Situbondo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Setelah terjadinya kekisruhan di berbagai negara Timur Tengah, perhatian dunia tertuju ke Indonesia. Khazanah keilmuan umat Islam Tanah Air harus semakin disebarkan agar bisa diterima khalayak.
| Publikasi Karya Ulama Nusantara Harus Lebih Intensif (Sumber Gambar : Nu Online) |
Publikasi Karya Ulama Nusantara Harus Lebih Intensif
"Karena itu karya ulama Nusantara harus terus dipublikasikan ke penjuru dunia," kata Abu Yazid, Rabu (11/1) malam. Sedangkan tugas ini harus diemban secara serius oleh Lembaga Talif wan Nasyr, lanjut guru besar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.Dalam pandangan Abu Yazid, Indonesia memiliki kelebihan salah satunya sebagai destinasi kajian. "Bahkan diminati kalangan internasional," kata dosen Pascasarjana Mahad Aly Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jatim ini.?
Untuk dapat menghimpun sejumlah karya tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. "Di antaranya adalah memanfaatkan karya para kiai dan santri di berbagai pesantren," jelasnya. Demikian juga kajian para mahasiswa dan dosen di kampus-kampus.
Baginya, kehadiran LTN di kepengurusan NU harus benar-benar dioptimalkan untuk menjawab tantangan tersebut. Apalagi tidak sedikit dari kiai, santri, dosen hingga mahasiswa yang produktif dalam menulis.?
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
Pandangan ini disampaikan Abu Yazid ketika menjadi narasumber pada Seminar Nasional Refleksi 33 Tahun Khittah NU. Kegiatan diselenggarakan di aula Mahad Aly hasil kerja sama ikatan alumni kampus setempat denga ? PW LTN NU Jatim dan TV 9 NUsantara. (Ibnu Nawawi/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id

EmoticonEmoticon