Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko

Rabat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Jumat (22/3) kemarin, rombongan delegasi PBNU yang di wakili oleh KH Musthafa Aqil (Katib Syuriyah PBNU), KH ? Zulfa Musthafa (Ketua LBM), KH Mahfudz ? Asirun dan ? Doktor H Nasrullah Jasam telah mengadakan pertemuan dengan jajaran petinggi kementrian wakaf ? di Rabat dan disambut baik oleh Dirjen Urusan Agama Islam Dr. Ahmed Kostas.

"Nahdlatul Ulama itu mempunyai paham kegamaan dengan kami, tentu kami ke depan akan lebih pererat lagi hubungan ini," ujar Dr. Ahmed Kostas.?

Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko

Pada hari yang sama kunjungan ini dilanjutkan ke majlis ‘ilmi al a’la Rabat (Badan Pemberdayaan keilmuan pusat ) dengan mendapatkan sambutan yang sangat baik oleh ? syeikh Dr M. Yesif selaku penasehat raja dan sekjen majlis ilmi al ala Maroko.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada kesempatan ini Yesif mengatakan, "Saya sangat bangga dengan prinsip NU yang mengedepankan tawassut , tawazun, tasamuh dan itidal, tentu ini sangat tepat kita terapkan dalam medakwahkan islam yang rahmatan lil alamin".?

"Beliau juga salut dengan peran NU yang jamaahnya mencapai 40 juta lebih, bahkan kalau ada waktu longgar ulama NU akan diajak jalan-jalan untuk diperkenalkan dengan seluruh ulama Maroko," kata Muanif Ridwan, ketua tanfidziyah PCINU Maroko.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

H Ali Syahbana, wakil ketua Tanfidziyah PCINU Maroko yang juga menjabat sebagai Badan Pengawas Organisasi (BPO) PPI Maroko mengatakan, sore harinya rombongan ini menghadiri acara Maulid Nabi biqiraati Maulid Dibai yang bertempat di di masjid Indonesia, Kenitra. ? Acara ini diadakan oleh PCI NU Maroko bekerja sama dengan KBRI Rabat dan al Majlis al Ilmi al Mahalli Kenitra.?

Turut hadir pula Duta Besar ? Republik Indonesia Untuk Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja beserta sekprinya, Pensosbud KBRI Rabat, Bpk. Suparman Hasibuan, para pengurus dan anggota PCINU Maroko dan juga sejumlah pengurus dan ? anggota PPI Maroko dan para mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Univ. Ibn. Thufail, Kenitra. .?

Dalam kesempatan ini juga rombongan menyempatkan diri untuk mengunjungi asrama mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Univ. Ibn. Thufail, Kenitra.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam?

Kontributor : Kusnadi El-Ghezwa*?

* Koordinator Departemen Media Informasi PPI Maroko dan Koordinator Lajnah Talif wa Nasyr PCINU Maroko.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Meme Islam, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Gresik, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Selain di Jawa Barat, pelajaran sekolah yang melecehkan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga terdapat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) tingkat SMA di Gresik, Jawa Timur.

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Dalam materi LKS kelas XII SMA terbitan CV Hayati Tumbuh Subur yang beralamtkan di Jalan Majapahit, Nayu Barat Nusukan Surakarta itu, di halaman 34-35 dikupas sejarah Kepemimpinan Gus Dur hingga jatuhnya Gusdur dari kursi kepresidenan 

Di LKS itu bertuliskan di antaranya “Puncak jatuhnya Gus Dur dari kursi kepresidenan di tandai oleh Skandal Brunai Gate dan Bulog Gate yang memyebabkan ia terlibat kasus korupsi”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bahkan, ada pertanyaan yang seolah Gus Dur terlibat korupsi itu diulangi lagi di halaman 40 yang menyajikan soal pilihan ganda atau multiple choice , disitui pada no 9 dan 15 disebutkan korupsi yang menimpa Abdurahman Wahid sehingga dipecat dari kursi kepresidenan yaitu… 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Baru di bawahnya ada pilihan jawaban yang menyebutkan ; a. Pertamina Gate, b. Bulog Gate, c. Pelni Gate, d. Garuda Gate dan President Gate. Secara otomartis, banyak siswa menjawab Bulog Gate, karena dalam materinya memang kasus Bulogate yang dijelaskan LKS itu. 

Menanggapi soal siswa-siwi di Kota Santri itu Gerakan Pemuda Ansor meradang dengan temuan LKS tersebut. GP Ansor mendesak Dinas Pendidikan (Diknas) Gresik mencabut semua LKS (Lembar Kerja Siswa) Bidang Sejarah SMA/MA. 

“Ini gerakan struktural yang melecehkan Gus Dur. Diknas harus mencabut dan meminta maaf. Bahkan, mem-black list penerbitnya,” ujar Agus Junaidi, Sekretaris PC GP Ansor Gresik, Senin (10/12) 

Menurut Agus Junaidi, penyebutan dengan bahasa korupsi sangat melecehkan Gus Dur. Padahal Gus Dur bukan hanya dikenal sebagai presiden keempat, namun dikenal juga sebagai Bapak Bangsa. Gus Dur berperan dalam meletakkan paham pluralisme, hingga dia dijuluki juga Guru Bangsa. 

“Kami meminta segera dicabut dan ditarik. Kalau tidak ditarik, kami akan mengerahkan kekuatan anggota Ansor dengan Banser-nya. Bila perlu semua kekuatan NU kami kerahkan mengepung Diknas Gresik,” ancamnya. 

Agus melanjutkan, kata terebut informasinya ternyata di ulang dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal yang diujikan Senin (10/12) kemarin. Hal itu menandakan ada upaya struktural dan massif oleh kelompok-kelompok tertentu yang membunuh karakter kenegarawanan Gus Dur. 

“Kalau pemahaman itu menjadi dasar pemahaman anak muda tentang sejarah, maka para generasi muda memahami Gus Dur adalah pelaku korupsi. Padahal Gus Dur sangat memerangi korupsi di Indonesia,” lanjutnya. 

Ansor kembali menekankan, jika dalam 1×24 jam soal itu tidak segera ditarik, pihaknya akan melakukan aksi di Kantor Dinas Pendidikan. Sebab jika hal ini dibiarkan calon penerus bangsa ini tidak akan pernah menghormati para pahlawan di negeri ini. 

“Kita memberi waktu 1×24 jam. Jika LKS tetap beredar kita akan lakukan demo ke Kantor Dinas Pendidikan. Jika perlu kita akan menemui bupati, karena pendidikan adalah bagian dari tanggungjawab pemerintah daerah,” pungkasnya. 

Menaggapi hal itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik M Nadlif mengaku belum mengetahuinya. Hanya dia meminta perkara ini tidak menjadi polemik. “Ya kasihan Gus Dur. Kami akan meminta sekolah tidak memakai LKS itu lagi,” kata Nadlif. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Lensa Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Santri, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tak kurang dari sepuluh ribu ibu-ibu dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul di arena Kongres Ke-17 Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sejak Rabu (23/11) malam. Hingga Jumat (25/11) padatnya arena kongres tak membuat asrama yang dibangun sejak tahun 1974 itu penuh sampah.

Di sepanjang pagar dan dinding gedung utama hingga lapangan manasik, berjejer karangan bunga dan spanduk ucapan selamat atas perhelatan Kongres Ke-17 Muslimat NU. Sejumlah spanduk iklan menggelorakan kebersihan, tampak memberi sugesti tersendiri bagi para peserta.

Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah

Sejuknya suasana Kongres Muslimat NU diakui petugas keamanan Asrama Haji Pondok Gede, Triokarno (33). “Banyak organisasi bikin kegiatan di sini. Tapi memang, baru kali ini semua panitia dan peserta juga terlibat dan komitmen dalam urusan kebersihan,” paparnya, Jumat (25/11).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Trio teringat, kongres sebuah organisasi tertentu yang dihelat tahun 2013 lalu. “Dulu pernah ada kongres ricuh di sini sampe bakar-bakaran. Kalau kongres yang ini, sepekan sebelum kegiatan, kami sudah diajak berembuk oleh panitia. Dari urusan keamanan sampai urusan kebersihan. Kami merasa sangat terbantu. Karena NU menurunkan banyak relawan,” imbuhnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk urusan kebersihan saja, menurut Trio, ada 150 relawan yang terlibat. Belum untuk urusan keamanan, konsumsi dan sebagainya. Itu, kata Trio, disampaikan Panitia Kongres dalam rapat gabungan bersama pengelola Asrama Haji, Kamis (17/11).

“Mereka yang berkaos biru itu dari pelajar, yang berkaos putih dari Banser. Yang berbatik dari mahasiswa NU (PMII) katanya. Termasuk dari TNI dan Kepolisian juga ikut serta membantu. Jadi kalau ada yang perlu digotong, mereka semua sigap membantu,” jelasnya.

Koordinator Publikasi dan Dokumentasi Panitia Kongres Muslimat Ke-17 NU Rizky Wijayanti mengungkapkan, para peserta memang diberi arahan khusus oleh Pimpinan Pusat Muslimat NU untuk menyukseskan kegiatan, tak hanya dari sisi acara, tapi juga dari sisi kebersihan.

“Ini inisiatif dari Muslimat untuk memberi teladan bagi yang lain. Bahwa dalam berkegiatan apa pun, dengan massa sebanyak apa pun, kita bisa berkomitmen menjaga lingkungan,” kata Rizky.

Kampanye menjaga lingkungan itu, bahkan juga didengungkan berkali-kali di ruang Media Centre. Para panitia tak henti-hentinya mengingatkan para jurnalis untuk membuang sampah bekas makan dan minum, di tempat yang telah disediakan. “Tolong ya wartawan yang ganteng dan cantik, setelah makan, sisanya jangan ditinggal di meja. Tapi dibuang ke tempat sampah ini,” kata Enny Jamilah, panitia yang standby di ruang Media Centre. (Abdul Malik Mughni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu

Palu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuka Kongres XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Masjid Agung Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5). Pada kesempatan itu, Presiden meminta kepada masyarakat Indonesia untuk berhenti dari saling memghujat, memfitnah, mendemo, demi keutuhan persatuan Indonesia.?

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu

"Jangan lupa jaga persatuan kita. Kita ini saudara," katanya pada kongres bertema "Meneguhkan Konsensus Negara untuk Indonesia Berkeadaban" yang berlangsung 15-19 Mei itu?

Menurut presiden yang akrab disapa Jokowi itu, jika masyarakat terus-terusan saling menghina, menghujat, dan mendemo, maka Indonesia tidak maju-maju, jauh tertinggal dari negara-negara lain.

"Habis energi kita kalau terus-terusan pada hal-hal kaya ini," katanya.

Jokowi mengingatkan bahwa, perbedaan yang ada pada Indonesia baik dari segi agama, suku, bahasa dan yang lainnya merupakan hukum dan takdir Tuhan yang harus disyukuri.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

? "Kita memang berbeda, kita beraneka ragam. Tapi inilah kekuatan kita," katanya.?

Jokowi didampingi Menko PMK Puan Maharani, Gubernur Sulawesi Tengah Loki Janggola, dan ketua Umum PB PMII Aminudin Maruf membuka kongres dengan menabuh bedug.?

"Dengan mengucapkan bismillahirrahim. Kongres Ke-19 dibuka, " ujar jokowi diikuti menabuh bedug.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tampak hadir kabinet kerja seperti Menpora Imam Nahrawi, Menristekdikti M. Natsir, Menakertrans Hanif Dakiri, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dan lain-lain. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Setelah dilakukan tabulasi, telah terpilih anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) melalui proses pemilihan yang dilakukan oleh Muktamirin. Pjs Rais Aam KH Musthofa Bisri dan KH Hasyim Muzadi ternyata tidak termasuk dalam Sembilan nama tersebut.

Berikut daftar anggota Ahwa pilihan para Muktamirin, Rabu (5/8) di ruang sidang komplek alun-alun Jombang, Jawa Timur beserta perolehan suaranya.

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih

KH Makruf Amin Jakarta, (313 suara)

KH Nawawi Abdul Jalil Pasuruan Jatim (302)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

TGH Turmudzi Badruddin NTB (298)

KH Kholilul Rahman Martapura, Kalsel (273)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KH Dimyati Rais Jateng (236)

KH Ali Akbar Marbun Sumatra Utara (246)

KH Maemun Zubeir Jateng  (156)

KH Makhtum Hannan Jabar (142)

KH Mas Subadar Pasuruan Jatim (135)

Begitu ditetapkan nama-nama tersebut, mereka akan bersidang untuk memilih Rais Aam PBNU yang akan memimpin NU periode 2015-2020. Mereka mengadakan pemilihan rencananya pada pukul 08.00 WIB malam. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu?

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pola relasi organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tidak bisa sebatas mengandalkan modernisasi struktur. Memasuki abad ke-2, NU sebagai organisasi harus mampu mengkombinasi empat pilar kekuatan yang dimilikinya, nasab, sanad, struktur, dan kultur.?

Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu?

Empat elemen ini, merupakan penataan pola relasi yang baik organisasi NU menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis dan terbuka. Sebaliknya, justru yang terjadi hari ini adalah rasa memiliki yang semakin kuat, tanpa diiringi rasa tanggungjawab.?

“Banyak pihak lebih mudah mengatasnamakan NU sebagai jalan pintas mendapat keuntungan, tanpa memikirkan dampaknya buat organisasi, termasuk warga NU,” kata Hery Haryanto Azumi, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Wasekjen PBNU), Ahad (23/10/2016).

Ia menegaskan, hubungan nasab dan sanad, harus teraplikasi dalam bentuk tanggungjawab struktural dan kultural. Hal ini dilakukan agar setiap program kerja yang digagas bisa terukur. Terutama mengukur setiap risiko dari program kerja.?

“Implikasinya terhadap masa depan organisasi NU itu juga harus dipetakan,” tegas mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) ini.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kemudian dimana pentingnya Sanad? Ditanya demikian, Hery-demikian ia akrab disapa menambahkan, adalah menanamkan posisi pengetahuan sebagai pondasi dalam perjalanan peradaban manusia. Harapannya, ada gambaran tentang peta pengetahuan secara sektoran dan sebarannya.?

Berarti, lanjut dia, menjadi penting kekuatan sumber daya di tubuh organisasi NU. Sumber daya sosial menjadi basis legitimasi bagi keberadaan NU itu sendiri, baik itu kemarin, hari ini dan masa mendatang. “Ini perlu dukungan kemampuan sumber daya manusia pada struktur organisasi NU, sebagai pelaksana mandat sosial,” ujarnya lagi.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Modernisasi struktur yang terjadi hari ini, tidak mengikutsertakan nasab dan sanad. Kondisi ini berbahaya dan justru bisa memicu konflik kekuatan struktural dengan kultural, Hery menambahkan.?

Seharusnya, struktur NU mampu mengakomodir kepentingan atau kebutuhan warga NU, dengan melakukan social service sebagai upaya membangun komunikasi timbal balik - simbiosis mutualisme antara jam’iyyah dengan jamaah.

“Semua tidak akan berjalan baik, apabila nalar kekuasaan dan mencari keuntungan lebih dominan. Sense of belonging harus seiring dengan sense of responsibility,” tegasnya.?

Untuk itu ke depan, lanjut dia, organisasi NU harus mengintegrasikan empat kekuatan tadi, nasab, sanad, struktur dan kultur, yang fungsinya saling menguatkan. “Cara yang bisa menyatukan kekuatan itu melalui permusyawaratan ulama. Permusyawaratan ulama ini menjadi pengikat,” tandasnya. (Aras/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Jeddah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Syekh Saad al-Hijri, anggota komite yurisprudensi Provinsi Asir, Arab Saudi, membuat geger warga di negara setempat usai mengatakan bahwa perempuan tak semestinya mengemudikan kendaraan karena tidak ada dalil agama yang mendukung tentang itu.

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Lebih lanjut al-Hijri mengatakan, perempuan hanya memiliki seperempat akal sehingga ia tak bisa membuat keputusan saat berada di balik kemudi.

Al-Hijri melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah ceramah di depan khalayak di kota Khamis Mushait barat daya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (22/9).

Ceramah al-Hijri pun mengundang kemarahan dari para pengguna media sosial di Arab Saudi. Mereka ramai-ramai menuntut agar pemerintah melarangnya berceramah dan menerbitkan fatwa. Reaksi ini direspon oleh Gubernur Asir Pangeran Faisal bin Khalid bin Abdulaziz dengan mencekal al-Hijri dari aktivitas ceramah.

Juru bicara gubernur Asir, Saad bin Abdullah al-Thabet, dalam sebuah siaran pers mengatakan, Pangeran Faisal telah mengeluarkan perintah untuk merespon pernyataan al-Hijri yang membuat gempar jagat media sosial dan mengecewakan banyak orang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Thabet menambahkan, pembebas-tugasan al-Hijri dari kegiatan berceramah merupakan langkah yang bertujuan untuk membatasi pemanfaatan mimbar keagamaan sebagai ajang produksi statemen kontroversial dan merendahkan orang.

Ia bahkan mengingatkan, keputusan serupa akan diambil terhadap siapa pun yang mencoba memanfaatkan mimbar agama untuk menyuarakan pendapat yang merendahkan orang. (Red: Mahbib)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Kajian Islam, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock