Minggu, 04 Maret 2018

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dalam rangka peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2014 yang jatuh pada tanggal 2 Mei, Pengurus Wilayah Ma’arif DIY mengadakan seminar dengan mengangkat tema “Peningkatan Mutu Pendidikan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Daerah Istimewa Yogyakarta”.

Seminar yang dilaksanakan di Aula PW NU Jl. MT Haryono 40/42 Yogyakarta, Sabtu (3/4) pukul 09:30 ini diikuti antusias para Kepala Sekolah dan Guru Ma’arif se-DIY.

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU

“Kualitas pendidikan ada dua. Pertama, kepemimpinan atau kepala sekolah. Kedua adalah guru. Kepala sekolah adalah kunci. Oleh karenanya, cari kepala sekolah yang baik” ungkap Rochmat Wahab, Ketua Tanfidiyah PW NU DIY.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia juga menjelaskan bahwa kita jangan berpikir 5 atau 10 tahun ke depan. Tapi berpikirlan untuk 100 tahun mendatang. “Mulai saat ini kita bangun pondasinya. Bangunlah pendidikan di kampung sedikit demi sedikit,” tuturnya.

Sementara Sekjen Kemendikbud RI, Ainun Na’im, selaku narasumber seminar mengatakan, guru harus mendidik dengan baik. Harus mendidik kreatif, berpengetahuan dan berketerampilan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia juga menjelaskan bahwa sesuai dengan apa yang diajarkan agama kita, yang ini juga merupakan pesan dan pernyataan tokoh filosofi dunia yang sering dikutip bapak Wapres. Pernyataannya itu adalah bangsa yang sukses itu adalah bangsa yang bisa menyiapkan generasi berikutnya menjadi generasi yang lebih baik dari pada generasi yang sekarang.

“Nah siapa yang menyiapkan generasi mendatang, kita-kita inilah yang mempunyai tanggung jawab menyiapkan generasi lebih baik dari kita. Bagaimana kita bisa menyiapkan generasi yang lebih baik. satu cara yang paling penting adalah pendidikan. pendidikan adalah cara yang paling penting,” katanya.

Menurut dia, tidak ada yang tidak setuju, bahwa pendidikan penting. Pendidikan adalah sampel yang strategis. Sehingga ini universal dan berlaku di mana-mana. “Kalau kita melihat kemajuan bangsa dapat dilihat dari pendidikan,” ungkap Ainun Na’im. (Nur Sholikhin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 03 Maret 2018

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

KH Tubagus Ahmad Bakri Purwakarta, Jawa Barat terbilang produktif menulis kitab. Di antaranya adalah Cempaka Dilaga yang membahas dorongan bekerja. Kitab berjudul lengkap Cempaka Dilaga; Mertelakeun Perihal Wajib Usaha (Cempaka Dilaga; Menerangkan Perihal Wajib Usaha/Bekerja) dengan tebal 19 halaman.

Dari jumlah 10 kitab yang didapatkan, Kitab Cempaka Dilaga ini merupakan satu-satunya karya kiai yang akrab disapa Mama Sempur yang judulnya berbahasa Sunda. Sementara sembilan kitab lainnya menggunakan bahasa Arab.

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

Kitab ini ditulis dengan huruf Arab Pegon ditulis pada tahun 1378 H (hal.6) dan selesai pada hari Senin tanggal 8 Dzulhijah (h.19). Jika dikonversi ke dalam tahun Masehi berarti tanggal 15 Juni 1959 M, selesai Nopember 1962.

Mama Sempur memberikan izin kepada Raden Haji Ma`mun Nawawi Cibogo, Cibarusah untuk memperbanyak kitab Cempaka Dilaga.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kitab ini terdiri dari lima pasal dan satu faidah, sebagaimana berikut: Pasal pertama membahas tentang dorongan bekerja kepada umat Islam. Dalam pasal ini disebutkan hadits Rasulullah dan pendapat para ulama tentang keutamaan bekerja serta kecaman bagi orang yang malas dan tidak mau bekerja.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di antara kecamannya adalah orang yang malas dan tidak mau bekerja diumpamakan seperti bangkai. Sebagaimana umumnya bangkai, keberadaannya tidak bermanfaat bahkan hanya memberikan bau yang tak sedap bagi orang-orang di sekelilingnya. Selain itu, orang yang malas dan tidak mau bekerja juga disebut orang bodoh/pandir (humqun) (h.3-4)

Pasal kedua membahas tentang larangan menjalani bisnis atau melakukan pekerjaan yang dilarang oleh agama Islam (haram). Dalam fasal ini disampaikan berbagai dalil yang melarang umat Islam untuk berbisnis barang haram, seperti bisnis narkoba, berbuat curang, mencuri dan sebagainya (h.5-6).

Pasal ketiga membahas tentang kewajiban menjalin hubungan baik dengan tetangga. Seperti pasal-pasal sebelumnya, dalam pasal ini pun disampaikan dalil-dalil tentang perintah dan anjuran kepada umat islam untuk berbuat baik kepada tetangga pada khususnya dan seluruh makhluk di muka bumi pada umumnya (h.6-10).

Pasal keempat membahas tentang kewajiban umat islam untuk berbakti dan taat kepada pemerintahan yang sah. Harus taat walaupun pemerintah tersebut secara fisik kurang sempurna seperti tidak punya tangan dan kepala tak ubahnya seperti buah anggur atau pun pemimpin tersebut berbuat dzalim. Namun demikian wajib hukumnya bagi umat Islam untuk membangkang kepada pemerintah apabila umat Islam diperintah untuk berbuat maksiat, Mama Sempur menandaskan rakyat hanya diperbolehkan untuk membangkang perintah maksiat saja dan dilarang memerangi pemerintah (h.10-14)

Pasal kelima membahas tentang kaidah ushul fiqh mencegah kemadaratan lebih baik dari pada mendatangkan kemaslahatan (akhafu darurain). Jika seorang muslim berada dalam kondisi dilematis karena harus memilih satu dari dua pilihan, maka yang harus dipilih adalah perkara yang tidak ada kemadaratannya atau perkara yang paling sedikit madaratnya. Contoh kasus yang digunakan untuk menerangkan kaidah ini adalah apabila seseorang melakukan suatu perkara tetapi dengan perkara itu nyawa atau hartanya akan hilang maka wajib baginya untuk meninggalkan perkara tersebut agar bisa terhindar dari kemadaratan (h.15-19).

Pasal selanjutnya adalah faidah, materi pembahasan dalam faidah ini adalah tentang keutamaan Imam Syafi`i dalam konteks kenegaraan. Secara implisit dalam pasal ini Mama Sempur mengungkapkan bahwa jika pulau Jawa ingin menjadi sebuah `negara` yang kuat dan rakyatnya juga makmur maka pemimpinnya harus bermazhab Syafi`i.

Menurut Mama Sempur ini lah salah satu karomah Imam Syafi`i karena beliau adalah keturunan Rasulullah. Dalam menempatkan bab faidah ini, Mama Sempur memposisikannya diantara bab empat dan bab lima (h.14-15).

Dalam kitab ini juga Mama Sempur menyebut tiga jenis pekerjaan, yaitu bertani, berdagang dan menjadi karyawan. Menurutnya, pekerjaan yang mesti dilakukan adalah di bidang pertanian karena terdapat keberkahan di dalamnya. Selain itu juga dalam bertani bisa memberikan manfaat kepada manusia dan binatang sehingga keseimbangan alam akan tetap terjaga dan kelak di akhirat apa yang dimakan oleh binatang dari hasil pertanian tersebut akan menjadi pahala sodaqah (h.2).

Menurut Mama Sempur, dengan bekerja dan mempunyai kekayaan harta akan mendapatkan paling tidak ada tiga keutamaan, yaitu pertama dapat memberi manfaat kepada saudara, sahabat dan orang-orang di sekelilingnya karena dengan mempunyai kekayaan bisa shadaqah atau pun memberikan upah kepada mereaka.

Kedua terselamatkan dari sikap inkar janji karena orang yang tidak punya uang ketika dalam kondisi terdesak akan berjanji namun janji itu kemudian diingkari karena belum mempunyai uang. Dan keutamaan yang ketiga adalah terhindar dari sikap meminta-minta kepada orang lain. perbuatan tersebut menurut Mama Sempur, merupakan perbuatan yang hina (h.3).

Mama Sempur mengingatkan, sebelum berangkat kerja, hendaknya mempunyai lima niat; affaf (melindungi diri dari mengkonsumsi barang haram), menjaga diri dari meminta-minta kepada orang lain, menjaga diri dari berharap harta orang lain (thoma) apalagi mencuri, dan terakhir adalah melaksanakan kewajiban mengurus keluarga (h.4-5). (Aiz Luthfi)

Keterangan. “Mama” berasal dari kata “rama” dalam bahasa Sunda yang berarti ayah. Hal itu sebagaimana di Jawa yang menyapa tokoh agama dengan “romo”.  . Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Syariah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kebersihan sebagian dari Iman. Demikian kalimat pertama Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pagelaran H Bahrodin saat mengisi Jihad Pagi (Ngaji Ahad Pagi) disusul dengan ajakan kepada jamaah untuk menerapkan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.

“Pola hidup bersih dapat ditempuh melalui 5 hal yang merupakan pilar Program Pemerintah STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat )," jelasnya di Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung, Ahad (3/1),

MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar

Kelima pilar tersebut, menurutnya, meliputi setop buang air besar sembarangan, cuci tangan memakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan dengan sehat, mengelola sampah dengan benar dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan benar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia mengaku prihatin terhadap kondisi banyaknya warga Indonesia yang masih buang air tidak pada tempatnya. "Budaya ini mengakibatkan Indonesia termasuk negara nomor 2 terjorok di dunia di bawah Negara Laos yang berada di posisi pertama," terang duta STBM di Kecamatan Pagelaran ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bahrodin mengingatkan fakta bahwa masyarakat Indonesia adalah mayoritas beragama Islam. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak orang Islam yang belum mempraktikkan hidup bersih dan sehat seperti anjuran Rasulullah.

"Banyak sekali hadits Rasul yang menjadi dasar tentang kebersihan khususnya masalah sanitasi. Hal ini menunjukkan bahwa Rasul sangat perduli dengan masalah kebersihan," tambah Bahrodin yang pada November 2015 diundang untuk mempresentasikan konsep “Jihad Sanitasi" yang dirintisnya pada Konfrensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) di Jakarta.

Salah satu contoh hadits Nabi, lanjutnya, adalah larangan Nabi kepada umatnya untuk buang air baik kecil maupun besar di air tergenang, air mengalir, di jalanan dan juga di tempat bernaung seperti pohon dan tempat-tempat umum.

"Inilah yang mendasari saya untuk terus menyosialisasikan pola hidup sehat melalui Konsep Jihad Sanitasi. Karena Jihad adalah mengajak ke arah yang lebih baik maka mengajak orang lain untuk memperbaiki kondisi kesehatan dan lingkungan ke arah yang lebih sehat dan bersih termasuk dalam jihad," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, AlaSantri, Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Organisasi akan aktif dan dinamis jika ditopang individu-individu yang memahami dan mau mempraktikkan pengabdian. Karena itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan akan memberikan “Syahadah Bintang Sembilan” kepada para kader penuh pengabdian.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (17/12) mengatakan, salah satu ciri pengabdian itu adalah kader yang membuat organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di ujung utara Provinsi Lampung ini menjadi hidup.

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Menurut dia, pemberian Syahadah Bintang Sembilan merupakan apresiasi atas energi, semangat, senyum, dan keringat diberikan para kader yang terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pimpinan cabang. Juga kegiatan yang dihelat institusi lain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk yang disebut terakhir, menurut Gatot, harus kegiatan yang menopang eksistensi dan membuat pergerakan Ansor di daerah yang berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumateras Selatan ini, menjadi dinamis.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kader yang sekali terlibat dalam kegiatan maka akan mendapatkan Syahadah Bintang Satu. Dua kali terlibat dalam kegiatan mendapat Syahadah Bintang Dua. Begitu seterusnya hingga Syahadah Bintang Sembilan," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menjelaskan.

Gatot menambahkan, Syahadah Bintang Sembilan ialah piagam didesain berlatar belakang Bung Tomo serta KH Hasyim Asyary berikut wasiatnya: "Siapa yang mau mengurusi NU saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya."

“Secara sederhana, desain tersebut juga ingin mengatakan hubungan NU dan Indonesia yang jelas melalui Resolusi Jihad,” tegasnya.

Syahadah tersebut, menurut alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Way Kanan angkatan pertama itu pula, bakal menjadi report keaktifan kader yang nantinya sebagai acuan bagi pimpinan cabang untuk memajukan kader.

"Tidak ada makan siang gratis. Karena itu, yang bisa ikut kaderisasi Ansor lanjutan baik Kursus Banser Lanjutan atau Susbalan dan Pendidikan Kader Lanjutan atau PKL ialah yang sudah mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan," kata dia menerangkan.

Wakasatkorcab Banser Way Kanan yang mendapat amanah memimpin Ansor setempat pada 7 Oktober 2014 itu menegaskan, sesuai peraturan berlaku, Ansor adalah organisasi kader.

"Semakin banyak yang mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan akan semakin bagus karena menandakan banyaknya kader yang aktif. Kader-kader aktif itulah tulang punggung Ansor mendatang. Tidak boleh orang yang tidak aktif mendadak Ansor, sok-sokan mau mengurus Ansor," demikian Gatot Arifianto. (Heri Amanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 02 Maret 2018

UNU Sidoarjo Luncurkan Produk Olahan Kerang

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo meluncurkan produk hasil program hibah bina desa (PHBD) di Desa Bluru Kidul, Sidoarjo, Jawa Timur. Peluncuran produk ini untuk mengenalkan olahan kerang yang disulap menjadi krupuk kerang dan bakso kewer (kerang dower), sebagai olahan makanan khas baru di Sidoarjo.

Ketua tim PHBD UNU Sidoarjo, Zakaria Dimas menegaskan, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya warga Desa Bluru Kidul, pihaknya ingin meningkatkan potensi ekonomi warga setempat.

UNU Sidoarjo Luncurkan Produk Olahan Kerang (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sidoarjo Luncurkan Produk Olahan Kerang (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sidoarjo Luncurkan Produk Olahan Kerang

"Desa Bluru Kidul mempunyai potensi ekonomi kreatif yang besar, khususnya di bidang pengelolaan kerang. Apalagi warga setempat mayoritas penduduk yang mata pencahariannya adalah nelayan," kata Dimas, Jumat (14/12) malam.

Tak hanya itu, lanjut Dimas, sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi, mahasiswa harus berada di tengah-tengah masyarakat untuk mendukung dan meningkatkan segala kegiatan atau potensi warga tersebut.

Peluncuran produk tersebut dihadiri sekitar 400 peserta, terdiri dari elemen masyarakat Bluru Kidul dan mahasiswa UNU Sidoarjo. Peluncuran itu bermula, saat tim PHBD UNU Sidoarjo mengikuti program Kementerian dan mampu menggeser 4000 kampus se-Indonesia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mantam Kepala Desa Bluru Kidul Tri Prasetyo menyatakan, produk kreatifivitas dari mahasiswa UNU Sidoarjo bisa menjadi daya tarik pengembangan ekonomi desa, khususnya para nelayan.

"Kami berharap dari program pengembangan desa ini, olahan dengan bahan dasar kerang bisa menjadi icon produk Desa Bluru Kidul yang mampu bersaing di pasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 28 Februari 2018

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

Garut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat H Eman Suryaman menyerukan agar masyarakat di Jawa Barat pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya untuk melaksanakan shalat Istisqa’.

Hal itu disampaikan saat acara Halal Bihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

"Saya berkeliling di daerah-daerah Jawa Barat. Selama ini banyak mendengar dan melihat banyak tanah kering karena tidak adanya hujan yang cukup panjang. Para petani sulit memulai bercocok tanam, situasi panas membuat aktivitas kerja juga tidak optimal," jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Atas dasar itu, Eman menyerukan kepada seluruh para pengurus Nahdlatul Ulama baik dari tingkat wilayah, cabang di kabupaten dan kota, hingga pengurus Ranting Nahdlatul Ulama untuk mengadakan shalat Istisqa’ di masing-masing tempat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kita berdoa kepada Allah Swt agar berkenan menurunkan hujan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, terutama para petani yang sangat membutuhkan kuncuran berkah dari air hujan," ujarnya berharap.

Sedikit menjelaskan pentingnya shalat Istisqa, Eman memaparkan bahwa benar urusan hujan merupakan hukum alam terkait dengan awan, air, angin dan seterusnya. Sebagai orang Islam yang meyakini dibalik hukum kausalitas/sebab-akibat, Eman berpendapat, ada peranan sang pencipta yang bisa mengubah, mempercepat atau memperlambat proses geraknya. Dari situlah makna shalat dengan substansi permohonan melalui doa, dilakukan sebagai ikhtiar bersama.

Mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Nuur, Ayat 43, Eman menyampaikan, bahwa Allah memiliki peranan dalam pengaturan antara awan, air, gunung, laut dan seterusnya.

"....Tidaklah kamu melihat bahwa Allah (mengarak dengan perlahan-lahan) partikel awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan...."

Dengan penuh harap kepada Allah, Eman Suryaman mengajak kebersamaan umat Islam untuk menyampaikan hal tersebut. Seruan Ketua PWNU Jawa Barat ini pada hari yang sama juga sudah disampaikan oleh Eman Suryaman kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada hari yang sama di Bandung di tengah pertemuan Halal Bihalal. (Yus Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Mahasiswa NU yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PTNU Nusantara Kota Tangerang menggalang dana untuk membantu korban banjir di daerah Jakarta dan sekitarnya.?

Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir

Kegiatan yang dilakukan pada Senin, (9/2) ini menerjunkan para mahasiswa di jalan-jalan untuk menampung dana dari para pengguna jalan untuk disalurkan kepada korban banjir di kawasan Kapuk Muara, Jakarta Utara, salah satu kawasan terparah banjir Jakarta.

“Alhamdulilah kami bisa memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah banjir setelah seharian kami melakukan penggalangan dana di jalanan di tengah guyuran hujan,” ujar Idrus Steven Maulana Yusuf, Presiden BEM PTNU Nusantara melalui rilis yang diterima Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dia mengatakan, bantuan dana ini berupa uang tunai,beras dan pakaian yang disumbangkan dari para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa PTNU Nusantara yang disalurkan melalui Posko Peduli Banjir di kawasan Jakarta Utara tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Idrus berpendapat, musibah bisa menimpa kepada siapa saja, tidak terkecuali warga Kapuk, karena itu setiap manusia memiliki kewajiban untuk saling menolong.

Siska Uliyana, Sekjen BEM PTNU menambahkan, bencana banjir yang menimpa warga Ibu Kota kali ini tentu menyisakan penderitaan dan kesedihan yang mendalam.

Akibat banjir itu, tambahnya, warga kehilangan ? harta benda mereka, karena itu sudah sepantasnya Mahasiswa PTNU Nusantara turun ke masyarakat untuk ? membantu warga yang sedang ? membutuhkan bantuan.?

“Sebab, bantuan ini sangat dibutuhkan oleh mereka dari aksi sosial kita bersama,” paparnya.

Anggota BEM PTNU lainnya, Maya Afandi mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga yang tertimpa musibah. “Semoga aksi ini dapat menumbuhkan kepedulian kita bersama dari seluruh lapisan masyarakat,” harapnya. (Red: Fathoni)?

?

Foto: Kondisi banjir di daerah Kapuk, Jakarta Utara (@BPBDJakarta).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, Sholawat, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock