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak terutama," kata Anggia.?

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa semua ini bisa memberikan kemanfaatan yang lebih kepada manusia yang lebih maksimal.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kita sangat berharap acara ini nanti bisa menelurkan kesepakatan aksi tidak hanya komitmen tapi juga aksi untuk bisa bersama-sama menyelamatkan bangsa ini. Melakukan gerakan sederhana untuk masyarakat luas," terangnya.?

Acara ini juga diharapkan bisa memiliki kontribusi secara luas apapun latar belakanganya.

“Mudah-mudahan bisa memberikan impact ? yang luar biasa. Tidak hanya di Fatayat tapi juga diperluas lagi,”?

Acara ini dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghoni, Ketua PBNU Robikin Emas, Ketua PBNU H. Umar Syah dan berbagai tokoh agama serta aliran kepercayaan. (Husni Sahal/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tokoh, Ahlussunnah, Sejarah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

BMI Macau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTB

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Buruh Migrant Indonesia (BMI) Macau memberikan 40 paket bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat. Barang bantuan berupa peralatan memasak, tikar, sarung, mukena, sajadah, buku tulis, bolpoin, tas, sandal, dan minyak goreng. Penyerahan bantuan dilakukan oleh tim NU Care LAZISNU NTB, Jumat (20/1) siang di Bima.?

BMI Macau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
BMI Macau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

BMI Macau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTB

Daerah-daerah yang menerima bantuan adalah dua wilayah di Kelurahan Manggemaci, meliputi RT 10 RW 04 dan RT 01 RW 02 Kota Bima; serta satu wilayah di Sarae yakni RT 05 RW 02.

Siti Fatimah, perwakilan BMI Macau menyampaikan syukur dan terima kasih atas bantuan NU Care LAZISNU NTB yang telah menyalurkan bantuan dari para sahabat BMI di Macau.

“Hanya kata syukur dan terima kasih yang bisa kami haturkan. Semoga Allah SWT membalas atas segala amal kita semua. Dan semoga menjadi berkah buat saudara kita,” ungkap Siti Fatimah yang anggota keluarganya banyak mengalami dampak banjir di Bima.

Senada, Direktur NU Care LAZISNU NTB, Refreandi mengucapkan terimakasih atas bantuan BMI Macau untuk warga terdampak banjir Bima, serta atas kepercayaan menyalurkan bantuan melalui NU Care.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu Direktur Penyaluran NU Care LAZISNU, Slamet Tuhari Ng di Jakarta, berharap sinergitas antara BMI Macau dan NU Care dapat terus terjalin, tidak hanya pada momen kali, tetapi juga pada hal-hal lainnya dalam pembangunan umat. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock