Bandar Lampung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Indonesia harus dijaga dari gerakan radikalisme, dan ini tugas bersama, ujar Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tumpah ruah di lapangan Korpri pemerintah setempat.
Kurang lebih tiga puluh ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung Tumpah ruah memenuhi lapangan , Selasa (29/8) menolak Full Day School (FDS) melalui rapat akbar.
| Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung (Sumber Gambar : Nu Online) |
Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung
Dedi menyatakan, ia telah mengamati kondisi terkini. "Insya Allah, jika pimpinan DPRD turun sudah klir. Kita bersyukur, ulama-ulama kita terus berperan aktif membendung radikalisme," kata dia lagi.Selepas ini, Dedi menegaskan segera memanggil Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk menyampaikan aspirasi warga NU.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
"Tidak ada diskusi lagi untuk menyikapi FDS, cukup satu kata, tolak. Sekali tolak tetap tolak, tegas dan jelas," ujar Sekretaris GP Ansor Lampung Budi H Yunanto menambahkan.Rapat akbar dihadiri seluruh unsur Badan Otonom (Banom) NU dari 15 kabupaten/kota yaitu IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat NU, HIPSI, Pagar Nusa, Sarbumusi, PMII dan perwakilan pesantren di Bumi Ruwai Jurai itu, orasi dilakukan bergantian.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
"Kami santri masih butuh bimbingan kiai-kiai," ujar Ketua PCNU Kota Bandar Lampung, Ichwan Aji Wibowo. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

EmoticonEmoticon