Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan 13 Ma’had Aly (Perguruan Tinggi Keagamaan berbasis pesantren). Peresmian yang dilakukan bersamaan dengan Wisuda ke-3 Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asyari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (30/5) ini ditandai dengan pemberian izin pendirian sekaligus nomor statistiknya.

"Hari ini, kita secara resmi menerbitkan SK untuk 13 Mahad Aly yang secara resmi diakui oleh negara," tegas Menag saat memberikan orasi ilmiah Wisuda Mahasantri ke 3 Mahad Aly Hasyim Asyari Tebuireng.

Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama

"Ini tentu sejarah tersendiri, setelah sekian lama keinginan ini berlangsung. Sebenarnya saya hanya di ujungnya saja. Yang jauh lebih berjasa tentu Menteri Agama terdahulu yang telah memperjuangkan ini sejak lama," tambahnya. Ibarat main bola, Menag mengilustrasikan dirinya hanya mengegolkan bola di depan gawang lawan setelah banyak yang menggiringnya sejak dari belakang (keeper).

Pemberian pengakuan terhadap Mahad Alu ini diawali dengan ditandatanganinya Peraturan Menteri Agama Nomor 71/2015 tentang Mahad Aly oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Menag, Mahad Aly adalah perguruan tinggi keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Kitab kuning yang dimaksud adalah kitab keislaman berbahasa Arab yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren. Adapun tujuan Mahad Aly adalah menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang ilmu agama Islam (mutafaqqih fiddin), dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning.

“Mahad Aly adalah wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren tingkat tinggi yang keberadaannya melekat pada pendidikan pesantren. Secara kelembagaan, posisi Mahad Aly adalah jenjang Pendidikan Tinggi Keagamaan pada jalur Pendidikan Diniyah Formal,” tegas Menag.

Untuk membangun keunggulan dengan integritas akademik yang tinggi, Menag memastikan setiap Mahad Aly hanya diberikan izin penyelenggaraan untuk satu Program Studi. Lebih dari itu, ? program studi dimaksud juga akan dikembangkan menjadi pusat kajian keilmuan ke-Islaman dan ke-pesantrenan secara sekaligus.

“Kementerian Agama memiliki komitmen kuat membangun pusat-pusat unggulan ini. ? Dengan posisi ini, maka Mahad Aly akan tetap ditempatkan sebagai lembaga khusus (khushushul-khushush) yang ada pada pesantren, sebagai lembaga kaderisasi ulama yang mumpuni dan berintegritas,” tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Adapun ke-13 Ma’had Aly yang telah mengantongi izin pendirian dan nomor statistik tersebut, yaitu:

1) ? Ma’had Aly Saidusshiddiqiyyah, Pondok Pesantren As-Shiddiqiyah Kebon Jeruk (DKI Jakarta)dengan program takhasus (spesialisasi) “Sejarah dan Peradaban Islam” (Tarikh Islami wa Tsaqafatuhu);

2) Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al Jambi, Pondok Pesantren Al Asad Kota Jambi (Jambi), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

3) Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek, Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Agam (Sumatera Barat), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

4) Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya, Pondok PesantrenMahadul Ulum Ad Diniyyah Al Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya, Bireun (Aceh), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

5) Ma’had Aly Asadiyah, Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang (Sulsel), dengan program takhasus “Tafsir dan Ilmu Tafsir” (Tafsir wa Ulumuhu);

6) Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah, Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai (Kalsel), dengan program takhasus “Aqidah dan Filsafat Islam” (Aqidah wa Falsafatuhu);

7) Ma’had Aly salafiyah Syafi’iyah, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo (Jatim), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

8) Ma’had Aly Hasyim Al-Asyary, Pondok PesantrenTebuireng Jombang (Jatim), dengan program takhasus “Hadits dan Ilmu Hadits” (Hadits wa Ulumuhu);

9) Ma’had Aly At-Tarmasi, Pondok Pesantren Tremas (Jatim), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

10) Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al-Fiqh, Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati (Jateng), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

11) Ma’had Aly PP Iqna ath-Thalibin, Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang (Jateng),dengan program takhasus “Tasawwuf dan Tarekat” (Tashawwuf wa Thariqatuhu);

12) Ma’had Aly Al Hikamussalafiyah, Pondok Pesantren Madrasah Hikamussalafiyah (MHS)Cirebon (Jabar), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu); dan

13) Ma’had Aly Miftahul Huda, Pondok PesantrenManonjaya Ciamis (Jabar), dengan program takhasus “Aqidah dan FIlsafat Islam” (Aqidah wa Falsafatuhu).

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, Kajian Sunnah, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Pekalongan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan Jumat (22/2) besok akan menggelar kegiatan halaqah dengan tema "Optimalisasi pengelolaan dana umat lewat LAZISNU" bertempat di Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2, Pekalongan.

Kegiatan halaqah sebagai pra acara Muskercab NU akan dihadiri oleh Ketua Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PP LAZISNU) KH Masyhuri Malik dan Direktur Eksekutif Drs. H. Amir Maruf, MA bertindak sebagai nara sumber.

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal mengatakan, untuk mensosialisasikan lembaga baru bentukan PCNU, halaqah diharapkan dapat membuka wawasan umat Islam khususnya di lingkungan NU. Pasalnya, meski sudah ada beberapa lembaga pengelola zakat di Kota Pekalongan, di lingkungan NU sendiri belum sepenuhnya diterima dengan baik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dikatakan, jika saja pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan secara optimal, akan banyak dana yang bisa dikelola untuk pemberdayaan masyarakat.

"Saya sangat optimis, pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan dengan baik dan dananya dapat untuk pemberdayaan ummat baik untuk kepentingan pendidikan, ekonomi maupun sosial," ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan halaqah yang akan berlangsung pagi mulai jam 08.00 s/d 11.00  akan diikuti oleh 500 peserta dari jajaran pengurus cabang, MWC dan Ranting NU seKota Pekalongan, beberapa kiyai dan ulama serta para pengusaha di lingkungan NU.

Sementara itu, usai shalat Jumat Pengurus Cabang NU periode 2012 - 2017 akan dilantik oleh PWNU Jawa Tengah dilanjutkan dengan musyawarah kerja cabang (Muskercab) membahas pendalaman program untuk kegiatan tahun 2013 - 2014.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar

Brebes, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tengah mengintensifkan diskusi di kalangan pelajar. Diskusi digelar rutin sebulan sekali sebagai ajang silaturahim dan pendalaman wawasan.

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar

Seperti yang diselenggarakan di Gedung NU, Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Ahad (21/9). Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes Ahmad Zacky Al Aman mengatakan, setiap pertemuan ada beberapa tema yang akan diangkat. “Selain Aswaja, tema nasionalisme, kenakalan pelajar, pembelajaran kurikulum 2013 akan diangkat pula,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Pembina Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Brebes Ahmad Fathoni menyataan, sikap kritis dan penambahan wawasan perlu dimiliki setiap pelajar Nahdlatul Ulama yang tergabung IPNU-IPPNU. Hal ini penting dilakukan agar pelajar NU tidak terkesan kerdil, meskipun penampilannya hanya berpakaian sarung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Daya pikir, nalar dan wawasan kita harus cemerlang, meski hanya berbusana sarungan,” tuturnya saat mengisi Diskusi Pelajar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, pelajar NU harus berkualitas dengan menggali berbagai potensi yang ada dalam diri sendiri agar bermanfaat bagi masyarakat. “Dengan banyaknya pemikiran yang didiskusikan, akan membuahkan solusi,” terangnya.

Dalam diskusi perdana, Toni mengupas tentang Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja). Menurutnya, Aswaja adalah suatu keluarga/kaum yang menjalankan sunnah Nabi muhammad SAW dan para penerusnya yaitu para sahabat, tabiin dan selanjutnya hingga para alim ulama. “Al -ulama warosatul anbiya,  ulama yaitu pewaris Nabi,” tegasnya.

Aswaja ala Nahdlatul Ulama lebih mencerminkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, rahmat bagi seluruh alam. Sehingga ketika ada perbedaan atau ikhtilaf dijadikan sebagai rahmat bukan sebagai awal datangnya konflik. “Dengan rahmatan lil Alamin insya Allah hidup kita akan menjadi damai,” tuturnya di hadapan 70 peserta diskusi.

Zaki berharap, Diskusi Pelajar Ahadan juga bisa menambah wawasan dan tumbuhnya minat belajar bagi para pelajar dan generasi muda NU. (Wasdiun/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam, Kiai, Pahlawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Penasehat IKA PMII Gelar Halal Bihalal Bersama Dewan Kesenian Tubaba

Tulang Bawang Barat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Guna terus merekatkan silaturahmi dengan pengurus ormas dan insan pers di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan, penasehat IKA PMII menggelar halal bihalal di Rumah Dinas (Rumdis) di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kamis (6-7-2017).

Penasehat IKA PMII Gelar Halal Bihalal Bersama Dewan Kesenian Tubaba (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasehat IKA PMII Gelar Halal Bihalal Bersama Dewan Kesenian Tubaba (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasehat IKA PMII Gelar Halal Bihalal Bersama Dewan Kesenian Tubaba

Acara yang berlangsung sederhana tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintahan, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tubaba, kemudian para insan pers/media, organisasi kemahasiawaan, organisasi masyarakat (ormas) seperti Pemuda Pancasila (PP), Oi, Pemuda Siliwangi, Dewan Kesenian Tubaba, IKA-PMII, Paguyuban Jawa Barat (Pajar),, serta masyarakat umum.

Fauzi Hasan mengatakan, silaturahmi ini dimaksudkan untuk saling mempererat silaturahmi antarormas dan insan pers di Kabupaten Tubaba, sebab dengan silaturahmi akan memberikan dampak bagi kemajuan Kabupaten Tubaba dan tidak gampang terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar (hoaks).

"Dengan silaturahmi dapat saling berkomunikasi dan saling mengenal dengan baik, dapat berpikir bersama untuk kemajuan Tubaba, sehingga orientasinya tidak saling menunjukkan kehebatan tetapi kebersamaan,"ungkapnya.

Dalam sambutan penasehat IKA PMII Tubaba, ini menambahkan pihaknya selaku wakil bupati berpesan pertama kepada Dewan Kesenian Tubaba untuk aktif kembali. Diakuinya sebelum pemilihan bupati dan wakil bupati dirinya membekukan sementara kegiatan Dewan Kesenian untuk menghindari adanya anggapan bahwa dia menunggangi Dewan Kesenian untuk menjadi wakil bupati.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Sekarang, mari kita aktif kembali, dan Bupati Umar Ahmad akan terus mengikuti langkah dan men-support kita," paparnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk PMII, Fauzi berpesan walaupun kepengurusan baru terbentuk dan belum dilantik pihaknya sangat berterima kasih PMII bisa dibentuk di kabupaten setempat, dengan terbentuknya IKA PMII ini ke depan orientasinya tidak mengedepankan kegagahan organisasi tetapi kepada bagaimana memajukan kabupaten Tubaba dengan bersatu dengan semua unsur yang ada.

"Saya juga kader PMII dan pertama mengikuti pelatihan kader dasar pada tahun 1979 di Wonosobo, saat ini masuk Kabupaten Pringsewu. Mari organisasi ini kita gunakan untuk belajar memimpin, bekerjasama dalam berorganisasi dan jika ini bisa dijalankan kunci kesuksesan ada disini," ungkapnya.

Dirinya juga sangat mengapresiasi dengan gerakan yang dilakukan oleh ormas Oi, walaupun gerakannya kecil tapi sangat menyentuh seperti melakukan gerakan bersih-bersih di tempat-tempat umum, dan di pasar-pasar. Untuk HIPMI ia berpesan dapat mengadakan kegiatan yang dapat memotivasi para pemuda untuk menjadi pebisnis dan orang sukses.

Sementara untuk PWI dan insan pers pihaknya juga mengucapkan banyak terima kasih yang telah memberikan dukungannya selama ini dalam menyebarkan informasi yang baik kepada masyakarat dalam bentuk kritik tentang pembangunan dan saran, "Pemberitaan merupakan sebuah respek yang sangat besar bagi pergerakan pembangunan di Kabupaten Tubaba.”

Fauzi berharap, ke depan seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga dan memanfaatkan hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan di kabupaten setempat,"Saya tidak keberatan rumah dinas ini digunakan untuk kegiatan apapun yang sifatnya positif, dan Bupati Umar Ahmad juga berpesan ormas dan masyarakat dapat memanfaatkan gedung Sesat Agung yang berada di Islamik Center dengan maksimal," pungkasnya.

Sementara perwakilan ormas dan insan pers yang hadir, Edi Zulkarnaen selaku Ketua PWI Tubaba mengucapkan banyak terima kasih telah mengundang insan pers dan ormas se-Tubaba untuk menghadiri acara halal bihalal ini,"Semoga jalinan silaturahmi dapat terus terjalin dan terjaga dengan baik," singkatnya.(Gati Susanto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, Anti Hoax, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Pengalaman Rukyatul Hilal di Arab Saudi

Selasa pagi hari, 30 Dzulqodah 1433H penanggalan Saudi Arabia yang bertepatan dengan 16 Oktober 2012 di Buraydah sekitar 300km dari Riyadh, sebuah pertanyaan saya lontarkan pada Dr. Saleh (Mantan Ketua Lembaga Astronomi Nasional Arab Saudi), "Mengapa kita mesti melaksanakan rukyat hilal ketika kita sudah meyakini hilal tidak ada?".

Tahun lalu, selaku anggota Lajnah Falakiyah PBNU, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti pelakanaan rukyat awal Dzulhijjah 1433H, salah satu rukyat hilal yang sangat penting bagi Arab Saudi, khususnya, karena berkaitan dengan penetapan Hari Arofah. Hal ini dikarenakan meskipun Kerajaan Saudi menggunakan kalender Hijriyah untuk kehidupan sehari-harinya, untuk penetapan ibadahnya seperti puasa, Idul Fitri dan Haji tetap disandarkan pada pelaksanaan rukyat hilal.

Paling tidak terdapat 9 titik rukyat hilal, sehingga ketika disampaikan terdapat lebih dari 100 titik rukyat di Indonesia terlihat mereka sangat surprise. Saya tidak tahu mengapa mereka terlihat surprise, mungkin karena kagum dengan antusias umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan Rukyat atau karena menghitung jumlah biaya yang digunakan untuk kegiatan 100 titik tersebut.

Pada kesempatan itu, penulis mendapat kesempatan rukyat di Unayzah yang tidak jauh dari Buraydah dimana terdapat masjid syekh Utsaimin yang merupakan salah satu panutan Umat Islam di Saudi Arabia. Penulis mendapat kesempatan untuk ziarah di Masjid Beliau.

Pengalaman Rukyatul Hilal di Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengalaman Rukyatul Hilal di Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengalaman Rukyatul Hilal di Arab Saudi

Posisi hilal akhir Dzulqodah 1433H ketika pelaksanaan rukyat ada sbb,: Ijtima : Senin, 29 Dzulqodah 1432 Jam 15:02 dengan ketinggian hilal ketika matahari tenggelam sebesar -2derajat 47menit . Hal ini menunjukkan meskipun Ijtima telah terjadi sebelum matahari tenggelam, hilal telah terbenam terlebih dahulu dibandingkan dengan matahari meskipun diyakini sebelum matahari, sabit bulan telah terbentuk. Dalam penanggalan Arab Saudi sebelumnya yang menggunakan kriteria ijtima qobla ghurub, Ummul Quro selaku lembaga yang berwenang terhadap kalender akan menetapkan keesokan harinya, selasa, sebagai tanggal 1 Dzulhijjah 1433H.

Namun seiring berkembangnya pemahaman akan penampakan hilal, kriteria kalender ummul Quro menambahkan syarat bulan terbenam setelah matahari sebagai mana yang kita kenal di Indonesia sebagai kriteria Wujudul Hilal. Sehingga dalam kalender resminya, 1 Dzulhijjah 1433H bertepatan dengan Rabu, 17 Oktober 2012.

Meski kalender menggunakan kriteria wujudul hilal, ternyata sering kali dijumpai pelaksanaan ibadah yang disandarkan pada hasil rukyat di Arab Saudi lebih cepat dari kalender yang telah dibuat. Hal tersebut tentunya sangat aneh bin ajaib terutama bagi mereka yang memahami permasalahan hisab dan rukyat dengan baik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam bahasa sederhana, tidaklah mungkin saudara-saudara kita yang menganut rukyat hilal sebagai penetapan ibadahnya lebih cepat dibandingkan dengan saudara-saudara kita yang menganut hisab wujudul hilal. Jika hal tersebut terjadi maka dapat dipastikan pelaksanaan rukyat hilalnya tidak betul. Terkecuali perukyat mampu melihat hilal sebelum matahari tenggelam sebagai mana yang dilakukan para pemburu sabit bulan siang hari sebagaimana yang juga dilakukan oleh Observatorium Bosscha-Lembang.

Dengan data posisi astronomis tersebut dapat dipastikan pada tanggal 29 Dzukaidah 1433H tersebut tidak akan ada kesaksian rukyat hilal. Kalaupun terdapat kesaksian rukyat hilal maka Majlis Hakim akan menolak kesaksian tersebut. Hal ini dikarenakan sejak tahun 1432H pemerintah arah saudi menggunakan kriteria visibilitas hilal dengan batas minimum 0 derajat. Selama ketinggian Bulan diatas ufuk pada saat matahari tenggelam maka kesaksian rukyat hilal dapat diterima. Sehingga dapat dibilang kriteria imkan rukyat di arab saudi adalah wujudul hilal. Meskipun demikian pelaksanaan rukyat tetap dilaksanakan, karena pada saat tersebut tanggal 29 dan demkian ketentuan ulama Arab Saudi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dr. Saleh selaku seorang ilmuwan tampak tidak terlalu ingin lebih jauh membahas kewenangan ulama. Selaku Ilmuwan, tugasnya adalah memberikan masukan dari sisi sains kepada pihak berwenang akan mungkin tidaknya hilal terlihat. Pertanyaan serupa sering dilontarkan kepada ahli hisab NU yang menganut paham rukyat untuk pelaksanaan ibadahnya. Salah satu jawabannya adalah: Istikmal tersebut didasarkan oleh hasil rukyat bukan hasil hisab. Jika istikmal didasarkan pada hasil hisab maka pada dasarnya NU juga sudah beralih ke Hisab. Meskipun sebenarnya untuk menolak adanya kesaksian rukyat hilal juga didasarkan pada kriteria Hisab Imkan Rukyat Mabims (2-3-8).

Setelah matahari terbenam, seluruh peserta rukyat yang terdiri tidak lebih dari 10 orang menunaikan sholat magrib serta minum teh dan kopi dan kemudian pulang dengan perjanjian keesokan harinya mereka akan datang ke lokasi rukyat hilal kembali.

Secara umum pelaksanaan rukyat hilal di arab saudi sangat sederhana karena diselenggarakan di pinggir jalan raya ditengah hamparan pasir. Keberadaan debu pasir dapat dikenali dengan mudah dari warna ufuk yang berwarna kecoklatan dibandingkan dengan warna biru langit di daerah sekitar zenith. Pengaruh debu pasir yang mencapai ketinggian 2-3 derajat tersebut memberi keyakinan bahwa hilal dengan ketinggian 4 derajat sekalipun tidak akan mudah dilihat dari wilayah padang pasir tersebut, kerkecuali kondisi atmosfernya lebih baik lagi. Hal inilah yang mendasari keyakinan penulis, Arab saudi akan melaksanakan awal puasanya pada hari Rabu, 2 Ramadhan 1434H sekalipun pada tanggal 29 Syaban 1432H hilal di Arab Saudi sudah tergolong wujud dan kesaksian rukyat, jika ada, dapat diterima.

Dalam berbagai kesempatan, penulis sampaikan bahwa ada kemungkinan (besar) Arab saudi yang dianggap sebagai acuan dan patokan umat Islam, akan memulai puasa pada hari Rabu, 2 Ramadhan 1434H sekalipun dalam kalendernya 1 Ramadhan 1434H bertepatan dengan hari selasa 9 Juli 2013. Sekalipun secara astronomis, penetapan awal bulan untuk ibadahnya di Arab Saudi tidak bisa menjadi patokan benar dan salahnya penanggalan Hijriyah di Indonesia. Karena selama belum ada kesepakatan akan adanya penanggalan hijriyah internasional maka pada dasarnya sah-sah saja setiap wilayah membuat kalender ibadahnya.

Untuk memastikan hal tersebut penulis mengkontak teman yang sedang menunaikan umroh Ramadhan dan mengkabarkan bahwa di Madinah pada hari Senin belum dilaksanakan Shalat Tarawih. Hal ini menunjukkan, Puasa baru akan dimulai pada hari Rabu, 2 Ramadhan 1434H. Sepintas, bagi masyarakat Indonesia hal tersebut terasa aneh dan seringkali pelaksanaan ibadah menjadi barometer benar-tidaknya sebuah kalender yang dibuat.

Hal tersebut dikarenakan Kalender yang dibuat untuk keperluan ibadah sehingga lambat laun tanpa disadari muncul pemahaman bahwa Puasa Ramadhan itu dilaksanakan pada tanggal 1 Ramadhan. Padahal kalau kita tengok sejarah Islam, penanggalan Hijriyah ada karena tuntutan administrasi negara pada zaman Umar bin Khatab, r.a. BUKAN tuntutan pelaksanaan ibadah.

Bagi masyarakat Saudi, perbedaan antara kalender dengan pelaksanaan ibadah bukan hal yang aneh. Karena Kalender di arab saudi dibuat untuk keperluan sosial sehari-hari sebagaimana yang dipraktekkan pada zaman Umar bin Khatab sehingga menuntut adanya kepastian tanggal sebagaimana kalender Masehi.

 

Hendro Setyanto

Pengurus Lajnah Falakiyah PBNU

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Belajar dari Keluarga Luqman Hakim yang Diabadikan Al-Qur’an

Oleh Muhammad Yunus



Upaya pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda yang berkarakter kuat patut diacungi jempol. Beberapa langkah strategis sebagai langkah ikhtiar sudah dilakukan. Instrument pendidikan digodok. Aturan mainpun dikeluarkan. Hal ini terlihat dari usaha Presiden mengeluarkan Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Yang menarik adalah pidato presiden ketika menyampaikan isi Perpers ini dihadapan ulama dengan mengatakan “Perpres tersebut jadi pekerjaan besar bagi pemerintah dan pondok pesantren.”

Belajar dari Keluarga Luqman Hakim yang Diabadikan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Keluarga Luqman Hakim yang Diabadikan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Keluarga Luqman Hakim yang Diabadikan Al-Qur’an

Pidato Pak Presiden tersebut mengindikasikan akan sinergisitas umara dan ulama yang begitu kuat. Mr. Presiden menyakini dengan sepenuh hati bahwa hanya dengan usaha bersama (ulama  dan pemerintah) cita-cita mempersiapakn generasi muda berkarakter kuat tersebut dapat tercapai. Seperti yang kita ketahui bersama arus informasi yang begitu dahsat dan massif tidak dapat membendung  virus budaya dari luar negeri yang tidak sejalan dengan budaya Indonesia. 

Menurut Jokowi Indonesia mempunyai budaya kesopanan, kesantuan, integritas, kejujuran, hormat pada ulama, para kiai, para ustadz, para gurunya, dan kepada sesamanya. Hal ini harus terus diperkuat melalui pendidikan yang ada di Indonesia mulai dari sekolah, madrasah, pondok pesantren, dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya.

Sebagai usaha ikut serta mensukseskan program PPK  tersebut, sebagai orang tua, hemat penulis perlu untuk aktif membina putra putri kita. Anak kita tidak sekedar menjadi tanggung jawab sekolah, pondok pesantren, orang tua sebagai pendidikan pertama dan utama harus menyadari akan pentingnya menanamkan pendidikan karakter yang disebutkan di atas. Dalam konteks inilah ada baiknya kita mencontoh kehidupan keluarga Luqman yang diabadikan dalam Al Quran QS Al Luqman ayat 13-19. 

Dalam ayat-ayat tersebut disebutkan sedikitnya tujuh ajaran utama dan pertama yang patut kita renungkan dan implementasikan kepada putra-putri kita. Pertama adalah ajaran kepada putra putri kita tentang ketauhidan. Ajaran untuk tidak mempersekutukan Allah adalah langkah awal agar manusia dapat sukses hidup di dunia sampai di akherat. Karena sesungguhnya ilmu yang dimiliki manusia ini hanya oleh dan karena kehendak Allah SWT. Tidak ada daya dan upaya manusia selain kekuatan Allah SWT. Putra putri kita harus disadarkan akan hal itu dan ini menjadi pendidikan yang utama dan pertama. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berikutnya adalah pendidikan untuk berbakti dan menghormat kepada kedua orang tua. Luqman mengingatkan kepada anaknya bahwa ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka menghormat kepada kedua orang tua adalah bentuk syukur kepada Allah SWT dan kepada kedua orang tua. Tidak cukup hanya kepada orang tua, Luqman juga meminta kepada anaknya untuk berbuat baik kepada sesama meskipun hanya seberat biji sawi, niscaya Allah akan memberinya balasan berupa kebaikan juga. Jika pendidikan hormat kepada sesama ini berhasil maka radikalisme dan fundamentalisme atas dasar agama tidak akan terjadi. Karena manusia akan sadar bahwa keluarga terbentuk atas ikatan. Seluruh manusia ini adalah keluarga Karena terikat dalam penciptaan yang sama yaitu dari Allah SWT.

Selanjutnya, Luqman meminta anaknya untuk mendirikan shalat. Perintah mendirikan shalat ini disandingkan dengan perintah untuk selalu melakukan hal yang baik dan mencegah kemungkran. Shalat adalah tiang agama. Shalatlah yang menjaga hubungan manusia dengan Rabnya tetap tersambung. Shalat adalah kebutuhan hidup yang hakiki. Shalatlah yang merawat manusia istiqomah menjadi hamba dan mengantarkannya menjadi khalifah yang kuat. Pendidikan karakter akan kuat jika generasi muda mampu menjaga shalatnya. Jika generasi muda sudah lalai akan shalatnya maka karakter tidak akan dicapai.

Pesan Luqman berikutnya kepada anaknya adalah tidak bersikap sombong dan angkuh. Sombong dan angkuh bukanlah karakter manusia, melainkan karakter jin, ciptaan Allah dari api. Seperti yang kita ketahui, jin dikeluarkan dari surga-Nya karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap ciptaan Allah yang lain. Jin tidak patut ketika diminta sujud kapada Adam hanya karena dirinya merasa lebih baik dari Adam. Perasaan lebih baik inilah yang menjadi persoalan dan petaka kehidupan manusia. Tidak jarang kerusakan di muka bumi ini karena kesombongan dan keangkuhan manusia. Jika manusia sadar akan dirinya yang hina maka sombong dan angkuh tidak patut berada dalam dirinya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terakhir pesan Luqman adalah perintah untuk hidup sederhana dan melunakkan suara. Akhir-akhir ini kehidupan semakin hedon. Suka memamerkan kekayaan kepada manusia yang lain. Suara seringkali sudah tidak santun lagi. Suara bukan hanya apa yang keluar dari mulut manusia, tapi suara tulisan juga dalam katagori ini. Zaman hoax akhir-akhir ini mengindikasikan suara kita tidak lagi lunak. Ujaran kebencian kepada sesama seakan-akan hal mudah yang dilakukan manusia saat ini. Jika generasi muda kita tidak diajarin untuk melunakkan suara dalam artian hati-hati dalam membuat status atau tulisan dimedia sosial maka karakter yang kuat tersebut akan sulit dicapai.

Inilah sejatinya yang menjadi pekerjaan rumah ulama dan umara dan kita semuanya. Mari berjuang bersama dalam program PPK  ini. Masa depan bangsa ini bergantung dari para generasi muda saat ini. Akhirnya ada baiknya kita renungkan lanjutan ayat dalam QS Al Luqman tersebut ayat 20 yang berbunyi: “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang ada di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang  membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan.” Tidak ada keraguan untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat jika kita mampu menjalankan pendidikan karakter dalam kisah keluarga Luqman ini.





Penulis adalah Wakil Dekan III FKIP Unisma, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Islam Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Konferancab GP Ansor Wonosari Diikuti 12 Ranting

Bondowoso, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal? . Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wonosari mengadakan Konferensi Pimpinan Anak cabang (Konferencab) masa khidmat 2015-2018. Koferencab di Kantor Desa Pasarejo tersebut dihadiri 12 desa Pimpinan Ranting (PR).?

Konferancab GP Ansor Wonosari Diikuti 12 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferancab GP Ansor Wonosari Diikuti 12 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferancab GP Ansor Wonosari Diikuti 12 Ranting

Hadir pada pembukaan, Kepala Desa Paserejo, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Wonosari, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Bondowoso, serta Pimpinan Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Wonosari.?

Acara pada Ahad (13/9) dibuka Camat Wonosari Suryadi. Ia mengatakan siapa yang nantinya terpilih itu merupakan amanat. “Mari kita jalin komonikasi dua arah, komonikasi yang bermakna untuk bersama demi kemajuan desa serta bangsa dan negara," imbaunya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzzamil mengatakan, Konferencab ini berlangsung secara bertahap mengingat masa khidmat PAC-PAC bersamaan berakhir empat bulan lalu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia melanjutkan, pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2 GP Ansor Jawa Timur mempunyai dua amanah yaitu: per tanggal 20 September ada workshop deradikalisasi agama dan akreditasi yang dilakukan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor.

Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor yang hadir dalam Konferencab GP Ansor Wonosari adalah 12 desa yaitu: Kapuran, Jumpong, Wonosari, Lombok Wetan, Sumber Kalong, Pasarejo, Traktakan, Tumpeng, Lombok Kulon, Palalangan, Bendoarum, dan Tangsil Wetan.

Pada pemilihan, peserta memilih Wasil sebagai ketua. Ia mendapat 9 suara sementara Yayan1 suara. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock