Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

Garut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat H Eman Suryaman menyerukan agar masyarakat di Jawa Barat pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya untuk melaksanakan shalat Istisqa’.

Hal itu disampaikan saat acara Halal Bihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

"Saya berkeliling di daerah-daerah Jawa Barat. Selama ini banyak mendengar dan melihat banyak tanah kering karena tidak adanya hujan yang cukup panjang. Para petani sulit memulai bercocok tanam, situasi panas membuat aktivitas kerja juga tidak optimal," jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Atas dasar itu, Eman menyerukan kepada seluruh para pengurus Nahdlatul Ulama baik dari tingkat wilayah, cabang di kabupaten dan kota, hingga pengurus Ranting Nahdlatul Ulama untuk mengadakan shalat Istisqa’ di masing-masing tempat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kita berdoa kepada Allah Swt agar berkenan menurunkan hujan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, terutama para petani yang sangat membutuhkan kuncuran berkah dari air hujan," ujarnya berharap.

Sedikit menjelaskan pentingnya shalat Istisqa, Eman memaparkan bahwa benar urusan hujan merupakan hukum alam terkait dengan awan, air, angin dan seterusnya. Sebagai orang Islam yang meyakini dibalik hukum kausalitas/sebab-akibat, Eman berpendapat, ada peranan sang pencipta yang bisa mengubah, mempercepat atau memperlambat proses geraknya. Dari situlah makna shalat dengan substansi permohonan melalui doa, dilakukan sebagai ikhtiar bersama.

Mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Nuur, Ayat 43, Eman menyampaikan, bahwa Allah memiliki peranan dalam pengaturan antara awan, air, gunung, laut dan seterusnya.

"....Tidaklah kamu melihat bahwa Allah (mengarak dengan perlahan-lahan) partikel awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan...."

Dengan penuh harap kepada Allah, Eman Suryaman mengajak kebersamaan umat Islam untuk menyampaikan hal tersebut. Seruan Ketua PWNU Jawa Barat ini pada hari yang sama juga sudah disampaikan oleh Eman Suryaman kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada hari yang sama di Bandung di tengah pertemuan Halal Bihalal. (Yus Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 23 Februari 2018

Suami-Istri Melakukan Hubungan Siang Hari, Siapa yang Didenda?

Assalamualaikum Wr. Wb. Kami suami-istri yang baru menikah. Dan selama seminggu saya keluar kota, begitu pulang karena kami tidak tahan kami melakukan hubungan badan pada siang hari di bulan Ramadlan. Yang ingin saya tanyakan apakah kami berdua wajib membayar kaffarat ataukah hanya pihak suami saja yang wajib, mengingat hubungan itu kami lakukan berdua dan sama-sama menikmatinya. Kami mohon penjelasannya, dan atas penjelasannya kami ucapkan terimakasih. (Ali-Sorong)

 

Jawaban

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt, dan bisa menjalankan puasa dengan lancar sampai selesai. Bahwa hubungan badan yang dilarang dan membatalkan puasa adalah hubungan yang dilakukan siang hari, dan pelakunya berhak mendapatkan kaffarat. Larangan ini tidak berlaku untuk hubungan badan yang dilakukan pada malam hari.

Suami-Istri Melakukan Hubungan Siang Hari, Siapa yang Didenda? (Sumber Gambar : Nu Online)
Suami-Istri Melakukan Hubungan Siang Hari, Siapa yang Didenda? (Sumber Gambar : Nu Online)

Suami-Istri Melakukan Hubungan Siang Hari, Siapa yang Didenda?

Yang menjadi persoalan apakah pihak perempuan yang melakukan hubungan di siang hari itu juga berhak mendapatkan kaffarat atau hanya pihak lelaki saja?

Ada dua pendapat ulama dalam hal ini. Menurut madzhab Hanafi dan Maliki jika seorang istri melakukan hubungan badan dengan suaminya maka ia wajib membayar kaffarat. Sedangkan menurut Imam Syafi’i dan Imam Dawud azh-Zhahiri tidak ada kewajiban membayar kaffarat atasnya. Demikian sebagaimana dikemukakan Ibnu Rusyd:

? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?..

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Adapun masalah ketiga: yaitu perselisihan mereka (para ulama) tentang kewajiaban membayar kaffarat bagi seorang perempuan yang melakukan jima` dengan suaminya maka Abu Hanifah beserta para pengikutnya dan Imam Malik beserta para pengikutnya mewajibkan ia membayar kaffarat. Sedang menurut Imam Syafii dan Imam Dawud azd-Zhahiri, tidak ada kewajiban kaffarat baginya” (Ibnu Rusyd, Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid, Mesir-Musthafa al-Babi al-Halabi, 1395 H/1975 M, h. 204)

Di antara alasan yang mewajibkan kaffarat, misalnya menurut madzhab Hanafi adalah bahwa sebab yang mewajibkan membayar kaffarat adalah pelanggaran dengan merusak puasa (jinayah al-ifsad). Dan keduanya dianggap berkolaborasi (musyarakah) dan bersama-sama dalam melakukan pelanggara tersebut. Karenanya, baik lelaki maupun pihak perempuan memiliki kewajiban membayat kaffarat.  

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sedangkan di antara alasan yang dikemukakan oleh pandangan kedua yang tidak mewajibkan kaffarat bagi pihak perempuan adalah, karena Rasulullah saw dalam haditsnya hanya memerintahkan kepada pihak laki-laki yang melakukan jima` dengan istrinya pada siang Ramadlan untuk membebaskan budak, jika tidak mampu puasa selama dua bulan berturut-turut, dan jika masih tidak mampu juga maka memberikan makanan kepada enam puluh orang miskin. Yang diwajibkan membayar kaffarat hanya suami, padahal jelas dalam kasus ini pihak perempuan juga terlibat di dalamnya.

Saran kami, ikuti pendapat yang pertama sepanjang bisa dilakukan. Karena jika kita mengikuti pendapat pertama, maka kita juga mengakomodir pendapat kedua. Di samping itu pendapat pertama adalah pendapat yang diikuti mayoritas ulama.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, dan semoga bisa bermanfaat. Dan kami ingatkan jangan sekali-kali mengulangi hal tersebut karena itu jelas melanggar aturan syara’. Puasa adalah sarana untuk menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya dihalalkan, dalam hal ini adalah hubungan suami istri seperti dibahas di atas. Jika merasa tidak kuat menahan, hindari intensitas pertemuan di siang hari. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi

?Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam menghadapi perkembangan dunia yang begitu cepat, seluruh kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dituntut lebih progresif dan militan dalam banyak hal termasuk teknologi informasi. Jika tidak demikian, kemajuan teknologi itu sendiri yang akan menggilas kader IPNU.

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ?Muhaimin Iskandar mengatakan hal itu saat mengisi seminar Rapat Kerja Nasional Pimpinan Pusat IPNU di Hotel Paragon, Jumat (9/12). "Ini fenomena teknologi informasi, yang mampu menggerakkan massa dalam demo 411 dan 212 kemarin," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin ini.

Cak Imin menambahkan, perubahan yang sangat cepat ini tidak boleh membuat IPNU melemah, justru harus lebih kuat dan tangguh menghadapi segela tantangan ke depan. Inilah pekerjaan rumah pengurus IPNU dalam mengembangkan organisasi.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selamat berjuang kepada pengurus IPNU seluruh Indonesia, dalam menghadapi segala tantangan yang menghadang," tambahnya. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Cak Imin menegaskan, IPNU bukanlah organisasi main-main, karena para pelajar dan santri yang tergabung dalam organisasi ini adalah generasi penerus bangsa Indonesia. Sedini mungkin para pelajar harus memupuk diri dengan berbagai ilmu pengetahuan, yang kelak akan bermanfaat di kemudian hari.

Lanjut Cak Imin, kondisi bangsa ke depan tergantung di tangan para pelajar, sehingga? diharapkan dapat menjadi generasi yang dapat membawa bangsa ini ke arah yang lebih maju dan beradab.? Seluruh kader IPNU harus menggunakan teknologi informasi, dengan melihat dari aksi 411 dan 211 kemarin.

"Di tangan pelajar harus tergantung kondisi bangsa ke depan, sehingga bangsa ini lebih maju dan beradab," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Mahbib)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Pertandingan, Nusantara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Jelang pelaksanaan Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Jajaran Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, melakukan ziarah ke tiga pendiri NU yang berada di Jombang, Ahad (14/4).?

Konferwil sendiri rencananya digelar pada 31 Mei-1 Juni mendatang di Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo.?

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU

Ziarah pendiri NU, dipimpin langsung Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Miftakhul Akhyar dan ketua Tanfidziyah, KH Muatawakkil Alallah. Rombongan ulama ulama NU ini tiba di Pesantern Tebuireng Jombang sekitar pukul 12.30. Sebelumnya para pengurus NU Jatim ini mengawali ziarah ke makam KH Khoil Bangkalan yang merupakan guru para pendiri NU, yakni KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Rombongan terbagi dua, yang pertama menuju Bangkalan dan yang kedua ke Kediri,” tutur Mashudi Mukhtar, sekretaris PWNU Jatim menuturkan. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Usai dari makam KH Kholil Bangkalan dan Makam KH Mahrus Kediri, kedua rombongan bertemu di Pesantren Tebuireng Jombang ini. Tiba di pesantren yang didirikan Rois Akbar, KH Hasyim Asyari rombongan langsung menuju makam yang terletak di Komplek Pesantren tepatnya sebelah barat masjid pesantren dimana terletak makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan juga terdapat makam Gus Dur.

Setelah melakukan tahlil dan doa, selanjutnya rombongan meluncur ke makam KH Bisri Syansuri PP Mambaul Maarif Denanyar serta makam KH Wahab Hasbulloh di PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

"Ziarah ini juga mengawali kegiatan Harlah NU serta Konferwil mendatang," tandasnya Mashudi Mukhtar menambahkan.?

Dijelaskannya, “Para kiai dan pengurus NU ziarah ke Bangkalan karena beliau (KH Kholil) yang merestui berdirinya organisasi NU, sedangkan KH Mahrus merupakan Rois pertama," ujarnya di PP Tebuireng.

Dikatannya, Disamping dalam rangka Harlah NU, ? lanjut Mashudi Mukhtar mengungkapan ziarah dilakukan karena PWNU akan segera menggelar Konferensi.?

"Rencananya Konferwil bakal dilaksanakan pada tanggal 31 Mei-1 Juni mendatang di Sidoarjo," imbuhnya.

Terkait pemilihan Konferwil mendatang, dalam proses pemilihan ketua, Mashudi membeberkan, PWNU berencana menggunakan sistem Ahlul Halli ? Wal ? Aqdi (Ahwa).

"Insyaallah itu yang akan digunakan dalam pemilihan di Konferwil mendatang. Sekarang ini tinggal pematanagan saja,"pungkasnya seraya mengatakan untuk pematangan ini PWNU pekan ini akan mengundang PCNU se Jatim untuk membahasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pertandingan, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengangguran yang masih tinggi dapat dikurangi dengan membekali pelajar dengan sejumlah keahlian. Apalagi hal itu diimbangi semangat yang tidak kenal lelah seperti yang ditunjukkan para pelajar dan santri.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengajak para pelajar di seluruh Indonesia, untuk mempelajari pendidikan kewirausahaan sebagai bekal untuk membuka lapangan pekerjaan baru di masa mendatang.

Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur

“Kewirausahaan pun memang selayaknya diperkenalkan dan diajarkan kepada semua pelajar di Indonesia. Semangat kewirausahaan harus ditumbuhkan sejak usia dini agar terus tumbuh dan berkembang, “ kata Muhaimin Iskandar, Senin (24/6) kemain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal tersebut diungkapkan Muhaimin Iskandar saat menjadi inspektur upacara pada kegiatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimanas) yang digelar di Ponpes Babussalam, Dusun Kalibening, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pembukaan Perkemahan wirakarya yang juga dihadiri Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqiel Siradj yang dilaksanakan pada tanggal 24–29 Juni dan diikuti 2.220 pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

"Kewirausahaan itulah yang selama ini menopang ekonomi negara ini, karena itu kalau adik-adik menjadi wirausahawan akan menjadi penopang negara ini,” katanya. “Saya tidak ingin ada lulusan LP Ma’arif NU yang menganggur," lanjutnya.

Oleh karena itu, dirinya akan bekerja sama dengan LP Maarif NU untuk mendorong semangat kewirausahaan melalui kegiatan pramuka dan pelatihan yang meningkatkan kompetensi remaja NU untuk maju, kreatif, dan produktif.

"Adik-adik harus mampu menangkap potensi lokal, potensi daerah, potensi desa, sebagai peluang untuk berwirausaha,” katanya. “Nanti saya juga akan bekerja sama dengan LP Ma’arif NU untuk menggelar pelatihan seperti itu untuk mengurangi pengangguran terbuka," lanjutnya.

Muhaimin menambahkan saat ini pemerintah sedang merancang agar kurikulum kewirausahaan, yang berorientasi untuk menciptakan entrepreneur yang inovatif dan kreatif. Hal tersebut dimaksudkan agar kelak pelajar bisa membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran.

Ia juga menandaskan bahwa pada masa mendatang akan terus dicarikan kerjasama yang saling menguntungkan antara LP Ma’rif dengan kementeriannya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran dan memperbanyak kesempatan kerja.?

”Program wirausaha ini mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. hampir 98% dari para pelaku bisnis di Indonesia tergolong dalam kelompok UMKM, maka kekuatan untuk menumbuhkan kelompok usaha ini telah menjadi prioritas pembangunan nasional," ucapnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pertandingan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Dokki, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bulan Ramadan, tidak ada alasan di bulan penuh hikmah ini untuk tidak menghormati pemeluk agama lain. Syiar Islam di bulan suci ini haruslah tetap menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme (kemanusiaan). Dengan demikian, warga non-muslim pun akan merasakan nyaman dengan kehadiran Islam.

Demikian dikatakan Katib Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir Fahruddin Aziz Lc saat menjadi penceramah pada acara buka puasa bersama yang digelar oleh PCINU Mesir di kediaman Atase Pendidikan RI di Mesir Drs H Slamet Sholeh, M.Ed, di Dokki, Senin, (9/10) lalu.

Mas Azis, demikian panggilan akrab Fahruddin Aziz, mengkritik tradisi tadarrus di tanah air yang dilakukan hingga larut malam. Menurutnya, meski kegiatan itu bernilai ibadah dalam rangka memanfaatkan momen emas di bulan penuh rahmat ini, namun hendaknya dilakukan dengan tetap menghargai keberadaan umat beragama lainnya.

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

“Harapannya, kita bisa menambah ‘poin’ dan ‘koin’ di hadapan Ilahi Rabbi. Kepentingan politis yang bersifat transenden-vertikal, memang bisa terpenuhi. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebagai muslim yang baik, harus ada keterpanggilan untuk memenuhi kesalehan sosial,” ungkap Fahruddin.

Ditambahkan Fahruddin, hal yang perlu menjadi renungan adalah bahwa syiar Ramadan yang diekspresikan umat Islam di Indonesia terkesan berlebihan dan tak jarang menerjang sisi-sisi humanisme (sosial).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau tadarrus dengan pengeras suara itu dilakukan di desa-desa, mungkin masih mending, karena mayoritas beragama Islam. Lain halnya dengan masyarakat perkotaan. Sangat mungkin di sana banyak anggota masyarakat non-muslim, yang butuh ketenangan istirahat di malam hari,” terangnya.

Hal itu, imbuhnya, juga menjadi kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim sebagai sesama anggota masyarakat. “Bukankah tetangga kita (yang non-muslim, red) juga punya hak menikmati mimpi malamnya yang begitu romantis. Jangan sampai tadarrus kita malah membuat malam pertama sepasang pengantin menjadi hambar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan keutamaan turunnya al-Quran dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, diturunkannya al-Quran tentu tidak lepas dari kondisi keadaan (sejarah) pada saat itu, sehingga saat ini masih dibutuhkan penafsiran dan pemahaman kembali sesuai dengan asbabun nuzul-nya. “Agar kita tidak secara mentah menerima teks al-Quran dan menjadikannya bisa terus diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Acara buka bersama itu dilakukan sekaligus merupakan perkenalan kepengurusan baru PCINU Mesir periode 2006-2008 yang baru dilantik beberapa waktu lalu. “Selain itu, acara ini bertujuan untuk lebih mempererat tali silaturahmi antara sesepuh NU Mesir dengan para jajaran PCINU,” kata Tobroni Basya Koordinator Lembaga Dakwah NU sekaligus penangungjawab acara tersebut. (aan/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Pesantren Bentengi Anak Muda dari Budaya dan Ajaran Luar

Probolinggo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Mustasyar PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin meminta agar jangan sampai anak cucu masyarakat terjebak dan mudah dipengaruhi oleh budaya dan ajaran lain di luar Islam.

Pesantren Bentengi Anak Muda dari Budaya dan Ajaran Luar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Bentengi Anak Muda dari Budaya dan Ajaran Luar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Bentengi Anak Muda dari Budaya dan Ajaran Luar

Permintaan tersebut disampaikannya saat menghadiri haflatul imtihan Pondok Pesantren Ar-Rofi’iyyah di Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Selasa (15/12) malam. Menurutnya, untuk membentengi anak muda saat ini, pesantren menjadi solusi dan pilihan para orang tua.

“Pesantren harus terus berbenah dan melakukan perbaikan. Saat ini ukuran pesantren bukan kuantitas lagi tetapi kualitasnya. Oleh karena itu, tingkatkanlah kualitas pesantren. Sebab pesantren ini sudah menjadi para orang tua untuk membentengi anaknya dari ancaman budaya dan paham-paham lain di luar NU,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Hasan, lembaga pendidikan di lingkungan pesantren sangat lengkap. Baik urusan dunia maupun akhirat. Masyarakat akan tertarik asalkan aman dan manajemennya bagus. “Kalau manajemennya bagus, maka orang tua akan tertarik menitipkan anaknya di pesantren,” jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kepada para dewan guru Hasan meminta agar ikhlas mengalirkan ilmu kepada para santrinya. Manajemennya juga harus dirubah dengan mengikuti perkembangan zaman. “Didiklah anak santri ini sebagaimana zaman hari ini. Buatlah manajemen sesuai dengan tuntutan zaman saat ini. Kepada santri, mantapkanlah sekolah disini dengan disiplin. Sebab kalian adalah calon pemimpin masa depan,” pungkasnya.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rofi’iyyah KH Hafidz Rofi’i Abdul Karim mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran yang diterapkan di pesantrennya adalah kombinasi antara salafiyah dan umum. Dimana pagi sampai siang hari santri sekolah umum dan sore hingga malam harinya melakukan aktivitas di pesantren.

“Sesuai dengan SK Kementerian Hukum dan HAM RI, luas pesantren ini mencapai 1,250 hektar. Namun ke depan kami akan terus berupaya untuk memperluas lingkungan pesantren. Mohon doa dan dukungannya demi perbaikan dan kemajuan pesantren,” katanya.

Haflatul imtihan yang diikuti oleh para santri dan wali santri ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A. Suja’i serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sejarah, Pertandingan, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock