Senin, 27 Februari 2017

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah

Sumedang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan pelatihan pesantren hijau, manajemen bank sampah, dan pengelolaan sampah kepada santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (16/5).

Rombongan LPBI PBNU yang datang ke Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyaj berjumlah lima orang, Ai Rosita yang menjabat sebagai kepala sekretariatan LPBI, Yusuf Dullah sebagai Wakil Ketua LPBI, Ersuwanda sebagai anggota tanggap darurat LPBI,  M Lukman sebagai anggota perubahan iklim LPBI, dan Binti Soleha sebagai anggota tanggap darurat LPBI.

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah

Lurah Santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, Dede Rohmat Apandi mengatakan, hal yang melatarbelakangi kegiatan ini dilaksanakan yaitu sampah yang ada di pesantren saat ini sudah semakin banyak dan belum ada solusi yang tepat bagaimana cara pengelolaan sampah tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Seiring dengan berjalannya waktu, santri Al-Hikamussalafiyyah saat ini semakin banyak. Sekitar 700 santri setiap hari mengonsumsi makanan yang berpotensi menyisakan sampah. Sampah ini manjadi masalah utama di pesantren dan sampai sekarang belum ada solusi yang tepat untuk menyelesaikannya," kata Dede.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Solusi saat ini yang dilakukan yaitu semua jenis sampah dikumpulkan di suatu tempat dan dibakar. Ketika sampah dibakar, asap yang dikeluarkannya malah memunculkan masalah baru.

“Saya yakin jika sampah-sampah tersebut dimanfaatkan dengan baik bisa dijadikan sebuah produk yang lebih bermanfaat. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa menjadi solusi yang tepat. Sampah uang asalnya selalu jadi masalah bisa membawa berkah,” tutup Dede.

Sementara perwakilan dari LPBI PBNU, Lukman mengatakan, tujuan kami datang ke pesantren-pesantren untuk melatih santri-santrinya mengolah sampah menjadi barang baru yang bermanfaat. Mereka dilatih membuat bros, kerajinan, membuat tempat duduk, membuat meja untuk mengaji, membuat pupuk kompos, dan lain-lain yang bahan dasarnya dari sampah yang berada di pesantren.

Lukman berharap Pesantren Al-Hikamussalafiyyah menjadi contoh pesantren-pesantren lain yang ada di Sumedang dalam hal mengelola sampah. Semoga manajemen bank sampahnya juga berjalan. Jika produk-produk hasil dari pengolahan sampahnya sudah layak jual, LPBI LBNU siap menampung hasilnya. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Quote, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock