Selasa, 26 Desember 2017

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejak pertama lahir, pola pendidikan di pondok pesantren diakui mampu membentuk manusia seutuhnya. Artinya tidak hanya memahami ilmu agama Islam, tetapi lulusan pesantren mampu berkarya di segala bidang kehidupan secara mandiri. Inilah yang dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bahwa pesantren merupakan sistem pendidikan paling komplit.

Djarot menyampaikan hal tersebut pada acara peluncuran legalitas Pendidikan Diniyah Formal (PDF) pada berbagai tingkatan seperti Ula, Wustho, dan Ulya oleh Kementerian Agama, Senin (1/8) di Pondok Pesantren Minhaajurrasyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pada kesempatan ini, Kemenag memberikan SK izin operasional kepada 12 PDF pada tingkat Wustho dan Ulya di seluruh Indonesia.?

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)
Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit

Djarot yang hadir bersama beberapa jajaran pejabat Provinsi DKI Jakarta dan Wali Kota Jakarta Timur menegaskan bahwa pesantren tidak hanya fokus mengkaji ilmu agama melalui kitab kuning, tetapi juga mendidik santri berwirausaha dan menghadapi hidup secara mandiri. Hal ini yang menjadikan lulusan pesantren mempunyai dasar dan prinsip yang kokoh ketika terjun di tengah masyarakat.

“Tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga belajar hidup, belajar bertoleransi dengan sesama, belajar saling tolong-menolong satu sama lain, mandiri dan bekerja keras yang kesemuanya ditujukan untuk meningkatkan akhlak mulia, iman dan taqwa kepada Allah,” jelas pria asal Blitar ini saat menyampaikan sambutan.

Pendidikan di pesantren, lanjut Djarot, memungkinkan anak memiliki jiwa spiritualitas kokoh karena hari demi hari diisi dengan kegiatan positif dan bermanfaat. Ruang ini tidak akan dimasuki oleh hal-hal dan perilaku negatif karena santri selalu mengisinya dengan kegiatan keagamaan dan pembelajaran hidup.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Maka jangan heran ketika banyak anak sekarang mudah terjerumus pada perilaku buruk dan negatif karena terlalu banyak ruang kosong pada dirinya yang menyebabkan jiwanya juga kosong,” terang Djarot.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dengan terus ditempa dengan pendidikan positif dan kerja keras, Djarot yakin lulusan pesantren tidak akan lapuk di makan zaman. Karena santri sudah terbiasa hidup dengan apapun. Menurutnya, tantangan Islam ramah dan toleran yang dibawa para lulusan pesantren kini mendapat tantangan besar ketika mudahnya akses teknologi informasi yang kerap berisi paham keagamaan yang keras dan cenderung kaku. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Nasional, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock