Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Peningkatan Kualitas Guru, Sistem, dan Motivasi

Selama lima tahun, Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) KH Asep Saifuddin Chalim mampu membawa organisasinya sejajar dengan banom NU yang lebih aktif lebih dahulu. Ketika ia memulai memimpin lima tahun lalu, organisasi tersebut tidak memiliki cabang sama sekali. Namun saat ini, dibawah kepemimpinannya tidak kurang 500 cabang telah terbentuk di 34 provinsi.

Tak hanya itu dibawah kepemimpinannya melakukan lompatan yang tidak dilakukan banom lain. Pergunu memberikan beasiswa kepada guru-guru untuk meningkatkan kapasitasnya. Sementara kepada murid-murid, melalui cabang-cabang Pergunu di seluruh provinsi juga diberikan beasiswa.?

Tak heran kemudian kiai yang merupakan keturunan dari KH Abdul Chalim Leuwi Munding, Majalengka, salah seorang pendiri NU, ini kembali terpilih untuk lima tahun ke depan. Terpilih secara aklamasi bahkan.?

Peningkatan Kualitas Guru, Sistem, dan Motivasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peningkatan Kualitas Guru, Sistem, dan Motivasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peningkatan Kualitas Guru, Sistem, dan Motivasi

Bagaimana resep keberhasilan Kiai Asep memimpin Pergunu? Bagaimana pula dia berhasil membawa pesantrennya, AManatul Ummah, menjadi favorit orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya? Berikut petikan wawancara Abdullah Alawi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan Kiai Asep bulan puasa lalu. ?

Bagaimmana resep memimpin Pergunu?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kita harus mencari yang bisa menolong untuk terwujudnya sebuah keberhasilan. Karena memang Al-Qur’an menyebutkan, haruslah kamu untuk saliing banu membantu dalam kebaikan. Tentu saja kalau saya sendirian kan tidak mungkin. Oleh karena itu kita dibantu oleh Pak Akhsan (Wakil Sekretaris Pergunu) subhanallah, dibantu Allah kemudian saya bisa dekat dengan Pak Akhsan, dengan Kiai As’ad, dengan Kiai Mun’im, itu Allah, tetapi konsepnya kita memang harus bisa yang membantu wata’awanu ‘alal birri wat taqwa wala ta’awanau alal itsmi wal ‘udwan, sehingga terealisir.?

Tetapi memang harus disertai dengan keikhlasan karena dengan keikhlasan itu akan mewujudkan keberhasilan. Ikhlas di dalam berbuat sama dengan tubuh yang ada nyawanya. Ketika tubuh itu punya nyawa, maka tubuh itu akan menghasilkan produk. Tetapi ketika tubuh itu tidak bernyawa, maka akan menghasilkan karung goni. Tidak mungkin karung goni menghasilkan produk. Manusia memiliki tubuh yang bernyawa akan menghasilkan prodak. Ikhlas itu berdoa maksimal, kita mengeluarkan dana ikhlas. Tidak memikirkan sama sekali apa yang dikeluarkan itu.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal





Dari 500 cabang dan 34 wilayah apa itu melebihi target dari kepemimpinan Pak Kiai atau masih ada target lain?

Ya masih di bawah target. Targetnya seluruh cabang, secara keseluruhan. Kalau 500 kan masih ada yang terisisa.?





Bagaimmana target dari sisi kualitas baik struktur maupun guru-guru NU?

Jadi, memulai organisasi harus dipikirkan lebih dulu adalah konsolidasi organiasi, ya pembuatan cabang-cabang itu. Lalu setelah itu melangkah. Melangkah itu dengan motivasi, dengan mesin. Mesinnya itu motivasi.

Kalau di Pergunu itu motivasinya apa?

Motivasinya itu langkah-langkah kemudian di sana, yang lain-lain itu juga meniru. Misalnya kita memberikan beasiswa, kedengaran, s1 s2, s3. Kemudian sekarang seluruh provinsi tidak terkecuali, mereka diberi beasisiwa, real. Kemudian atas nama NU kita memberikan beasiswa ke 20 negara. Itu kan kemudian akan pasti secara teori merangsang yang lain-lainnya berbuat. Kemudian hasilanya jauh gemuruhnya Pergunu dengna PGRI. Ini mudah-mudahan dilanjutkan generasi-generasi berikutnya. Lebih bisa mengembangkan.?





Lebih khusus, bagaimana cara menggerakkan orang-orang dalam satu cita-cita di NU?

Kita memberikan motivasi menjelaskan secara detail tentang visi-visi kita, langkah-lngkah konkretnya. Mereka akan tertarik sekali. Misi kita dua. Ahlussunah wal-Jamaah, Indonesia yang adil dan makmur. Itu visi kita. Mereka kemudian tergerak dan kita ya harus melangkah. Di tengah kesibukan saya, saya datang ke Padang, saya Sulawesi, Kendari, NTB.

Bagaimana cita-cita besar selama kepemimpianan?

Nanti begini, bahwa dengan adanya peningkatan kualitas guru-guru NU, maka konsep-konsep besar akan dikeluarkan oleh mereka. Dan juga mudah-mudahan sekolah-sekolah Ma’arif akan ditangani oleh guru-guru yang profesional. Dan nanti akan kompetitif. Dan terlalu mudah karena ada contoh. Contohnya Amanatul Ummah. Hari ini yang diterima di Fakultas Kedokteran Negeri itu sudah ada 16. Tiga di antaranya beasiswa. Sebentar lagi 18. Kalau menunggu hasil SPMBTN it bisa di atas 50. Untuk tahun ini. Kalau dari tahu-tahun sebelumnya sudah ratusan. Yang ke Eropa ada 40 tahun ini, Jerman, Belanda, Rusia, Finlandia, Prancis, Inggris. Ke Timur Tengah ada 25, lulus semua.?

Ada ada anak yang lulus datang dengan ayahnya. Mereka sedih sekali harus menyiapkan untuk transport, tidak punya ongkosnya, bisa gagal kalau. Saya pinjamkan. Dan yang ke Eropa juga begitu. Jaminannya saya. Diberi langsung. Itu baru kedokteran. Teknik Informatikanya banyak, ITB ada, Ikatan –ikatan dinas, STAN, STIS, Telkom, itu banyak. Dan seratus persen diterima di Perguruan tinggi. Kenapa sih karena kita punya sistem. Nah, ini kalau udah ada contoh kenapa tidak bisa kan tinggal mencontoh.

Sebuah ketentuan akan beredar ketika ada penyebabnya. Ketika penyebabnyya ada, ya akan terwujud. Ketika penyebabnya tidak ada, ya tidak akan terwujud. Setiap saat saya senang sekali ketika saya disuruh untuk membedah Amanatul Ummah dimana karena itu sebuah cita-cita saya jika berhasil, menjadi referensi bagi yang lain. Mudah-mudahan. Dan sudah ada yang menyatakan maju setelah menimba ilmu di Amanatul Ummah. Itu ada di Yogya. Setelah menimba sistem-sistem di Amanatul Ummah.?

Sebab ada haditsnya man allama ilmman allamallahu man la ya’lam. Ketika kita memberikan ilmu kepada orang, mmakka Allah akan memberikan ilmu baru kepada orang tersebut. Jadi nanti saya akan banyak inspirasi lagi.?





Pergunu terkait dengan murid, terkait dengna regenerasi. Pak kiai, arti pentingnya aktivasi Pergunu apa?

Saya membangun Amanatul Ummmah, sampeyan bisa liihat untuk mewujudkan manusia yang unggul, utuh, berakhlakul karimah guna kejayaan kaumm muslimin, kemulian bangsa Indonesia. Nah, itu kalau tidak dikembangkan dalam sekala besar kan berat. Saya hari ini sudah mengeluarkan 1000 lebih lulusan SLTA, Aliyahnya 690. SMA-nya 300. Itu kan masih kecil skalanya. Tetapi kemudian ketika kita memotivasi guru-guru, seluruh Indonesia, ada sarana-sarana untuk pemberian motivasi kan lebih cepat. Ketika saya diberikan kesempatan di Pergunu, saya berarti akan mengembangkan cita-cita luhur di Amanatul Ummah?

Dalam mengelola Pergunu, selain cita-cita, pasti ada kendala, bagaimmana menanganinya?

Ya dianggap saja tidak ada kendala. Kecil-kecil ya sudah berlalu begitu saja. Hal yang menyedihkan harus segera lupa. Ya tak ada kendala. Kita dengan semua baik-baik.?





Terkait lulusan Amanatul Ummah, caranya bisa seperti itu bagaimana mendidiknya?

Amanatul Ummah itu secara sarana dan prasarana untuk menjadi sesuatu yang hebat itu belum memadai. Tapi saya tidak pernah gusar dengan sarana. Dulu itu, kelas pun di bawah tenda sekitar 2006, 2008 masih di rumah-rumah penduduk, kelasnya masih di mushala. Awalnya 49 pada 2006 terus berkembang, tapi saya mempunyai dua andalan bahwa memang yang paling penting dari seluruh proses keberhasilan, yang paling penting guru. Andalannya adalah guru yang baik dan sistem.?





Guru yang baik itu bagaimana dan sistem yang baik itu bagaimana?

Ya guru yang bisa mempertanggungjawabkan keberhasilan. Kalau sistemnya yang secara rasional yang kompetitif, yang secara rasional bisa mewujudkan keberhasilan. Misalnya di sini, sekolah yang enam semester, kita selesaikan 5 semester. Yang satu semester dibuat untuk remidi, latihan-latihan dan lainn sebagainya. Kemudian anak itu jangan dilepas sampai Unas, diantarkan terus sampai SMBTN, mau kemana mereka kepingin, kemana mereka bercita-cita, diantarkan. Informasi-informasi kita cari tidak mereka yang mencari.

Ketika informasi-informasi kita menang, itulah sebuah kelebihan. Hebat-hebatnya sebuah lembaga pendidikan pasti kan susah juga untuk maju. Terus nomor dua, motivasi, tidak boleh pernah berhenti dari motivasi sebab yakin saya kalau tanpa dimotivasi, mungkin lebih dari separuh anak-anak di sini tidak meanjutan pendidikan, tidak akan berani melanjutkan pendidikan ke tempat yang jauh-jauh, ke Jakarta, apalagi ke luar negeri. Tapi karena motivasi mereka tidak hanya ke Jakarta, ke luar negeri pun berani. Itu sudah sejak berdirinya sudah begitu, sudah banyak ke Timur tengah. Kalau ke Eropa baru tiga tahun yang lalu.?





Murid-murid ini apakah diseleksi sebelum masuk atau semua masuk kemudian dimotivasi menjadi anak seperti itu?

Seleksi ada memang,tapi tidak ketat dan disalurkan. Ii misalnya di sini ada MBI Madrasah Bertaraf Internasional, tidak diterima di MBI, disalurkan ke lembaga yang lain. Ketika disalurkn ke lembaga yang lain mereka tidak ditarik untuk daftar ulang, tidak. Kalau ditarik untuk daftar lagi, kentara sekali mencari uang pendaftaran orientasinya, tidak usah sehingga kemudian tidak terlalu apatis, tidak terlalu apriori orang melihatnya. Bolehlah ada yang tidak diterima, tpi jangan banyak-banyak. MBI itu banyak menolak akrena animonya jauh dari kapasitas. Sekitar 2/3 ditolak, tapi saya punya kebijaksanaan disalurkan ke lembaga yang lain, tanpa harus mengeluarkan uang pendaftaran. Di penyaluran ini sepanjang mereka itu mau mesti diterima. Keberhasilannya dipertanggungjawabkan sama.?





Soal remaja yang selalu dikaitkan dengan kenakalan?

Jika kita harus berpersepsi bahwa anak yang nakal itu memiliki keinginan untuk baik. Potensi ini harus dimuncullkan. Potensi ingin baik itu harus dimunculkan. Ketika kemudian mendominasi, mengalahkan kenakalannya, ya akan menjadi baik. Kita harus menyadari semacam itu.?





Dari paparan yang tadi itu, dari cita-cita, praktik, pemikiran dan guru, bagaimana proses menemukan pemikiran itu?

Saya jujur, semuanya dari pengalaman, pengalaman yang harus saya baca. Kalaupun saya mendapatkan reperensi, tapi itu bukan dari buku, saya dapat reperensi dari pemikiran-pemikiran orang lain, kemudian saya analisa sebab yang namanya ilmu itu adalah sesuatu yang terlontar dari orang-orang bijak, itu ilmu. Jujur dalam Al-Quran menyebutkan, wal tandur ma qoddamat lighad, seseorang harus melihat perjalanan masa lalunya, ditelaah kemudian dijadikan referensi menghadapi ke depannya.?

Ilmu itu sendiri kesimpulan-kesimpulannya itu sendiri kan trial an error wrong, dan kemudiian menjadi benar, dan Al-Qur’an mengatakan begitu. Ya tetapi memang sebetulnya harus dengan ilmu, tapi tidak hanya embaca buku. Buku yang saya baca adalah buku adalah buku yang menjadi obeek saya mengajar. Buku yang saya ajarkan itu, mengajarkan buku ini, saya telaah, kemudian penambahan ilmu saya di situ terus mengingat yan g lalu sehingga menjadi keterpaduan.?





Kalau yang bisa dijadikan referensi, dan pengalaman yang dimana yang menjadi pembangun pesantren ini?

Referensi keilmuaan saya belajar dimana-mana cuma saya teringat saya memiliki, pertama saya di rumah saya, saya diajari ayah saya, kakak saya, diajari ilmu-ilmu dasar yang kemudian jadi alat pengembangan. Kemudian saya di pesantren Buduran, pernah di Cipasung, di Buduran saya merasa mendapatkan ilmu tapi hasil telaahan sendiri yang kemudian ditaashih oleh kiai, hasil pemahaman sendiri, disorogkan kepada kiai, ilmu membaca kitab, ilmu itu kemudian harus dibaca.?

Kitab itu ada dua hal yang ditemukan, satu ilmunya, kedua, pemhamannya, pemahaman, memahami teks itu itu tidak tidak bisa kalau tidak ditelaah, alat penelaaahan itu ada yang namanya ilmu alat, itu yang kemudian orang menjadi cerdas. Kemudian isinya. Isinya. Ya artinya kemudian orang sudah cerdas, berkecenderungan melakukan pemikkiran-pemikiran yang dijadikan alat pengembangan. Anak-anak di sini juga begitu, dibuat cerdas. Bagaimana caranya, dipaksakan paham dengan apa yang diajarkan. Oleh kkarena itu salah saru sistem di lembaga sini, jangan biarkan guru berhenti menjelasakan sebelum semua muridnya mengerti. Jangan biarkan murid berhenti bertanya sebelum dia memahami apa yang diajarkan gurunya. Itu salah satu sistem.





Dari tadi, kata kunci motivasi-motivasi. Semua orang pernah mendengar dan melakukannya. Motivasinya bagaimana dan cara menyampaikannya?

Itu kan, kalau orang sudah dikatakan referensinya Al-Qur’an yang tidak bisa dibantah. Di dalam Al-Qur’an disebutkan waman yatawaakkal alahhai barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka allah akan menjadmin keberhasilannya. Dan Allah pasti akan memberikan jaminan kepada yang tawakkal. Tawakal itu berupaya yang keras dan berdoa maksimal. Ketika murid melakukan berusaha keras dan berdoa yang maksimal ya berhsil. Yang memastikan berhasil Allah. Dan itu harus dipercayai karena itu Al-Qur’an. Kalau sudah itu kan sudah pasti dan saya tinggal menunggu waktu saja untuk mewujdukan itu.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 06 Maret 2018

Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612

Tasikmalaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Corp Brigade Pelajar (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya melakukan Jumat Bersih (Jumsih) yang diselenggarakan Komando Distrik Militer (Kodim) 0612 Kota Tasikmalaya. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (25/11) dari pukul 08.00 pagi sampai 09.45.

Jumsih merupakan tindak lanjut dari Surat Perintah dan Derektif Danrem untuk melaksanakan kegiatan pembinaan peta jarak jaring teritorial tahun 2016. Kegiatan ini dilaksanakan dari berbagai unsur mulai anggota TNI, Organisasi Kepelajaran (OKP), dan masyarakat sekitar kampung Cikalang.

Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612 (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612 (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612

Tiap peserta dari berbagai OKP mengirimkan 4 orang anggotanya untuk Jumsih di sekitar Jalan Laswi Kelurahan Cikalang Kecamatan Tawang. Peserta yang hadir sekitar 100 orang lebih dan berjajar membersihkan pinggir jalan sepanjang 1 km.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Wakil Komandan CBP IPNU Kota Tasikmalaya M. Baharudin Fauzi mengatkaan mendukung penuh Jumsih karena merupakan bagian dari untuk tetap menjaga kebersihan wilayah.

“Kita selaku pelajar NU harus cinta akan kebersihan dan harus mendorong semua lapisan masyarakat untuk cinta kebersihan karena kebersihan itu sebagian dari iman,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Komandan Banser Kota Tasikmalaya Haedar Burhan juga mendukung kerja sama pihak aparatur pertahanan dengan kepemudaan untuk senantiasa melaksanakan dan menjaga kebersihan.

Ia juga berharap agar jumsih ini dilakukan setiap seminggu sekali Supaya kota Tasik selalu bersih dan terhindar dari wabah penyakit. (Agum Gumilar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, AlaSantri, Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?



Yth Presiden RI, Bapak Ir. H. Joko Widodo

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017



Yth Para Pimpinan Lembaga Tinggi Negara

Yth Para Menteri Kabinet Kerja

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Yth Bapak Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi

Yth Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, baik jajaran mustasyar, syuriah, tanfidziyah, a’wan, lembaga, dan banom.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadirin-hadirat yang dirahmati Allah.

Syukur Alhamdulillah pada hari ini kita dapat berkumpul untuk menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama2017 yaitu pertemuan minimal dua kali diantara dua muktamar untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah ditetapkan dalam muktamar yang lalu dan menyiapkan pelaksanaan program hingga muktamar mendatang, serta merespon permasalahan aktual yang terjadi pada saat ini. 

Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Presiden yang telah berkenan hadir dan membuka secara resmi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama tahun 2017. Hal itu menunjukkan perhatian besar Bapak Presiden kepada Nahdlatul Ulama. 

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi terbesar di Indonesia mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengawal negara dan bangsa dari berbagai ancaman. Tanggung jawab tersebut harus diemban dengan penuh kesadaran oleh semua pengurus NU di setiap tingkatan dan mengajak warga Nahdliyin untuk dengan penuh keikhlasan mengemban tanggung jawab tersebut.

Melalui mars Syubbanul Wathan yang terus-menerus dikumandangkan di lingkungan NU antara lain menyatakan “Siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu” karena akan berhadapan dengan santri-santri NU. Kalau pada masa yang lalu NU telah berusaha menjaga dan mengawal negara melalui fatwa jihad yang dikeluarkan oleh Rais Akbar PBNU Hadratussyekh Hasyim Asyari yang menyatakan bahwa hukum memerangi kaum penjajah adalah wajib yang kemudian dijadikan Resolusi Jihad oleh PBNU sehingga mendorong masyarakat terutama para santri untuk melawan Belanda sehingga terjadi perang 10 November dan dinyatakan sebagai hari pahlawan. Alhamdulillah tanggal 22 Oktober lahirnya Resolusi Jihad akhirnya juga dinyatakan sebagai Hari Santri Nasional oleh Bapak Presiden Ir. Joko Widodo pada tahun 2015 walaupun sesudah 70 tahun dari peristiwa terjadinya Resolusi Jihad. Untuk itu, kepada presiden RI Joko Widodo kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya.

Salah satu ancaman yang kita hadapi sekarang ini menurut kami adalah radikalisme dan intoleran. Radikalisme adalah kelompok yang ingin mengganti Pancasila dan UUD 1945 dengan dasar yang lain. Sedangkan kelompok intoleran adalah kelompok yg dapat merusak keutuhan bangsa.

Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama ini akan membahas upaya-upaya yang sistematis dan terencana dalam menanggulangi bahaya radikalisme dan intoleransi tersebut, yang kemudian dirumuskan menjadi program kerja NU dan rekomendasi Munas/Konbes.

Nahdlatul Ulama tetap istiqamah dalam posisi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar tahun 1945 dari setiap upaya pembelokan arah oleh kelompok-kelompok radikalis agama ataupun sekuler, ekstrimis kanan ataupun kiri, kelompok separatis dan teroris, serta kelompok intoleran. Bagi NU Pancasila dan NKRI sudah final.

Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati,

Tantangan berikutnya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara adalah terkait ekonomi yang berkeadilan. Saat ini, kesenjangan ekonomi di negeri ini sudah sangat terasakan. Bagian terbesar asset ekonomi di negeri ini dikuasai oleh segelintir orang. Sedangkan bagian terbesar masyarakat memperebutkan “remah-remah” sisanya. Hal ini bisa menjadi bom waktu dan bisa memantik terjadinya konflik horizontal yang laten. Oleh karena itu, perlu ada upaya sungguh-sungguh yang terencana untuk mengikis kesenjangan tersebut.

Kami mengapresiasi Bapak Presiden yang telah memerintahkan kepada jajarannya untuk mengambil langkah dan upaya guna mengikis kesenjangan tersebut. Paradigma baru dalam kebijakan ekonomi yang lebih memprioritaskan pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah harus terus didorong dan diformalkan menjadi program utama pemerintah. Ide Presiden memberlakukan kebijakan redistribusi aset dan kemitraan antara usaha kecil-menengah dengan pengusaha besar merupakan terobosan yang perlu diformalkan menjadi kebijakan negara.

Nahdlatul Ulama mendukung upaya yang telah dilakukan presiden tersebut. Sebagai ormas yang besar, NU berkepentingan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah. Karena sebagian besar warga Nahdliyin adalah masyarakat kecil dan menengah tersebut.

Munas Alim Ulama ini akan menjadikan masalah tersebut sebagai salah satu materi pembahasan. Regulasi yang menyebabkan terbukanya peluang kepemilikan asset secara berlebihan akan dikaji secara kritis dan akan dibuat rekomendasi adanya regulasi baru yang memperkuat kebijakan redistribusi aset. 

Munas juga akan merumuskan dari perspektif ajaran agama, bagaimana distribusi aset dilakukan, sejauh mana negara berkewajiban mengatur terkait dengan penguasaan asset dan tanah yang berkeadilan, sehingga tidak terjadi adanya penguasaan asset dan tanah yang berlebihan oleh sekelompok orang, padahal di sisi lain banyak masyarakat yang tidak memilikinya. Munas akan merumuskan upaya apa saja yang akan dilakukan oleh NU terkait dengan masalah ini.





Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati,

Munas dan Konbes juga akan membahas tentang penguatan organisasi NU, agar secara jam’iyah dapat menjalankan tugas-tugas besar terkait kebangsaan dan keumatan. Revitalisasi, konsolidasi, dan fungsionalisasi (REKONFU) setiap potensi yang dimiliki oleh jam’iyah merupakan upaya yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga NU sebagai ormas yang besar bisa memberikan sumbangsih yang besar pula kepada bangsa dan negara. Terlebih NU sebagai jam’iyah saat ini berada pada penghujung 100 tahun pertama dan akan memasuki 100 tahun kedua. Dalam sebuah hadis disebutkan:

« ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? »





“Sesungguhnya Allah mengutus kepada umat ini setiap ujung seratus tahun orang yang memperbarui agama mereka.”

Dalam berjam’iyah, hadis tersebut dapat ditangkap semangat dan konteksnya. Di setiap seratus tahun akan ada orang yang melakukan gerakan pembaruan (harakah tajdidiyah). Nahdlatul Ulama saat ini berada pada penghujung usia seratus tahun, dan setelah itu akan memasuki babak baru fase seratus tahun kedua. Karena itu, kita para pengurus NU di setiap tingkatan harus siap bekerja lebih keras untuk menguatkan jam’iyah kita ini. Kita perbarui semangat kita untuk tetap mengusung cara berfikir dan beragama ala NU (fikrah nahdliyah). Kita perbarui semangat gerakan ke-NU-an (harakah nahdliyyah) di setiap tingkatan organisasi. Kita siapkan runway yang kuat, sehingga diharapkan di awal 100 tahun kedua, Nahdlatul Ulama sudah bisa take off dan tinggal landas secara mulus dan tanpa hambatan berarti.

Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati

Demikianlah kiranya sambutan saya, mudah-mudahan ada manfaatnya dan dapat dijabarkan melalui persidangan Munas dan Konbes NU ini. Kami berdoa semoga permusyawaratan ini diridhai  oleh Allah SWT dan dapat merumuskan hasil-hasil yang baik. 

Selanjutnya, mohon berkenan Bapak Presiden memberikan sambutannya, dan dilanjutkan membuka secara resmi Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar NU tahun 20017.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq  

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Mataram, November 2017

Rais ‘Aam,





Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Tegal, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Jeddah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Syekh Saad al-Hijri, anggota komite yurisprudensi Provinsi Asir, Arab Saudi, membuat geger warga di negara setempat usai mengatakan bahwa perempuan tak semestinya mengemudikan kendaraan karena tidak ada dalil agama yang mendukung tentang itu.

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Lebih lanjut al-Hijri mengatakan, perempuan hanya memiliki seperempat akal sehingga ia tak bisa membuat keputusan saat berada di balik kemudi.

Al-Hijri melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah ceramah di depan khalayak di kota Khamis Mushait barat daya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (22/9).

Ceramah al-Hijri pun mengundang kemarahan dari para pengguna media sosial di Arab Saudi. Mereka ramai-ramai menuntut agar pemerintah melarangnya berceramah dan menerbitkan fatwa. Reaksi ini direspon oleh Gubernur Asir Pangeran Faisal bin Khalid bin Abdulaziz dengan mencekal al-Hijri dari aktivitas ceramah.

Juru bicara gubernur Asir, Saad bin Abdullah al-Thabet, dalam sebuah siaran pers mengatakan, Pangeran Faisal telah mengeluarkan perintah untuk merespon pernyataan al-Hijri yang membuat gempar jagat media sosial dan mengecewakan banyak orang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Thabet menambahkan, pembebas-tugasan al-Hijri dari kegiatan berceramah merupakan langkah yang bertujuan untuk membatasi pemanfaatan mimbar keagamaan sebagai ajang produksi statemen kontroversial dan merendahkan orang.

Ia bahkan mengingatkan, keputusan serupa akan diambil terhadap siapa pun yang mencoba memanfaatkan mimbar agama untuk menyuarakan pendapat yang merendahkan orang. (Red: Mahbib)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Kajian Islam, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan

Dunia bisnis, lingkungan, dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang keberadaannya saling mendukung. Jika terjadi ketimpangan pada satu sisi, maka masalah, cepat atau lambat akan muncul. Manusia menyesuaikan diri dengan alam untuk mencapai harmoni. Kemajuan teknologi menyebabkan manusia mampu mengendalikan kekuatan alam. Keserakahan manusia yang tidak ada batas ini menyebabkan mereka berusaha mengeksploitasi alam, yang merusak keseimbangan ekosistem. Akhirnya, bencanalah yang timbul dengan manusia sebagai korbannya.

Kemajuan teknologi untuk mengeksploitasi alam menyebabkan dunia usaha memanfaatkan ilmu pengetahuan tersebut untuk berekspansi dari satu tempat ke tempat lain yang dinilainya masih memiliki potensi keuntungan. Konflik dengan masyarakat lokal di mana industri akan dibangun tak habis-habisnya muncul. Di pesisir selatan pantai Pulau Jawa, konflik terkait penambangan pasir besi muncul di berbagai tempat. Bahkan sampai menimbulkan korban nyawa sebagaimana dialami oleh Salim Kancil di Pasuruan (2015) yang dibunuh dengan cara yang sangat sadis. Konflik juga muncul akibat rencana eksploitasi sumberdaya air yang muncul di Serang Banten dan beberapa daerah lainnya. Konflik lahan antara masyarakat adat dan pengusaha perkebunan juga tak ada habis-habisnya. Belakangan, masalah yang mengemuka adalah rencana pembangunan pabrik semen di daerah Rembang.

Bencana alam yang muncul dari tahun ke tahun akibat eksploitas alam adalah pembakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan untuk dialihfungsikan menjadi kawasan perkebunan. Pembersihan lahan dengan membakar memang ongkosnya murah, tetapi masyarakat luaslah yang harus menanggung akibatnya. Binatang-binatang penghuni hutan banyak yang mati, masyarakat adat pun harus menyingkir. Daerah yang mata airnya diambil oleh perusahaan air minum membuat para petani kekurangan air saat kemarau. Bekas galian pasir besi juga menimbulkan kerusakan alam karena banyak pengusaha yang tidak melakukan rehabilitasi sesudahnya. Bencana lumpur Lapindo menjadi tragedi bagi mayarakat di Sidoarjo. Daftar tersebut akan sangat panjang jika disebut satu per satu.

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan

Secara sosial saat sebuah industri akan masuk ke suatu daerah yang akan mengeksploitasi alam, masyarakat pun biasanya terpecah, antara yang setuju dengan masuknya industri tersebut dengan yang menolaknya. Pengusaha membentuk kelompok-kelompok yang mendukungnya dan membiayanya. Yang tidak setuju, merasa selalu terancam karena kapan saja bisa terusir dari tempatnya hidup. 

Bagi dunia bisnis, yang tujuan utamanya adalah untuk meraih keuntungan, penyelamatan lingkungan berarti adanya ongkos tambahan yang harus dipikul sehingga bisa mengurangi keuntungan yang diharapkan. Tak banyak industri yang memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian alam, apalagi ditambah pula dengan penegakan hukum (yang) juga masih lemah. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Masyarakat yang berhasil ‘mengusir’ perusahaan-perusahaan yang akan mengeksploitasi daerahnya biasanya memiliki aktor intelektual yang mampu memimpin dan menggerakkan masyarakat untuk melawan, memiliki jaringan nasional hingga internasional serta memiliki napas panjang untuk membela daerahnya. Para aktivis NU yang ada di berbagai daerah, dapat mendampingi masyarakat yang sedang menghadapi masalah dengan dunia usaha. Upaya perlawanan dengan cara kekuatan fisik dengan mudah dipatahkan karena perusahaan mampu menyewa pengamanan swasta atau oknum aparat keamanan. 

Sejarah membuktikan, melawan korporasi dengan modal kuat bukanlah hal yang mudah. Mereka mampu menyewa para akademisi yang bisa memberikan legitimasi atas tindakan mereka. Ahli-ahli hukum terbaik juga bisa diminta untuk membela kepentingan mereka. Para pakar hubungan masyarakat juga bisa diminta untuk memoles citra perusahaan sebaik mungkin bahwa apa yang mereka lakukan tidak melanggar hukum atau etika.  

Kemajuan teknologi informasi, dapat dimanfaatkan oleh jejaring masyarakat dan kelompok pembela lingkungan untuk melindungi kepentingan mereka. Ada banyak LSM yang bergerak dalam perlindungan lingkungan yang mampu memberikan bantuan. Ada banyak ahli hukum yang bisa memberikan advokasi terhadap permasalah yang mereka miliki. Sosial media juga dapat digunakan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat atas fakta-fakta yang terjadi di lapangan. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kantor pusat perusahaan yang biasanya terletak di pusat-pusat bisnis di ibukota negara menentukan seluruh kebijakan strategis di daerah operasinya. Daerah operasi perusahaan yang lokasinya jauh di pedalaman atau bahkan di tengah hutan menyebabkan para pengambil kebijakan kurang memiliki sensitivitas atas dampak yang ditimbulkan atas operasi yang dilakukan. Pertimbangan utama mereka adalah untung dan rugi. Bahkan perusahaan dengan gampang bisa dijual kepada perusahaan lainnya dengan gampangnya. 

Pengembangan sektor usaha juga didukung untuk pengembangan perekonomian. Mereka mampu menciptakan lapangan kerja, membayar pajak dan memberi nilai tambah atas produk yang sebelumnya bernilai rendah. Para pengusaha adalah orang-orang  yang berani mengambil risiko dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat ata suatu produk yang sebelumnya belum tersedia. Jadi wajarlah jika mereka mendapat keuntungan lebih atas risiko yang mereka ambil. Kemajuan dunia ini sesungguhnya terjadi berkat adanya para pengusaha. Jika usaha tersebut dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maka kita harus memberi dukungan lebih karena sesungguhnya perusahaan tersebut adalah milik rakyat. Keuntungan yang didapat akan kembali lagi kepada rakyat melalui deviden yang dibagikan kepada pemerintah sebagai pemegang saham. Tetapi semua usaha yang dilakukan harus sesuai dengan regulasi yang ada. 

Di sinilah peran pemerintah yang seharusnya mampu mengakomodasi kepentingan berbagai pihak. Bagaimana dampak lingkungan yang akan muncul jika sebuah bisnis dilakukan bisa dilakukan melalui analisis amdal. Kepentingan masyarakat juga harus terakomodasi dengan baik karena mereka yang akan terkena dampak pertama kali jika ada masalah. Dalam banyak kasus, ketika sebuah perusahaan mau masuk, masing-masing pihak berusaha memaksimalkan kepentingannya. Penduduk lokal berusaha menjual tanah setinggi-tingginya, oknum aparat berusaha mempersulit perizinan, pecinta lingkungan tidak ingin alam dieksploitasi sejengkal saja. Jika masing-masing pihak tidak mau mengakomodasi kepentingannya, maka masyarakat secara luas pulalah yang harus menanggung akibatnya. Harga produk yang dijual akan menjadi mahal karena adanya biaya-biaya siluman yang dimasukkan sebagai bagian dari ongkos produksi. 

Jika pemerintah tegas dalam penegakan aturan dan masyarakat bisa bersatu dalam membela kepentingannya, maka para pengusaha tidak akan berani lagi bermain dalam ranah abu-abu karena ongkos yang mereka keluarkan akan sangat besar. Dan kerugian besar akan mereka alami jika akhirnya harus mundur akibat perlawanan masyarakat. Kemudahan dan kepastian usaha sangat penting untuk mendorong tumbuhnya bisnis, tetapi bisnis yang membawa manfaat bagi semua pemangku kepentingannya, para investor, masyarakat, pemerintah, dan kelestarian alam itu sendiri. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, AlaNu, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Perihal Masa Depan yang Misterius (V)

Oleh Mh Nurul Huda



Dalam tradisi Islam, dan saya rasa juga tradisi agama-agama dan spiritualitas dunia, bumi dan alam raya merupakan anugerah. Karena itu, bila pembaca suka, anggaplah upaya kolektif pengembangan ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi yang tak terpisahkan dari rasa syukur dan takjub atas semesta dunia ini sebagai sebuah ajakan.

Perihal Masa Depan yang Misterius (V) (Sumber Gambar : Nu Online)
Perihal Masa Depan yang Misterius (V) (Sumber Gambar : Nu Online)

Perihal Masa Depan yang Misterius (V)

“Bila pembaca suka” ini saya sertakan, mengingat penulis sendiri mengerti bahwa sekarang kita tengah hidup di dunia dengan cara berpikir “yang tertentu” yang sangat dominan. Kita termasuk saya tersedot ke dalamnya. Kita sudah masuk dan jauh tenggelam dalam cara itu. Ia sudah begitu dominan, meluas, menubuh, dan mewujud dalam bahasa dan tindakan keseharian. Bahkan untuk menolak cara berpikir itu,akan dirasakan ada keanehan yang bila dibuatkan “meme” niscaya membuat orang terpingkal-pingkal menertawai dirinya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Cara berpikir “yang tertentu” ini adalah cara berpikir yang bersifat kalkulatif. Kita berpikir tentang segala hal, termasuk alam dan sesama manusia di sekitar kita, demi tujuan tertentu. Berpikir sesuatu terutama agar dapat memakainya semata. Berpikir sesuatu demi untuk direkayasa dan dimanipulasi.? Berpikir untuk dapat menguasai dan mengeksploitasi.

Tentu saja cara berpikir berperhitungan telah ada sejak masa lampau. Tetapi, wujud tindak berpikir kalkulatifnya tidak sehebat dan mendominasi kehidupan di zaman ini. Yakni zaman modern dengan pemahamannya yang baru dan modern atas “dunia ada yang menakjubkan”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Semesta ini, semula, dipandang anugerah yang menakjubkan. Dunia yang mempesona, kata Max Weber; yang disyukuri dan dikagumi oleh para penghuninya. Di dalamnya, manusia berpikir dan merenungi pesonanya. Dan berpikir merupakan aktivitas manusia yang jenuin, yang ikhlas, sebagai tindak penerimaan atas anugerah itudi dalam diri.Karena itubiasanya cara berpikir ini selaluterhubung erat dengan Tuhan, yang baik (the good), yang indah (the beauty), dan tentu saja mencakup, namun tidak sekadar terbatas pada, yang benar (the right). Inilah juga pengertian klasik yang terkandung didalam kata “filsafat”, suatu pandangan hidup, pencarian kearifan,yang dilakukan oleh para pemikir tradisional namun tidak menjadi arus utama di zaman modern.

Rene Descartes, si anak zaman yang hidup di hadapan krisis moral dan politik, membuka mindset modernitas. Tujuan utama pemikiran tidak lain dan tidak bukan adalah sains. Suatu aktivitas berpikir yang tertentu yang diyakini memberi manusa kepastian dalam mengelola dan mengontrol rimba raya dunia.

“Aku berpikir maka aku ada”, katanya. Artinya manusia adalah sesuatu yang berpikirdan kebenarannya bersifat pasti; sedangkan dihadapan pikiran ini segala sesuatu hanyalah kebetulan-kebetulan atauomong kosong yang dangkal. Hanya lewat sains yakni cara berpikir yang dibangun diatas fondasi rasio matematis, bukan teks suci keagamaan, kehidupan yang sulit dan tak menyenangkandi dunia dianggapmenjadi lebih mudah.

Itulah gagasan utama di ambang modernitas, ketika pengetahuan Abad Pertengahan dibuang sia-sia lalu kekosongan pondasi pengetahuan ini digantikan oleh rasio dan kehendak manusia yang absolut. Descartes membatasi dan mereduksi pikiran manusia (mind, intelek)pada rasio matematis belaka. Cara berpikir ini lalu menggelinding deras,dan fisika matematisdiproyeksikan pada kehidupan sosial dan alam, sehingga yang terakhir inipun dapat dikalkulasi secara matematis.

Cara berpikir kita yang semata teknokratis dan demi kegunaan produktif kita sendiridapat membawa konsekuensi merendahkan cara berpikir tradisional yang kita anggap tidak produktif. Lalu secara pragmatis kita cepat-cepat mencari cara bagaimana bisa secara efektif dan efisien mengontrol dunia dan kehidupan. Dunia ini kita kontrol, kita bentuk semata sebagai sumberdaya untuk memuaskan apapun yang kita kehendaki, entah melalui alat-alat elektronik ataupun melalui bahasa dan pemikiran.

Tersedot ke dalam alam pikiran itu, kita tidak hanya turut berpartisipasi aktif dan meluas dalam menghancurkan alam tapi juga menjadi korban dari kehendak otonomkita sendiri. Penjajahan, tragedi genocide dan bom nuklir, perang dunia, konflik sosial, kekerasan politik, kerusakan alam dan perubahan iklim, peningkatan kesenjangan ekonomi dan bencana kelaparan terjadi dalam kualitas yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.Dalam cara berpikir, kita seolah melupakan bahwa dunia kehidupan ini adalah pemberian, anugerah, dan karunia.

Seorang filsuf terkemuka Martin Heidegger mengingat kita semua:The most thought-provoking thing in our thought-provoking time is that we are still not thinking. Sesuatu yang paling menggusarkan-pemikiran di zaman yang menggusarkan-pemikiran kita ini adalah bahwa kita masih juga tidak berpikir. Melalui teknologi, bahasa dan pemikiran yang kita bangun, ternyata kitatidak jua mengenali siapa diri kita sendiri yang dianugerahi tinggal bersama di duniayang fana ini. [bersambung]



Penulis adalah Dosen Sosiologi UNU Indonesia, Jakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 08 Januari 2018

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak meluncurkan program Aplikasi SIAP GRAK (Sistim Aplikasi GP Ansor Banser Kebonagung). Hal ini dilakukan dalam rangka mengupayakan pemberdayaan dan peningkatan taraf ekonomi anggota serta perbaikan pangkalan data.

Ketua Ansor Kebonagung Faishol Nur yang didampingi sekretarisnya Ainul Fuad menjelaskan, aplikasi SIAP GRAK selain sebagai pangkalan data untuk mengetahui profil anggota dari jenis usaha maupun pekerjaan yang dijalaninya dalam keseharian, dalam jangka panjangnya bisa dibuat kerja sama antaranggota.

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK

“Aplikasi ini selain sebagai pangkalan data diharapkan bisa meningkatkan ekonomi anggota, menjalin kerja sama antaranggota, dari PAC tinggal mengonekkan antara anggota yang satu dan yang lain” katanya.

Untuk menyukseskan program aplikasi tersebut Faishol Nur beserta pengurusnya dan ketua ranting se-Kecamatan Kebonagung melakukan audiensi dengan Muspika Kebonagung di Kantor Kecamatan Kebonagung Rabu (14/12). Ia berharap dengan bersilaturrahmi dengan berbagai pihak termasuk Muspika bisa mendapatkan dukungan maksimal termasuk peluang usaha yang mungkin bisa digali anggotanya dari pemerintah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Untuk menyukseskan program kami harus menyosialisasikan dan dapat dukungan ke berbagai pihak termasuk pemerintah kita mencoba berbagai peluang usaha yang mungkin bisa digali termasuk dari pemerintah” harapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Camat Kebonagung yang juga pengurus MWCNU H Haryoto yang didampingi Sekcam Suradi di hadapan pengurus Ansor dan Banser merasa senang. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung program yang dicanangkan Ansor karena hal itu termasuk program yang dilaksanakan pemerintahan.

“Kami sangat mendukung program Ansor dalam upaya peningkatan ekonomi anggotanya, kami akan memback up sepenuhnya,” tegasnya. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, Syariah, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock