Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Menyikapi situasi politik? Tanah Air yang belakangan kian memanas menyusul akan? dihelatnya? unjuk rasa lanjutan pada 2 Desember mendatang, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor, Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuka posko pendaftaran untuk menghadiri apel kebangsaan di Jakarta pada tanggal 11 Desember? mendatang.
Menurut Ketua PC GP Ansor Kencong, Muhammad Yasin Yusuf Ghazali, posko tersebut mulai dibuka kemarin guna merespon keinginan para kader Ansor untuk menghadiri apel tersebut.
| Ribuan Kader Ansor Kencong dan Jember Siap Hadiri Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ribuan Kader Ansor Kencong dan Jember Siap Hadiri Apel Kebangsaan
“Kami mengkoordinir teman-teman yang mau berangkat ke Jakarta untuk maksud tersebut. Daripada berangkat sendiri-sendiri, kan tidak bisa dikontrol,” ujarnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di Kencong, Selasa (22/11).Yasin menambahkan,? apel kebangsaan tersebut adalah bagian dari komitmen Ansor untuk selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Ia memperkirakan sedikitnya? 2000 orang akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti apel kebangsaan itu. “Kami target 2.000 orang (dari Kencong) nanti ikut ke Jakarta,” ucapnya.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
Hal yang sama juga dilakukan PC GP Ansor Jember. Menurut Sekretaris? PC GP Ansor Jember Kholidi Zaini, saat ini pihaknya sudah mendata para kader Ansor yang akan ikut apel kebangsaan. Dikatakannya,? mereka sangat antusias mengikuti apel tersebut, karena merasa terpanggil untuk mempertahankan NKRI dan sekaligus mendukung pemerintahan? yang sah.Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
“Sebab, bukan tidak mungkin ada pihak-pihak? tertentu yang sengaja menumpang demo tersebut untuk tujuan makar. Kalau sudah makar, maka bukan hanya Ansor musuhnya tapi semua rakyat Indonesia,” jelasnya sambil menambahkan bahwa Ansor Jember akan memberangkatkan 3000 anggota Banser untuk mengikuti apel tersebut.Menurut Kholidi, sesungguhnya demo lanjutan tidak perlu dilakukan lagi. Sebab, polisi sudah menangani kasus penistaan agama yang melibatkan Ahok tersebut, bahkan telah menjadikannya? sebagai tersangka. Karena itu, ia mengimbau semua? pihak agar bisa menahan diri dan mempercayakan penanganannya? kepada polisi. “Lho kalau demo lagi, apa substansinya. Karena itu, wajar jika merebak dugaan adanya maksud terselubung (makar) di balik demo tersebut,” urainya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

EmoticonEmoticon