Bandarlampung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid mengatakan bahwa langkah Pemerintah yang bertindak tegas dengan membubarkan ormas keagamaan yang akan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi khilafah sudah tepat.
"Penerbitan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 oleh Pemerintah bukanlah tindakan otoriter ataupun represif. Ini merupakan langkah preventif melalui regulasi perundang undangan untuk menghindari perongrongan kesatuan dan keutuhan negara," jelasnya, Jumat (21/7/17).
| Ketua MUI Lampung Nilai Tepat Pemerintah Terbitkan Perppu Ormas (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ketua MUI Lampung Nilai Tepat Pemerintah Terbitkan Perppu Ormas
Ia menambahkan, Islam yang tepat diaplikasikan di Indonesia adalah Islam moderat (wasathiyyah). Salah satu wujud dari watak washatiyyah, menurutnya, adalah menerima Pancasila sebagai sesuatu yang sah dalam pandangan Islam untuk menjadi dasar Negara Indonesia.Ia menjelaskan, karakter moderat Islam berlandaskan ajaran Al-Quran dan As-sunnah sebagai sumber primer. Selain itu sumber-sumber sekunder juga menjadi landasan pemikiran yang mengacu pada dua sumber primer tersebut, seperti ijma dan qiyas.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
"Islam wasathiyyah juga menjadikan ijtihad sebagai otoritas dan aktivitas khusus bagi orang orang yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang tidak mudah untuk dipenuhi," jelasnya di depan peserta Workshop Multikulturalisme Intern Umat Islam di Bandarlampung.Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
Islam moderat juga berpegang teguh pada petunjuk Al-Quran dalam melakukan dakwah? amar maruf nahi munkar, yaitu dakwah dengan hikmah atau kearifan, mauidzatul hasanah dan mujadalah bil husna (berdiskusi dengan baik).Penyebarluasan pemahaman keagamaan yang moderat, lanjutnya, menekankan pentingnya toleransi dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat yang majemuk tanpa ada kekerasan. "Islam tidak membenarkan adanya kekerasan baik kekerasan pemikiran maupun kekerasan tindakan," katanya.
Islam, imbuhnya, juga tidak membenarkan terorisme serta menilainya sebagai tindakan yang tidak manusiawi dan tidak beradab. "Jika terjadi konflik dalam masyarakat, Islam mengajarkan untuk menyelesaikannya dengan perdamaian," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Hikmah, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

EmoticonEmoticon