Kamis, 25 Januari 2018

MTQ JQH NU Gunakan Bacaan Riwayat Tujuh Imam

Pontianak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ada perbedaan antara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional VII Jam’iyyatul Qurra` Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) dengan yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ)?

MTQ JQH NU Gunakan Bacaan Riwayat Tujuh Imam (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ JQH NU Gunakan Bacaan Riwayat Tujuh Imam (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ JQH NU Gunakan Bacaan Riwayat Tujuh Imam

“Seluruh cabangnya sama. Tapi kini, di JQH, ada pengembangan cabang tambahan, yaitu qiroatul kutub, pembacaan kitab kuning dan ulumul Qur’an,” ujar anggota dewan juri MTQ JQH NU, Hj. Maslahah Zen.

Lalu, sambung dewan juri cabang tahfidh 5 juz ini, ada perbedaan dalam sistemnya. Dalam cabang tilawah dewasa misalnya, kalau di LPTQ, tidak ada cara pembaacaan Al-Quran imam-imam lain. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau di JQH mengembangkan pembacaan Al-Quran dengan dengan tujuh riwayat. Bedanya di situ,” tambahnya.  

Selain itu, di JQH, ayat yang mesti dibaca peserta, iramanya sudah ditentukan panitia, “Peserta mengambil maqro melalui amplop. Di situ ditentukan oleh panitia. Kalau LPTQ peserta menentukan sendiri lagunya. Peserta bebas yang menenntukan,” tuturnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hj. Rofiatu Sa’adah dari Kepulauan Riau menjelaskan lebih rinci, “Jadi begini, kalau di LPTQ, yang ditentukan ayatnya, lagunya terserah peserta. Tapi kalau di JQH, ayat sama lagunya sudah ditentukan bahwa kamu misalnya harus membawakan lagu hejaz, shaba. Sudah sepaket. Bisa, tidak bisa; suka, tidak suka, peserta otomatis harus menempilkannya,” tuturnya.

Contoh, sambung Rofiah yang juga pengurus JQHNU Kepri, peserta mendapat ayat riwayat Qolun yang bisa dibaca dengan tiga wajah. Ketiganya harus disertakan dengan lagu yang sudah ditentukan. Jadi, peserta berulang-ulang membaca satu ayat dengan cara membaca yang berbeda-beda.

“Menurut saya pribadi, peserta MTQ di JQH harus lebih siap dan berbobot karena tingkat keilmuannya juga harus lebih berbobot. Diterapkan seperti itu, dikarenakan pesertaJQH kan mayoritas dari pesantren,” ujarnya.

Tapi, menurut Rofiah, dengan sistem demikian, peserta banyak yang keberatan. Namun bukan berarti kualitas mereka yang kurang, tapi penguasaan keilmuan yang belun siap. 

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Abdullah Alaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. MTQ JQH NU Gunakan Bacaan Riwayat Tujuh Imam di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock