Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan

Pati, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurussalam Dr KH A. Sahal Mahfudh yang juga Rais Aam PBNU mahasiswa atau santri yang telah lulus dari lembaga pendidikan agar mampu menjadi tauladan bagi masyarakat.

Kiai Sahal menyampaikan hal itu dalam acara wisudah pertama Sekolah Tingga Agama Islam Mathaliul Falah (STAIMAFA) Kajen-Pati, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan

Dalam kesempatan itu, Kiai Sahal juga menekankan pentingnya rasa syukur. “Syukur tidak hanya sekedar mengucap kata hamdalah, tetapi lebih dari itu. Yaitu pada bagaimana kita bersyukur kepada Allah, juga bagaimana kita meningkatkan kinerja diri,” tegasnya di depan 65 wisudawan-wisudawati dan wali murid serta tamu undangan. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia berpesan agar keberhasilan dalam menyelesaikan studi tidak lantas menimbulkan rasa bangga, karena amanat dan tanggung jawab yang dibawa tidaklah mudah. 

Acara yang bertempat di aula kampus itu juga dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Kepala Kantor Kementerian Agama Pati Drs H. Ahmad Mudzakir MSi,  Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah dan rektor IAIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Muhibbin M. Ag.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan itu, Ketua STAIMAFA, H. Abdul Ghaffar Razien, M.Ed, mengatakan dirinya sangat bersyukur atas kerja keras seluruh dosen dan mahasiswa di kampus itu, hingga pada prosesi wisuda. 

Ia juga mengatakan bahwa wisuda kali ini menjadi tonggak sejarah mencetak mahasiswa-santri yang memiliki kontribusi dalam pengembangan masyarakat. 

“Prosesi wisuda ini merupakan tonggak sejarah (milestone) bagi lembaga STAIAMAFA, agar dalam perkembangan berikutnya dalam mengabdi kepada masyarakat dengan sistem perguruan tinggi riset berbasis nilai-nilai pesantren,” ungkapnya. Razien juga mengharapkan agar mahasiswa tidak berhenti berproses setelah wisuda, namun terus belajar dan mengabdi dengan karakter mahasiswa yang memperjuangkan nilai-nilai moral berbasis pesantren.  

Sementara itu, dalam pidato laporan akademik oleh Wakhrodli M.Si (Pembantu Ketua STAIMAFA), menjelaskan bahwa wisuda perdana ini terdiri dari 16 mahasiswa prodi PMI (Perkembangan Masyarakat Islam), 24 Mahasiswa prodi PBA (Pendidikan Bahasa Arab) dan 25 mahasiswa prodi PS (Perbankan Syari’ah). Dari 65 peserta, 23% meraih peringkat mumtaz atau istemewa, dengan IPK tertinggi 3,79.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Munawir Aziz

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

KH Asyhari Abta: 2014, NU Seperti Gadis Cantik

Sleman, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menjelang tahun 2014, warga NU menjadi seperti gadis-gadis cantik yang akan dipinang seorang pria. Kalau ingin berhasil, maka meminangnya dan maharnya harus baik.

Demikian perumpamaan menarik yang disampaikan oleh KH Asyhari Abta, Rais Syuriah PWNU DIY, dalam sambutannya pada acara Syawalan dan Pamitan Calon Jama’ah Haji Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta, Sabtu (31/08), di Halaman Gedung SDNU, Jl. Ringroad Barat, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Perumpamaan yang disampaikan tersebut memiliki pesan akan pentingnya bagi warga NU untuk tetap bersikap netral terhadap semua partai politik, menjelang Pemilu tahun 2014 nanti. Karena warga NU dapat dipastikan akan ‘dipinang’ oleh berbagai partai politik.

KH Asyhari Abta: 2014, NU Seperti Gadis Cantik (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Asyhari Abta: 2014, NU Seperti Gadis Cantik (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Asyhari Abta: 2014, NU Seperti Gadis Cantik

“Kita mendukung politik kebangsaan, bukan kepentingan. Kita harus bersikap netral dan sama terhadap semua partai politik. Warga NU juga jangan sampai memakai label NU untuk kepentingan seseorang,” himbaunya dihadapan warga NU Yogyakarta pagi menjelang siang itu.

KH Asyhari Abta menambahkan, bahwa tidak ada kebenaran muthlak di dalam dunia politik. Ia juga menekankan akan pentingnya “Akhlaqul Karimah” dalam Pemilu nanti.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sikap NU harus diperjelas lagi, jangan sampai NU jadi tunggangan, atau kendaraan bagi politik. Siapapun yang ingin memanfaatkan warga NU, harus dengan akhlaqul karimah,” tandasnya.

Acara yang berlangsung pagi hingga siang tersebut dimeriahkan oleh Group Rebana SDNU Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta, serta dihadiri pula oleh Al-Habib KH Said Agil Husin Al-Munawar sebagai Pembicara, PBNU, Perwakilan Gubernur DIY, segenap warga Nahdliyin Se-Yogyakarta, Calon Jama’ah Haji NU Yogyakarta, PCNU, IPNU-IPPNU, serta para wali murid SDNU. (Dwi Khoirotun Nisa’/Anam)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Cerita, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Ketua MUI Lampung Kenang Kejenakaan KH Hasyim Muzadi

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kamis Pagi (16/3) sekitar pukul 06.15 WIB Ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) KH Ahmad Hasyim Muzadi berpulang ke Rahmatullah. Kiai Hasyim Muzadi, Ketua PBNU periode 1999-2009 dipanggil Allah SWT setelah beberapa kali dirawat dirumah sakit pada usia 72 tahun.

Ketua MUI Lampung Kenang Kejenakaan KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua MUI Lampung Kenang Kejenakaan KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua MUI Lampung Kenang Kejenakaan KH Hasyim Muzadi

Pendiri International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini merupakan Ulama yang kiprahnya sudah mendunia. Keuletan dan komitmennya dalam menyebarkan Islam rahmatan lil alamin sudah diakui oleh dunia.

Kesan inilah yang dirasakan oleh Ketua MUI Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid ? pernah mendampingi lawatan Kiai Hasyim ke luar negeri dalam rangka syiar Islam.

"Saya tidak hanya kenal, bahkan memiliki hubungan dekat. Saya pernah diberi kesempatan untuk mendampingi beliau ke Negeri China selama 8 hari pada 4-12 Juni 2007 untuk melakukan muhibbah, dan menyebarkan paham Islam rahmatan lil alamin pada komunitas muslim di negri tirai bambu itu," kata Kiai Khairuddin yang saat itu menjadi Ketua PWNU Provinsi Lampung periode 2002-2007.

Menurutnya, Kiyai Hasyim Muzadi adalah sosok yang populer dan populis. Ia adalah seorang agamawan dan sekaligus negarawan. "Wawasan beliau sangat luas, tidak hanya dalam bidang agama, tetapi juga sangat mendalam pengatahuannya tentang politik, hukum, budaya dan sejarah," tegasnya, Kamis siang (16/3).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain sebagai seorang ulama kharismatik tambahnya, Kiyai Hasyim juga merupakan seorang kiai yang sangat jenaka. "Saya ingat betul kumpulan kejenakaan beliau dirangkum dalam sebuah buku," jelas Kiai Khairuddin yang juga memiliki selera humor yang tinggi ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pemikiran Kiai Hasyim menurutnya sangat orisinil dan visioner jauh kedepan. "Sering beliau mengatakan, orang zaman dulu itu, kalau ngomong sesuatu yang berat, yang rumit, bisa dibicarakan dengan cara yang mudah. Sementara orang zaman sekarang, ngomong hal mudah, tapi dibicarakan dengan cara yang sulit dan ruwet. Menurut mereka semakin rumit ngomongnya semakin ilmiah," kata Kiai Khairuddin diiringi senyum khasnya.

Kiai Khairuddin berharap ummat Islam khususnya warga NU mampu meneladani kiprah dan kepribadiannya. "Kami warga NU bangga punya tokoh panutan seperti beliau. Kami sangat terkesan dengan kesantunan dan kearifan beliau. Kami butuh tokoh seperti beliau. Selamat jalan Pak Kiai Hasyim, semoga Allah SWT memberi tempat yang mulia, amin," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Bahtsul Masail, Habib, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang mengabdi di Desa Geneng Batealit bekerja sama dengan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC Hipmi) Kabupaten Jepara mengadakan pelatihan pengembangan dan pemasaran produk.

Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Desa Geneng, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (9/2) itu diikuti 30 peserta yang merupakan pelaku usaha kecil se-Desa Geneng, di antaranya usaha batik tulis Jepara, sirup Jahe, kerajinan aksesori, meubel, catering, dan lainnya.

Lukman Ihsanuddin, koordinator desa kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan pengembangan dan pemasaran produk merupakan progam KKN Unisnu Desa Geneng. Tujuannya untuk mengenalkan potensi daerah, seperti batik tulis Jepara, boga, dan kerajinan aksesori kepada masyarakat Jepara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kegiatan ini kami sesuaikan dengan tema KKN Unisnu 2016, yaitu ‘Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Potensi Daerah Berbasis Penguatan Keagamaan’. Dan kami mengajak kerja sama dengan BPC Hipmi Jepara, karena organisasi tersebut memiliki jaringan bisnis yang luas," tambah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Umun BPC Hipmi Kabupaten Jepara Syamsul Anwar mengatakan, pihaknya memang merasa bertugas untuk menularkan semangat dan pengalaman dalam berwirausaha untuk mengembangkan dunia usaha di Kabupaten Jepara.

"Kami tidak hanya memikirkan pekerjaan dalam bisnis usaha yang kami jalani, tapi juga memikirkan bagaimana agar dunia usaha yang sudah ada bisa berkembang menjadi lebih baik lagi, dan kami mendampingi pada pelaku usaha agar bisa mengakses pasar sehingga produk-produk lokal bisa ekspor," kata Syamsul.

Ia juga menambahkan, batik tulis Jepara perlu diperjuangkan seperti halnya kain tenun Troso yang awal-awal juga membutuhkaan perjuangan bersama, dan hasilnya sekarang tenun Troso menjadi andalan bagi Jepara, dan tidak menutup kemungkinan batik tulis Jepara juga akan seperti tenun Troso.

Dwi Bambang Hermawan, petinggi Desa Geneng menyampaikan terima kasih kepada Tim KKN Unisnu dan Hipmi Jepara yang telah mengadakan pelatihan pengembangan dan pemasaran produk bagi warga Desa Geneng.

"Ini juga ikut membantu progam Pemerintah desa Geneng dalam meminimalisir pengangguran, sehingga menciptakan penghasilan bagi warga kami. Dan pengembangan dalam dunia usaha perlunya menekankan pada produk dengan selalu kreatif dan inovatif," tambah pria berumur 33 tahun ini.

Pelatihan yang dimoderatori Miswan Anshori, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum, memberikan pengantar pentingnya strategi dalam mengembangkan dan memasarkan usaha dalam dunia bisnis, salah satunya yaitu dengan fokus pada usaha.

"Menjadi pengusaha jangan cepat menyerah, dan jadikan kegagalan sebagai cambuk untuk bangkit menjadi lebih baik," kata Muhammad Habli Mubarok, narasumber dalam pelatihan tersebut.

Ia memberikan strategi pada peserta pelatihan dalam pengembangan usaha, yaitu harus fokus dalam masa depan usaha, fokus kesempatan dengan 80 persen peluang, dan 20 persen problem. Sukses apa yang ada dan buatlah itu semua menjadi sebuah kejadian nyata.

Peserta tampak sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut, terlihat dari beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan pada sesi tanya jawab. Ibu April, salah satu pembatik Desa Geneng, menanyakan bagaimana membangun mental dalam berwirausaha.

Lain halnya yang ditanyakan Faridatun, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Geneng yang memproduksi sirup jahe. Ia menanyakan tentang kiat bersaing dalam memasarkan produk. Adapun yang ditanyakan oleh Siti Rofiatun pengrajin aksesoris, sudah beberapa kali memasarkan produknya, tapi terkadang masih belum bisa memasarkan secara luas.

"Membangun mental wirausaha harus berani, karena dunia usaha kadang juga ada untung dan ruginya. Memasarkan produk agar bisa bersaing perlunya dibuat yang menarik kemasannya, bagaimana izin administrasinya dan tentunya label. Lakukan promosi terus menerus, sehingga produk tersebut menjadi dikenal banyak orang," jawab Mubarok.

"Hipmi merupakan mitra dari Pemerintah Kabupaten Jepara untuk membangun dan mencarikan solusi atas apa yang menjadi masalah bagi pelaku usaha," tambah Syamsul saat memberikan kesimpulan dalam pelatihan tersebut. (Muhammad Miqdad Syaroni/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, Daerah, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 08 Januari 2018

IPNU Jatim Gelar Pekan Pendidikan Jawa Timur 2016

Surabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Jawa Timur menggelar Pekan Pendidikan Jawa Timur 2016, Rabu (25/3). Pekan Pendidikan dilaksanakan di Sport Center UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dengan di hadiri 1200-an pelajar dan mahasiswa se-Jawa Timur.

IPNU Jatim Gelar Pekan Pendidikan Jawa Timur 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jatim Gelar Pekan Pendidikan Jawa Timur 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jatim Gelar Pekan Pendidikan Jawa Timur 2016

Pekan Pendidikan di konsep dengan dialog publik dan deklarasi pelajar tertib berlalu lintas oleh Dishub Jawa Timur. ? Acara dibuka oleh Rektor UINSA H Abdul A’la. Kemudian dilanjutkan dialog publik yang dipandu moderator Suko Widodo (Unair). Turut hadir juga beberapa akademisi, antara lain KH Ali Maschan Moesa, Murtadlo, Mudjito, Zainuddin Maliki.

Haikal Atiq Zamzami, Ketua IPNU Jatim menuturkan, IPNU siap menjadi pelopor tertib berlalu lintas. “Kami ini setiap tahun selalu melakukan sosialisasi. Selalu melibatkan berbagai pihak di 38 kabupaten kota di Jawa Timur. Pembinaan kepada masyarakat, termasuk para pelajar, petugas perlintasan kereta api dan sebagainya. Dengan IPNU ini kami lakukan, karena anggota IPNU sangat banyak dan tersebar di semua daerah di Jawa Timur. Mereka bisa menjadi pelopor tertib lalu lintas,” jelasnya.

Karena menurutnya, ini adalah sebuah tanggung jawab dan isu penting juga buat pelajar. “Di setiap cabang IPNU itu, anggota kita bisa mencapai 500 hingga 1.000 pelajar. Sudah sangat efektif jika kami dilibatkan dalam program ini,” ? tandasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi menegaskan bahwa 81 persen dari 57 kecelakaan lalu lintas yang terjadi setiap hari di Jatim itu melibatkan pemuda dan pelajar.

"Dari 57 kecelakaan lalu lintas perhari itu pun tercatat 15 korban tewas, sehingga setahun bisa mencapai 5.475 korban tewas di jalanan Jatim," katanya saat berbicara dalam Pekan Pendidikan IPNU Jatim.

Di hadapan 1.200-an peserta seminar dan deklarasi dari kalangan pelajar, santri, dan mahasiswa di lingkungan IPNU Jatim, ia menilai pendidikan memiliki arti penting, terutama pendidikan tentang tertib berlalu lintas.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Pendidikan tertib berlalu lintas itu antara lain bagaimana memahami rambu-rambu di jalanan dan menghargai jalanan sebagai milik publik untuk saling menghormati sesama pengguna jalan," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi PW IPNU Jatim yang menggelar sosialisasi dan deklarasi pelajar pelopor tertib berlalu lintas dalam rangkaian Pekan Pendidikan Jatim 2016 yang dirangkai dengan dialog publik, stand up comedy edukasi dan penyerahan hadiah lomba foto selfie tentang pendidikan. (Taufik/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

7 Veteran Hizbullah Dapat Talih Asih LAZIS NU

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Berbagai cara dilakukan memperingati hari pahlawan yang jatuh pada 10 November, salah satunya adalah pemberian talih asih kepada para pejuang perang kemerdekaan. Hal itu dilakukan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh NU, (10/11) di Makodim 0814 Jombang.

Sebanyak 7 veteran laskar Hizbullah mendapatkan santunan dari LAZIS NU Jombang bersama puluhan veteran TNI yang ikut berjuang kemerdekaan.?

7 Veteran Hizbullah Dapat Talih Asih LAZIS NU (Sumber Gambar : Nu Online)
7 Veteran Hizbullah Dapat Talih Asih LAZIS NU (Sumber Gambar : Nu Online)

7 Veteran Hizbullah Dapat Talih Asih LAZIS NU

"Ini sebagai bentuk kepedulian kita LAZIS NU kepada para pejuang kemerdekaan, karena atas jasa beliau-beliaulah negara kita bisa seperti sekarang ini," ujar H Maulana Syahiduzzaman Ketua LAZIS NU Jombang mengatakan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebagai generasi penerus, kaum muda harus terus berjuang untuk negara, karena Fatwa Resulusi Jihad KH Hasyim Asyari yang menjadi penggerak semangat perjuangan melawan penjajah hingga kini belum pernah dicabut.

"Kita harus terus berjuang mempertahankan NKRI, kedaulatan dalam segala bidang keumatan keindonesian dan semua perjuangan ini ranah hukumnya masih fardlu ain," tuturnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Para veteran yang mendapatkan tali asih atau santunan ini, dikatakannya terdiri dari ? veteran laskar Hizbullah dan TNI ada sebanyak 35 veteran yang mendapatkan tali asih. Dari lasakar Hizbullah ada sebanyak 7 orang, dan yang paling banyak adalah veteran TNI. Setiap veteran mendapatkan santunan sebesar Rp250 ribu.

Sebelum pemberian santuanan, juga dibacakan tahlil dan doa bagi para pejuang kemerdekaan yang telah gugur di medan perang. Kemudian dilanjutkan testimoni para veteran saat ikut berjuang mengusir penjajah.?

"Kita serahkan dan patuh terhadap kiai, kiai meminta kita berjihad membela negara kita siap dan berangkat hanya menggunakan senjata bambu runcing," ujar Mbah Wahab (89) salah satu pejuang Hizbullah asal Megaluh Jombang dalam testimoninya.

Para santri, lanjut Mbah Wahab sebelum berangkat terlebih dahulu mendapat "gemblegan" oleh 7 kiai sepuh. Mereka dilatih perang dan juga mendapatkan ilmu kekebalan.

"Tidak ada rasa takut sama sekali, kita berperang lebih banyak malam hari, karena senjatanya hanya bambu runcing," imbuh Banser tertua di Jombang ini.

Para veteran yang mendapatkan santunan tidak hanya dari kaum laki laki, dua veteran perang perempuan juga mendapatkan santunan.

"Dulu saya pertamakali membantu memasak, kemudian tergabung di PMI kesehatan. Saat perang di Sumobito kita terdesak, pasukan mundur ke hutan, dan hanya makan paci atau buah mengkudu," tutur Tuminah nenek asal Carangrejo Kesamben.

Hadir dalam silaturrahmi dan pemeberian tali asih bagi veteran Hizbullah dan TNI ini diantaranya, Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar, KH Masduqi Abdurrahman Al Hafidz, dan perwakilan Badan Otonom NU. (Muslim Abdurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Pati, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Suara hentakan kaki puluhan pemuda ramai pada Jumat (25/3) sekitar pukul lima pagi selepas sembahyang subuh berjamaah. Dengan penuh semangat mereka melakukan senam pinguin sebelum mengawali aktivitas mereka hari itu.

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Begitulah cara Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyegarkan para peserta pendidikan dan latihan (diklat) atau kaderisasi di kecamatan setempat. Puluhan pemuda tersebut adalah calon anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) X-7 Pati

Menurut Ketua PAC GP Ansor Wedarijaksa Ahmad Halimi, olahraga ini cocok untuk menjaga kesehatan tubuh dan jiwa peserta diklat agar selalu fit dalam setiap kegiatan. “Badan akan terasa enteng setelah melakukan senam pagi,” tuturnya. Dia juga menambahkan kalau peserta diklat akan menjadi fokus disetiap kegiatan setelah melakukan beberapa gerakan-gerakan senam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Setelah senam peserta lantas berjalan kaki memutari keindahan alam Desa Tluwuk, Wedarijaksa, Pati. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta diklat dan juga warga sekitar. Di sela perjalanan peserta diklat diwajibkan membawa kantong plastik yang digunakan untuk menyisir sampah di jalan yang mereka lalui.

“Peserta memang harus mempunyai tubuh yang fit karena banyaknya kegiatan yang nanti dilakukan” ungkap Instruktur diklat Ahmad Thohir. Tubuh yang sehat akan menumbuhkan jiwa yang kuat, jiwa yang kuat akan membuat otak bekerja dengan maksimal. Dengan siklus yang seperti itu, peserta harus menjaga tubuh dan pikiran sebaik mungkin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Peserta diklat mencapai 93 orang dari target peserta 70 orang. “Kebanyakan memang berasal dari kecamatan Wedarijaksa, tapi tidak sedikit yang berasal dari luar wilayah Wedarijaksa,” ucap ketua panitia, Ahmad Halimi.? “Peserta diklat memang sengaja kami batasi, karena terbatasnya tempat” imbuhnya.

PAC GP Ansor Wedarijaksa mengadakan diklat tidak hanya karena perintah dari PC GP Ansor Kabupaten tetapi dari ranting yang memang mengusulkan untuk segera mengadakan pengaderan Banser. (Hasannudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, Doa, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock