Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Perjuangan Politik NU Tak Harus Melalui Partai

Cilacap, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam lintasan sejarah, NU memiliki peran politik yang sangat signifikan. Kenyataan ini dibuktikan dengan kiprah organisasi para kiai ini dalam mempengaruhi kebijakan publik secara nasional maupun internasional. Peran ini justru banyak terjadi ketika NU di luar jalur partai.

Pandangan ini disampaikan Ketua PBNU H Imam Azis dalam sesi diskusi Bahtsul Masail Nasional yang digelar Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) di Pondok Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (8/5) malam.

Perjuangan Politik NU Tak Harus Melalui Partai (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Politik NU Tak Harus Melalui Partai (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Politik NU Tak Harus Melalui Partai

Imam menunjukkan fakta perjuangan NU pra-kemerdekaan hingga menjelang NU menjadi partai politik pada 1952. Saat itu para kiai mampu mengintervensi kebijakan kolonial Belanda dan Jepang, hingga terlibat dalam proses-proses menentukan pembentukan dan penyelenggaraan Republik Indonesia bersama jaringan yang dimiliki.

”Jadi, kalau NU ingin berperan secara politik, jalurunya tidak harus melalui partai,” tegasnya. Menurut Imam, NU pasca menjadi partai memang memiliki kantong suara yang cukup menjanjikan, tapi, produktivitasnya menurun hingga akhirnya kembali ke khittah pada 1984.

Di era demokrasi pascareformasi, lanjut Imam, NU berada di dalam ancaman ”pusaran uang” yang sangat kencang. Independensi organisasi sosial-keagamaan ini ditantang untuk konsisten menjadi motor perubahan meski tanpa kendaraan partai. Di jalur non-partai, NU dapat memerankan politik secara lebih luas.

”Artinya apa? Partai politik itu bukan keniscayaan bagi NU,” tuturnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Nahdlatul Ulama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia

Rembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kiai Muhammad Yamin tutup usia, Ahad (19/10), bakda ashar. Ia meninggal dunia setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kudus, Jawa Tengah.

Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia

Menurut KH Ali Armani, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Kaliori, Kiai Yamin sudah lama menderita penyakit gula. Tetapi dengan penuh semangat, ia tetap aktif di setiap kegiatan NU, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten.

"Mbah Yamin sosok yang sangat penyemangat,. Lebaran kemarin saja memaksa untuk pulang meski dirawat di rumah sakit hanya untuk dapat bersilaturahim dengan para pengurus NU dan para santri,” ujanrya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ali Armani menambahkan, di duania pendidikan sosok Kiai Yamin merupakan pionir bagi berdirinya madrasah diniyah awaliyah Tuhfatul Huda Desa Pengkol, Kecamatan Kaliori. Madrasah ini telah melahirkan ribuan santri yang desa Desa Pengkol dan sekitarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Mbah Yamin adalah guru bagi para santri yang ada di wilayah Kecamaan Kaliori. Kiprahnya di dunia pendidikan pesantren sudah tidah diragukan lagi,” tuturnya.

Kiai Muhammad Yamin lahir di Rembang 10 November 1951, dan wafat dalam usia ke-64 tahun. Ia merupakan warga Desa Pengkol Kecamatan Kaliori. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Gresik, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Selain di Jawa Barat, pelajaran sekolah yang melecehkan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga terdapat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) tingkat SMA di Gresik, Jawa Timur.

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Dalam materi LKS kelas XII SMA terbitan CV Hayati Tumbuh Subur yang beralamtkan di Jalan Majapahit, Nayu Barat Nusukan Surakarta itu, di halaman 34-35 dikupas sejarah Kepemimpinan Gus Dur hingga jatuhnya Gusdur dari kursi kepresidenan 

Di LKS itu bertuliskan di antaranya “Puncak jatuhnya Gus Dur dari kursi kepresidenan di tandai oleh Skandal Brunai Gate dan Bulog Gate yang memyebabkan ia terlibat kasus korupsi”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bahkan, ada pertanyaan yang seolah Gus Dur terlibat korupsi itu diulangi lagi di halaman 40 yang menyajikan soal pilihan ganda atau multiple choice , disitui pada no 9 dan 15 disebutkan korupsi yang menimpa Abdurahman Wahid sehingga dipecat dari kursi kepresidenan yaitu… 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Baru di bawahnya ada pilihan jawaban yang menyebutkan ; a. Pertamina Gate, b. Bulog Gate, c. Pelni Gate, d. Garuda Gate dan President Gate. Secara otomartis, banyak siswa menjawab Bulog Gate, karena dalam materinya memang kasus Bulogate yang dijelaskan LKS itu. 

Menanggapi soal siswa-siwi di Kota Santri itu Gerakan Pemuda Ansor meradang dengan temuan LKS tersebut. GP Ansor mendesak Dinas Pendidikan (Diknas) Gresik mencabut semua LKS (Lembar Kerja Siswa) Bidang Sejarah SMA/MA. 

“Ini gerakan struktural yang melecehkan Gus Dur. Diknas harus mencabut dan meminta maaf. Bahkan, mem-black list penerbitnya,” ujar Agus Junaidi, Sekretaris PC GP Ansor Gresik, Senin (10/12) 

Menurut Agus Junaidi, penyebutan dengan bahasa korupsi sangat melecehkan Gus Dur. Padahal Gus Dur bukan hanya dikenal sebagai presiden keempat, namun dikenal juga sebagai Bapak Bangsa. Gus Dur berperan dalam meletakkan paham pluralisme, hingga dia dijuluki juga Guru Bangsa. 

“Kami meminta segera dicabut dan ditarik. Kalau tidak ditarik, kami akan mengerahkan kekuatan anggota Ansor dengan Banser-nya. Bila perlu semua kekuatan NU kami kerahkan mengepung Diknas Gresik,” ancamnya. 

Agus melanjutkan, kata terebut informasinya ternyata di ulang dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal yang diujikan Senin (10/12) kemarin. Hal itu menandakan ada upaya struktural dan massif oleh kelompok-kelompok tertentu yang membunuh karakter kenegarawanan Gus Dur. 

“Kalau pemahaman itu menjadi dasar pemahaman anak muda tentang sejarah, maka para generasi muda memahami Gus Dur adalah pelaku korupsi. Padahal Gus Dur sangat memerangi korupsi di Indonesia,” lanjutnya. 

Ansor kembali menekankan, jika dalam 1×24 jam soal itu tidak segera ditarik, pihaknya akan melakukan aksi di Kantor Dinas Pendidikan. Sebab jika hal ini dibiarkan calon penerus bangsa ini tidak akan pernah menghormati para pahlawan di negeri ini. 

“Kita memberi waktu 1×24 jam. Jika LKS tetap beredar kita akan lakukan demo ke Kantor Dinas Pendidikan. Jika perlu kita akan menemui bupati, karena pendidikan adalah bagian dari tanggungjawab pemerintah daerah,” pungkasnya. 

Menaggapi hal itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik M Nadlif mengaku belum mengetahuinya. Hanya dia meminta perkara ini tidak menjadi polemik. “Ya kasihan Gus Dur. Kami akan meminta sekolah tidak memakai LKS itu lagi,” kata Nadlif. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Lensa Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Santri, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Kisah Budak Batal Masuk Neraka Karena Sedekah

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, bahwa suatu saat ia telah membeli seorang jariyah, seorang budak wanita. Sesaat kemudian, Malaikat Jibril turun ke bumi dan berkata kepada Nabi Muhammad salallahu alaihi wasalam,

Kisah Budak Batal Masuk Neraka Karena Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Budak Batal Masuk Neraka Karena Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Budak Batal Masuk Neraka Karena Sedekah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Wahai Muhammad, keluarkanlah budak itu dari rumahmu! karena sesungguhnya ia adalah ahli neraka" perintah Jibril.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Syahdan, Nabi pun mengutarakannya kepada Aisyah. Lalu Aisyah pun dengan perasaan iba, melepas kepergian sang budak.?

Bagaimana Aisyah tidak bersedih, jika tiba-tiba saja turun wahyu bahwa budak tersebut harus dikeluarkan dan tercatat sebagai ahli neraka pula. Padahal, Aisyah tanpa tahu-menahu sebab musabab mengapa ia ditakdirkan menjadi ahli neraka.

Dengan wajah penuh kasih, Aisyah pun melepas kepergiannya dengan memberi beberapa kurma sebagai bekal.

Di tengah jalan, sang budak merasa kelelahan. Teringat ia akan bekal yang dibawakan oleh majikannya, Aisyah. Dimakannya dengan lahap kurma itu. Namun disaat ia menikmati bekal kurma, datanglah kepadanya seorang faqir meminta-minta.?

Meskipun lapar, dan sesungguhnya ia juga masih membutuhkan bekal kurma, sang budak memberikan sebagian kurma yang tersisa kepada faqir tersebut.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia merasa iba, hingga tak ada satu kurma pun tersisa untuknya. Ia berikan seluruh sisa kurma pemberian Aisyah kepada faqir tersebut.

Betapa dahsyat kekuatan sedekah. Tak lama kemudian setelah sang budak memberikan kurma kepada seorang faqir tadi. Malaikat Jibril kembali turun ke bumi dan mewahyukan kepada Nabi Muhammad bahwa ia diperintah untuk kembali mebiarkan sang budak di rumahnya.?

Karena sungguh, akibat sedekah sang budak, rahmat Allah turun dan ia pun "batal" masuk neraka. (Ulin Nuha Karim)

-Sumber: Kitab Risalah Nawadirul Hikayah karya Ahmad Syihabuddin bin Salamah Al Qulyubi?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah

Mataram, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Peraturan Mentri Pendidkan dan kebudayaan tentang Full Day School (FDS) atau 8 jam per hari serta? lima hari sekolah mendapat? respon keras penolakan dari GP Ansor NTB bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama setempat. Rencananya mereka akan melakukan aksi damai besar-besaran bersama ribuan santri serta banom-banom yang ada di lingkungan NU.

Hal ini disampaikan oleh Ketua GP Ansor NTB H Zamroni Aziz kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di Mataram, Kamis (10/8).

Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah

GP Ansor NTB rencananya bersama ribuan warga NU termasuk para pimpinan pesantren, madrasah-madrasah, mahasiswa, pemuda, Banser, PMII, IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat dan yang lainnya, akan melakukan aksi besar-besaran menolak Full Day School.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Aksi ini akan kami lakukan sebagai bentuk protes keras kebijakan FDS yang akan diterapkan. Sudah jelas dan tegas kami menolak kebijakan Mendikbud RI Muhadjir," kata Kasubag Humas Kanwil Kemenag Provinsi NTB ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pihaknya ini sedang berkoordinasi dan melakukan persiapan untuk aksi menolak kebijakan Full Day School bersama ribuan santri untuk turun aksi di Kota Mataram.

Rencana aksi besar-besaran akan diadakan pada Rabu 16 Agustus 2017 mendatang. Hal ini merupakan bagian dari amanah instruksi PBNU kepada seluruh pengurus wilayah hingga ranting serta banom NU di seluruh Indonesia atas kebijakan Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang hari sekolah yang merugikan dan mengancam eksistenis madrasah diniyah.

Di samping itu pihaknya juga menegaskan akan mendesak pemerintah di masing-masing daerah (Gubernur, Walikota, dan Bupati) untuk menolak Permendikbud No 23 tahun 2017 itu.

"Sesuai instruksi dari PBNU, maka kami dari keluarga besar NU NTB berencana menggelar aksi damai untuk menolak Permendikbud 23 tahun 2017 tentang hari sekolah itu," tutupnya. (Hadi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Tanggulangi Radikalisme dan Terorisme, BNPT-Fatayat NU Gelar Sarasehan dan Luncurkan Daiyah

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama PP Fatayat NU selenggarakan Sarasehan Pencegahan Paham Radikal Terorisme, sekaligus peluncuran Daiyah Anti Radikalisme di hotel Papandayan, Bandung, Jawa Barat, Kamis-Sabtu (20-22/4).

Kasubdit Pengawasan dan Kontra Propaganda BNPT, Sujatmiko mengatakan, pemerintah dalam hal ini BNPT terus bertindak tegas dalam menghadapi berbagai permasalahan radikalisme dan terorisme yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Tanggulangi Radikalisme dan Terorisme, BNPT-Fatayat NU Gelar Sarasehan dan Luncurkan Daiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggulangi Radikalisme dan Terorisme, BNPT-Fatayat NU Gelar Sarasehan dan Luncurkan Daiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggulangi Radikalisme dan Terorisme, BNPT-Fatayat NU Gelar Sarasehan dan Luncurkan Daiyah

Menurutnya, upaya menangkal radikalisme dan terorisme akan maksimal apabila upaya tersebut tumbuh dari seluruh lapisan masyarakat termasuk di dalamnya kalangan perempuan dan anak-anak.

“Fatayat NU memiliki semangat yang tinggi untuk meningkatkan peningkatan kualitas da’iyah, untuk mencegah faham radikal baik dikeluarga maupun di masyarakat,” katanya.

Harapan tersebut diungkapkan karena melihat basis jamaah Fatayat yang ada diseluruh Indonesia ? serta kepengurusan dari pusat sampai ranting. ? “Secara luas pengaruh paham radikalisme dan terorisme akan semakin sempit, akan semakin kita tutup,” ujarnya.

Acara ini dibuka oleh kepala BNPT Suhardi Alius dan dihadiri sekitar 500 peserta yang terdiri dari pengurus Pusat dan pengurus Wilayah Fatayat NU se-Jawa, Ormas dan perwakilan OKP,?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan Sarasehan dan peluncuran daiyah ini sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) ? ke-67 Fatayat NU dengan mengangkat tema "Peran Perempuan di dalam Pencegahan Radikalisme di Indonesia". (Husni Sahal/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI), Mohammad Nuh mengatakan untuk memajukan wakaf nasional, langkah pertama yang akan dilakukan adalah pemetaan potensi wakaf.

“Lalu menetapkan langkah-langkah untuk mentransformasikannya menjadi kekuatan riil,” demikian Nuh tak lama setelah penetapannya sebagai Ketua Pelaksana BWI, Rabu (29/11) di Jakarta.

Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia

(Baca: Mohammad Nuh Nahkodai Badan Wakaf Indonesia)

Pria yang juga Ketua PBNU itu menegaskan BWI akan memperbesar input wakaf dan memperkuat dalam tata tata kelolanya. Dalam melaksanakan kerja-kerja wakaf di BWI, ia menekankan akan mengedepankan kebersamaan dan menjauhi pertengkaran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Karena dengan kebersamaan kita bisa kuat, tetapi dengan pertengkaran kita akan kehilangan tiga hal, yaitu keberkahan, energi, dan kesempatan,” Nuh menambahkan.

Pihaknya berkeyakinan jika transformasi potensi wakaf menjadi kekuatan riil berhasil dilakukan bersama para nazhir, dampaknya akan sangat besar untuk mengangkat marwah Islam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang.

Sebelunnya ia menegaskan dengan terpilihnya anggota BWI, harus ditunaikan dengan kinerja sebaik-baiknya.

"Untuk memajukan wakaf nasional sehingga wakaf bisa berkontribusi lebih besar untuk kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara," tandasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, AlaNu, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock