Jumat, 23 Februari 2018

NU Belanda: Islamophobia, Tantangan Berat Nahdliyin Dakwah di Eropa

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Ketua PCINU Belanda Fachrizal Afandi mengungkapkan bahwa dalam konteks pergaulan sosial sebagai kaum minoritas di Eropa, masyarakat Nahdliyin mengemban beban berat sebagai duta yang wajib mempromosikan Islam Nusantara yang ramah di tengah Islamophobia yang makin menggejala di Eropa.

“Melalui dakwah dengan amaliyah yang baik, ngilmu kanthi laku, sebagaimana dicontohkan oleh para wali terdahulu diharapkanakan membuka mata masyarakat Belanda akan sosok sejati Islam yang rahmatan lil alamin,” ujarnya dalam siaran pers, Ahad (22/5).

NU Belanda: Islamophobia, Tantangan Berat Nahdliyin Dakwah di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Belanda: Islamophobia, Tantangan Berat Nahdliyin Dakwah di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Belanda: Islamophobia, Tantangan Berat Nahdliyin Dakwah di Eropa

Seperti ribuan warga Muslim Belanda lainnya, Sabtu (21/5) masyarakat Nahdliyin di Belanda juga menyelenggarakan pengajian yang digelar khusus dalam rangka memperingati malam Nishfu Sya’ban dan menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan yang berlangsung di gedung lama Masjid Al Ikhlash, Saaftingestraat, 312? 1069 BW Amsterdam ini menjadi bagian dari cara PCNU Belanda dalam mensyiarkan Islam yang ramah di Eropa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Antusiasme masyarakat peserta pengajian untuk menyemarakkan kegiatan ini tergolong tinggi. Hal ini dibuktikan dengan terkumpulnya uang sumbangan pembangunan masjid sebesar kurang lebih 5000 Euro hanya dalam waktu semalam .

Acara pengajian ini sendiri seperti tradisi di Tanah Air, dimulai dengan pembacaan surah Yaasin sebanyak 3 kali yang dipimpin oleh pengurus PCINU (Pengurus Cabang Istimewa NU) Belanda dan diakhiri dengan ceramah agama dan doa oleh Ustadz Muhammad Latif Fauzi, mahasiswa doktoral Universitas Leiden.

Ustadz Fauzi yang juga pengurus PCINU Belanda ini menekankan bahwa ritual peringatan malam Nishfu Sya’ban ini merupakan ajaran Islam yang baik untuk ajang refleksi diri terhadap amalan yang sudah dilakukan selama 1 tahun kemarin. Hal ini, menurutnya, penting dilakukan untuk senantiasa termotivasi untuk berbuat baik, utamanya dalam membantu dakwah Islam di Eropa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan ini pula, Hansyah Iskandar Putera selaku Ketua Persatuan Pemuda Muslim se- Eropa (PPME) Al-Ikhlash menyatakan bahwa pembangunan masjid baru Al Ikhlas di Amsterdam sudah hamper rampung dan siap ditempati untuk pelaksanaan ibadah Ramadhan tahun ini.

Hansyah menambahkan bahwa tahun ini pihaknya telah mendapatkan bantuan penceramah yang telah diseleksi secara ketat oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta untuk memberikan taushiyah sepanjang Ramadhan yang akan disesuaikan dengan konteks kehidupan masyarakat muslim di Belanda. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Tokoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. NU Belanda: Islamophobia, Tantangan Berat Nahdliyin Dakwah di Eropa di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock