Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes

Brebes, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Masih dalam peringatan Hari Kartini, Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengadakan Festival Kebaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Brebes, Ahad (24/4) yang diikuti 26 peserta utusan dari PAC IPPNU Se-Kabupaten Brebes dan dihadiri ratusan kader IPPNU.

Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes

Ketua PC IPPNU Kabupaten Brebes Ade Melly Seftiana ditemui di sela acara menjelaskan bahwa ? kegiatan ini merupakan kali kelima IPPNU menyelenggarakan Festival Kebaya guna meneladani pemikiran dan juga sikap RA Kartini sebagai pahlawan yang memperjuangkan kaum perempuan.

”Di era sekarang sudah banyak kaum perempuan yang berkontribusi terhadap kemajuan bangsa ini, seperti di Kabupaten Brebes juga dipimpin oleh perempuan,” terang Melly

Sementar itu, Ketua Panitia Lia Ulfiyanah menjelaskan beberapa rangkaian kegiatan Festival Kebaya antara lain santunan Anak yatim untuk 80 anak yatim/piatu, kemudian Seminar Produktivitas Perempuan oleh Afiyah Hidayati dari BKBPP Kabupaten Brebes.

Adapun Dewan Juri Festival Kebaya tersebut yaitu Istiqomah Solihin dari PC Muslimat NU Brebes, Siti Khoerotul Aeni dari PW IPPNU Jateng, dan Hj Hidayah Edi Muammar dari HARPI (Himpunan Rias Penganten Indonesia) Cabang Brebes.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Setelah diambil 10 besar peserta di uji wawasannya tentang kebudayaan, kebangsaan, keislaman, ke-IPPNU-an dan menunjukan kemampuan antara lain membaca puisi, Al-Qur’an dan juga menyanyi,” lanjut Lia

Setelah melalui proses penilaian yang ketat keluar sebagai juara I yaitu Siti Laelatul Hana dari PAC IPPNU Tanjung, juara II Mayasari Nuriyah dari PAC IPPNU Brebes, Juara III Noviayani dari PAC IPPNU Larangan.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kabag Kesra Setda Kabupaten Brebes H Imron Hisyam, Camat Brebes Eko Purwanto, PCNU Brebes, Pengurus Badan Otonom NU tingkat Kabupaten Brebes, Para Pembina dan Alumni IPPNU. (Bayu/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, PonPes, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Kesan Jamaah atas Taushiyah Habib Umar di Haul Gus Dur

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Habib Umar Muthohar menyampaikan taushiyah pada acara peringatan Haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ? di komplek Al-Munawwaroh Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (23/12) lalu.

Sebagaimana haul Gus Dur yang diadakan tahun-tahun sebelumnya. Pada haul Gus Dur kali ini pun jajaran pejabat, ulama, seniman dan segenap masyarakat pecintai Gus Dur ? memadati tempat haul untuk memperingati, dan meneladani bapak bangsa.

Kesan Jamaah atas Taushiyah Habib Umar di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Jamaah atas Taushiyah Habib Umar di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Jamaah atas Taushiyah Habib Umar di Haul Gus Dur

Setelah acara usai, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal berkesempatan mewawancarai Syukur (30), dan Mamang M. Haerudin (26) untuk memberikan respon terhadap taushiyah Habib Umar.

Menurut Syukur, taushiyah Habib Umar penuh dengan humor yang menyegarkan. Kita diajarkan untuk tidak gampang marah, tidak arogan, menjauhi caci-maki. ?

“Oleh karenanya, kita harus bersikap moderat dalam memahami atau menyikapi kehidupan beragama ini,” ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara kata Mamang M. Haerudin, Habib Umar ceramahnya sangat menghibur, dan ini menjadi teladan buat kita semua, terutama bagaimana dalam beragama tidak harus kaku, cepat tersinggung, dan cepat marah.?

“Kita bisa meneladani keberislaman Habib Umar sebagaimana Habib Umar meneladani Gus Dur,” imbuhnya.

Dalam penyampainnya, Habib Umar banyak melontarkan joke-joke yang membuat hadirin tidak ngantuk, banyak yang tertawa lepas.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kita dalam berkehidupan itu harus santai seperti ber-humor, tapi humor yang tidak kehilangan arah, humor yang penuh makna,” pungkasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, Santri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi

?Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam menghadapi perkembangan dunia yang begitu cepat, seluruh kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dituntut lebih progresif dan militan dalam banyak hal termasuk teknologi informasi. Jika tidak demikian, kemajuan teknologi itu sendiri yang akan menggilas kader IPNU.

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ?Muhaimin Iskandar mengatakan hal itu saat mengisi seminar Rapat Kerja Nasional Pimpinan Pusat IPNU di Hotel Paragon, Jumat (9/12). "Ini fenomena teknologi informasi, yang mampu menggerakkan massa dalam demo 411 dan 212 kemarin," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin ini.

Cak Imin menambahkan, perubahan yang sangat cepat ini tidak boleh membuat IPNU melemah, justru harus lebih kuat dan tangguh menghadapi segela tantangan ke depan. Inilah pekerjaan rumah pengurus IPNU dalam mengembangkan organisasi.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selamat berjuang kepada pengurus IPNU seluruh Indonesia, dalam menghadapi segala tantangan yang menghadang," tambahnya. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Cak Imin menegaskan, IPNU bukanlah organisasi main-main, karena para pelajar dan santri yang tergabung dalam organisasi ini adalah generasi penerus bangsa Indonesia. Sedini mungkin para pelajar harus memupuk diri dengan berbagai ilmu pengetahuan, yang kelak akan bermanfaat di kemudian hari.

Lanjut Cak Imin, kondisi bangsa ke depan tergantung di tangan para pelajar, sehingga? diharapkan dapat menjadi generasi yang dapat membawa bangsa ini ke arah yang lebih maju dan beradab.? Seluruh kader IPNU harus menggunakan teknologi informasi, dengan melihat dari aksi 411 dan 211 kemarin.

"Di tangan pelajar harus tergantung kondisi bangsa ke depan, sehingga bangsa ini lebih maju dan beradab," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Mahbib)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Pertandingan, Nusantara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Mustasyar PCINU Maroko Raih Gelar Doktor

Maroko, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dengan nilai Summa Cumlaude, Mustasyar PCINU Maroko H Muhammad Shofin Sugito berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan tim penguji di aula utama perpustakaan Fakultas Sastra dan Humaniora Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah Fes, Maroko, Senin (7/4).

Mustasyar PCINU Maroko Raih Gelar Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PCINU Maroko Raih Gelar Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PCINU Maroko Raih Gelar Doktor

Pada disertasi berjudul "Al-Hiwar ad-Diniy-ast-Tsaqafi wa atsaruhu fi Ma’arif al-Wahyi; dirasah qadhaya wa namadhij (Dialog Agama-Budaya dan Pengaruhnya pada Horizon Pemahaman Wahyu)", Shofin memaparkan risalah universal langit yang dibawa Nabi Muhammad Saw, yakni untuk seluruh makhluk di alam.

“Sehingga, risalah samawiyah ini akan terus bergulat dan berdialog dengan variasi pemikiran dan kebudayaan manusia dan bangsa di berbagai tempat dan masa hingga hari kiamat nanti,” kata Shofin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lebih lanjut Shofin mengungkapkan, Islam sebagai agama langit tidak begitu saja turun ke bumi seperti makhluk luar angkasa yang asing dan menyendiri. Islam bersosial-diri dan berdialog dengan berbagai pola pikir dan kebudayaan masyarakat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Demikianlah yang diejawantahkan Nabi Muhammad SAW pembawa risalah langit dan para sahabat penerus estafet kepemimpinan umatnya,” tambahnya. 

Disertasi ini diuji oleh pakar semiotik Sayyid Mohamed Zuhair, pakar studi Quran-Sunnah dan Maqashid Syari’ah Idris Charqie, pakar Perbandingan Agama Lichaedhar Zohouth, dan pakar Pemikiran Islam Modern Al-Hassan Hamdouchi.

“Saya mendapati kuatnya bahasa Arab dan penyampaiannya dalam disertasi anak Indonesia ini. Saya kagum dari caranya meramu dan menyajikan banyak tema-tema lama (turats) yang terlupakan,” kata Idris Charqie.

Atas predikat Musyarraf Jiddan (Summa Cumlaude) yang diraih Shofin, Dubes RI untuk kerajaan Maroko H Tosari Widjaja beserta para staf, anggota PPI Maroko, dan warga Indonesia di Maroko memberikan apresiasi luar biasa.

H Tosari Widjaja menyatakan pihaknya akan meningkatkan jembatan peradaban Indonesia-Maroko terutama pada bidang keislaman dan budaya. Kerja sama itu akan memperkaya khazanah informasi ilmiah terkait Islam Indonesia melalui pertukaran dosen dan mahasiswa.

Ia juga berharap, disertasi itu dicetak setelah diperbaiki sesuai catatan para penguji untuk dimanfaatkan ilmunya. (Kusnadi El-Ghezwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, Amalan, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar dalam Kitab Irsyadul Ibad

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pada Bulan Ramadhan, Allah menurunkan malam penuh dengan fadhilah dan barakah yang berjuluk malam seribu bulan yaitu malam lailatul qadar. Malam ini merupakan malam dimana diturunkan Al-Qur’an dan para Malaikat Allah ke muka bumi.

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar dalam Kitab Irsyadul Ibad (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar dalam Kitab Irsyadul Ibad (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar dalam Kitab Irsyadul Ibad

"Kita sebagai ummat Nabi Muhammad SAW patut bersyukur karena malam spesial ini hanya diberikan kepada kita. Ummat sebelum Nabi Muhammad tidak memilikinya," ujar Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu KH Ridwan Syuaib saat menyampaikan materi Ngaji Ahad Sore (Jihad Sore), Ahad (26/6).

Berdasarkan beberapa Hadits yang termaktub pada Kitab Irsyadul Ibad, pada 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan Nabi Muhammad meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya bersama keluarganya.

"Nabi selalu beribadah dengan sungguh-sungguh di 10 hari terakhir dan mengamalkan ibadah yang tidak dilakukan beliau pada bulan lainnya," terangnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lebih lanjut Abah Ridwan, begitu Ia biasa dipanggil, menjelaskan beberapa ciri datangnya lailatul qurban yang salah satunya adalah turun dimalam-malam ganjil pada 10 malam terakhir ramadhan.

"Rasul juga memberitahukan bahwa pada ciri lain Lailatu Qadar di antaranya suasana malam yang terang, cerah, tidak panas dan tidak dingin, tidak ada mendung, tidak hujan dan berangin dan tidak ada bintang berjalan," rincinya. Pada siang harinya tambahnya, suasana cerah dan matahari bersinar namun tidak terasa panasnya.

Pada lailatul qadar, Abah Ridwan menghimbau seluruh ummat Islam untuk memburu malam yang hanya ada di Bulan Ramadhan. "Mari bersama-sama memburu, mengintai lailatul qadar dengan doa, shalat dan amalan-amalan ibadah lainnya," ajaknya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Secara pribadi, Abah Ridwan dan Jamaah dilingkungannya sudah melakukan Program Tahunan untuk mendapatkan lailatul qadar. "Kita beritikaf di Masjid pada malam-malam ganjil sampai dengan shubuh dengan melakukan rangkaian amalan Ibadah," ujarnya.

Ibadah-ibadah tersebut meliputi Shalat Tahiyatul Masjid Shalat Sunnat Wudlu, Taubat, Hajat dan Tahajud. Setelah itu membaca Tasbih, Fatihah dan doa yang ditujukan untuk para Nabi, Guru, Orang Tua dan putera-puteri kita.

"Setelah membaca shalawat dan tahlil sebanyak 100 kali kegiatan ditutup dengan doa," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, Sejarah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Muharraman, Remaja Karangwangi Gelar Pawai Obor dan Main Bola Api

Cirebon, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Memperingati tahun baru 1435 H, remaja masjid Baitul Makmur di Desa Karangwangi, Kecamatan Depok, Cirebon, Jawa Barat menggelar pawai obor dan main sepak bola api. Mereka mengusung obor mengelilingi jalan utama di desa tersebut selepas sembahyang Isya, Senin (4/11) malam.

Pawai obor dilepas dengan pemasangan kembang api. Sedikitnya 300 remaja masjid Baitul Makmur berarak-arakan mengelilingi desa. Pawai ini diiringi tabuhan marching band dan hadrah para siswa SMP Al-Falah Desa Karangwangi.

Muharraman, Remaja Karangwangi Gelar Pawai Obor dan Main Bola Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Muharraman, Remaja Karangwangi Gelar Pawai Obor dan Main Bola Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Muharraman, Remaja Karangwangi Gelar Pawai Obor dan Main Bola Api

Batok kelapa rendaman minyak tanah digunakan sebagai bola dalam pertandingan sepak bola. Batok kelapa kemudian dibakar sesaat sebelum digunakan. Permainan yang sulit ditemukan di layar televisi ini menarik perhatian masyarakat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Para pemain didoakan sebelumnya sejumlah kiai untuk menghindari cedera yang tidak diinginkan,” kata Seksi Acara Gema Muharrom 1435 H Imam Syahid di lokasi, Senin (4/11) malam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertandingan sepak bola api dilangsungkan di lapangan sepak bola Desa Karangwangi, sebelah utara Masjid Baitul Makmur.

“Sebelum pawai dan main bola api, remaja mengikuti selawatan kubro dan istighotsah di masjid setelah sembahyang Maghrib,” kata Ketua Panitia Gema Muharram 1435 H Ikhwan Abbas, Ahad (3/11) malam.

Selain remaja, masyarakat umum juga menghadiri selawatan kubro dan istighotsah. Kami, tambah Ikhwan, melibatkan para imam musholla yang ada di Karangwangi, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan aparat desa. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk

Temanggung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Toleransi antar umat beragama di Kabupaten Temanggung sebenarnya telah membudaya. Pada praktik kehidupan sehari-hari, kerukunan antar umat beragama sudah menjadi kebiasaan. Hal tersebut harus terus dipupuk untuk mengantisipasi konflik dengan latar belakang agama.

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk

Hal tersebut disampaikan Bupati Temanggung, Bambang Sukarno pada resepsi HUT RI ke-68, yang diselenggarakan Jaringan GUSDURian dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Temanggung, Selasa petang (27/8). 

“Temanggung sudah terjalin dengan baik. Harus kita pupuk dan kembangkan,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi, Dandim 0706/Temanggung, Letkol Inf Ganardyto Herry, Wakapolres Kompol Suwandi, Wakil Ketua DPRD Temanggung, Muhammad Amin, Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Abdul Arif. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Dialog ini adalah salah satu cara untuk menjalin kerukunan tersebut,” paparnya.

Dalam kegiatan yang dimoderatori Abaz Zahrotien ini, menghadirkan dua pembicara, masing-masing Pendeta Darmanto Lemuel dan Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid.

Ketua panitia kegiatan, Andreas Kristianto, mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan hubungan antar agama yang harmonis. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan seluruh agama yang ada di daerah penghasil tembakau ini.  

“Ini langkah awal menjalin toleransi,” papar pria yang calon pendeta GKI ini.

Alissa mengatakan, Indonesia diancam dengan adanya gerakan intoleransi yang semakin menguat dan masuk ke masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu dilakukan pendampingan dan pengawalan yang kuat terhadap keragaman yang ada. 

“Indonesia dibangun atas keragaman, untuk itu harus dijaga dengan kuat, bagaimanapun caranya,” katanya.

Ia mengatakan, untuk menjaga keragaman merupakan tanggungjawab bersama seluruh unsur masyarakat. Dalam menjaga keragaman tersebut, peran serta masyarakat sangat dominan untuk membentuk tatanan sosal berdasarkan Pancasila. 

“Ancaman terbesar adalah perpecahan, untuk itu harus dijaga,” tandas putri Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid ini. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Nasional, Nusantara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock