Senin, 19 Maret 2018

Sikapi Maraknya Hoax, Dai Muda Tingkatkan Kemampuan Literasi Media

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Penyebaran informasi yang masif melalui berbagai saluran media menyebabkan banjir informasi yang sulit ditentukan keshahihannya. Untuk itu, keberadaan para dai muda di tengah masyarakat harus mampu menjadi penuntun bagi masyarakat dalam memilih dan memilah informasi, agar tidak terjebak pada informasi palsu atau Hoax.?

Sikapi Maraknya Hoax, Dai Muda Tingkatkan Kemampuan Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikapi Maraknya Hoax, Dai Muda Tingkatkan Kemampuan Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikapi Maraknya Hoax, Dai Muda Tingkatkan Kemampuan Literasi Media

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia, Moh. Nur Huda menyatakan, para dai memiliki tanggung jawab penuh dalam memberikan pencerahan pada masyarakat, agar tidak tertipu pada informasi yang keliru.?

Untuk itu, perlu dilakukan peningkatan kompetensi literasi media pada dai muda yang hadir di tengah masyarakat. FKDMI, bersama dengan Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akan menyelenggarakan Pelatihan Kader Dai Tingkat Nasional tahun 2017 tahap 1, dengan salah satu fokus bahasan menangkal informasi palsu (Hoax) di tengah masyarakat, dengan peningkatan kompetensi literasi media bagi para dai muda.?

Pelatihan ini akan dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Januari 2017 di Kampus STAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Matraman Jakarta Timur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pelatihan kader dai ini akan diikuti oleh seratus orang dai muda yang ada di Jakarta dan utusan dari FKDMI tingkat wilayah. FKDMI berharap, dengan pelatihan ini, para dai mampu menjadi pelita bagi masyarakat di tengah membanjirnya informasi baik yang benar ataupun palsu.?

Apalagi kondisi sosial masyarakat saat ini yang cenderung tegang dan berpotensi menimbulkan gesekan antar-umat beragama.?

“Jangan sampai para da’i tidak mampu mengarahkan masyarakat pada kebenaran, lantaran informasi palsu (hoax) dikemas sedemikian rupa seolah-olah itu adalah shahih,” ujar Huda.?

Huda juga mengingatkan empat sifat Rasulullah yang harus senantiasa diteladani oleh para da’i muda, yakni: Siddik (berkata benar), Tabligh (menyampaikan), Amanah (dapat dipercaya) dan Fathonah (cerdas).?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Jika para dai senantiasa meneladani empat sifat ini, niscaya tidak ada celah sedikitpun untuk ikut serta menyuburkan informasi ? palsu yang cenderung memecah belah persatuan bangsa”, ujarnya.?

Dirinya berharap, pelatihan dai ini dapat menghasilkan kader-kader dai yang mumpuni dan ikut membina masyarakat dalam mewujudkan tatanan yang Islami. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 12 Maret 2018

Peningkatan Kualitas Guru, Sistem, dan Motivasi

Selama lima tahun, Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) KH Asep Saifuddin Chalim mampu membawa organisasinya sejajar dengan banom NU yang lebih aktif lebih dahulu. Ketika ia memulai memimpin lima tahun lalu, organisasi tersebut tidak memiliki cabang sama sekali. Namun saat ini, dibawah kepemimpinannya tidak kurang 500 cabang telah terbentuk di 34 provinsi.

Tak hanya itu dibawah kepemimpinannya melakukan lompatan yang tidak dilakukan banom lain. Pergunu memberikan beasiswa kepada guru-guru untuk meningkatkan kapasitasnya. Sementara kepada murid-murid, melalui cabang-cabang Pergunu di seluruh provinsi juga diberikan beasiswa.?

Tak heran kemudian kiai yang merupakan keturunan dari KH Abdul Chalim Leuwi Munding, Majalengka, salah seorang pendiri NU, ini kembali terpilih untuk lima tahun ke depan. Terpilih secara aklamasi bahkan.?

Peningkatan Kualitas Guru, Sistem, dan Motivasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peningkatan Kualitas Guru, Sistem, dan Motivasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peningkatan Kualitas Guru, Sistem, dan Motivasi

Bagaimana resep keberhasilan Kiai Asep memimpin Pergunu? Bagaimana pula dia berhasil membawa pesantrennya, AManatul Ummah, menjadi favorit orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya? Berikut petikan wawancara Abdullah Alawi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan Kiai Asep bulan puasa lalu. ?

Bagaimmana resep memimpin Pergunu?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kita harus mencari yang bisa menolong untuk terwujudnya sebuah keberhasilan. Karena memang Al-Qur’an menyebutkan, haruslah kamu untuk saliing banu membantu dalam kebaikan. Tentu saja kalau saya sendirian kan tidak mungkin. Oleh karena itu kita dibantu oleh Pak Akhsan (Wakil Sekretaris Pergunu) subhanallah, dibantu Allah kemudian saya bisa dekat dengan Pak Akhsan, dengan Kiai As’ad, dengan Kiai Mun’im, itu Allah, tetapi konsepnya kita memang harus bisa yang membantu wata’awanu ‘alal birri wat taqwa wala ta’awanau alal itsmi wal ‘udwan, sehingga terealisir.?

Tetapi memang harus disertai dengan keikhlasan karena dengan keikhlasan itu akan mewujudkan keberhasilan. Ikhlas di dalam berbuat sama dengan tubuh yang ada nyawanya. Ketika tubuh itu punya nyawa, maka tubuh itu akan menghasilkan produk. Tetapi ketika tubuh itu tidak bernyawa, maka akan menghasilkan karung goni. Tidak mungkin karung goni menghasilkan produk. Manusia memiliki tubuh yang bernyawa akan menghasilkan prodak. Ikhlas itu berdoa maksimal, kita mengeluarkan dana ikhlas. Tidak memikirkan sama sekali apa yang dikeluarkan itu.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal





Dari 500 cabang dan 34 wilayah apa itu melebihi target dari kepemimpinan Pak Kiai atau masih ada target lain?

Ya masih di bawah target. Targetnya seluruh cabang, secara keseluruhan. Kalau 500 kan masih ada yang terisisa.?





Bagaimmana target dari sisi kualitas baik struktur maupun guru-guru NU?

Jadi, memulai organisasi harus dipikirkan lebih dulu adalah konsolidasi organiasi, ya pembuatan cabang-cabang itu. Lalu setelah itu melangkah. Melangkah itu dengan motivasi, dengan mesin. Mesinnya itu motivasi.

Kalau di Pergunu itu motivasinya apa?

Motivasinya itu langkah-langkah kemudian di sana, yang lain-lain itu juga meniru. Misalnya kita memberikan beasiswa, kedengaran, s1 s2, s3. Kemudian sekarang seluruh provinsi tidak terkecuali, mereka diberi beasisiwa, real. Kemudian atas nama NU kita memberikan beasiswa ke 20 negara. Itu kan kemudian akan pasti secara teori merangsang yang lain-lainnya berbuat. Kemudian hasilanya jauh gemuruhnya Pergunu dengna PGRI. Ini mudah-mudahan dilanjutkan generasi-generasi berikutnya. Lebih bisa mengembangkan.?





Lebih khusus, bagaimana cara menggerakkan orang-orang dalam satu cita-cita di NU?

Kita memberikan motivasi menjelaskan secara detail tentang visi-visi kita, langkah-lngkah konkretnya. Mereka akan tertarik sekali. Misi kita dua. Ahlussunah wal-Jamaah, Indonesia yang adil dan makmur. Itu visi kita. Mereka kemudian tergerak dan kita ya harus melangkah. Di tengah kesibukan saya, saya datang ke Padang, saya Sulawesi, Kendari, NTB.

Bagaimana cita-cita besar selama kepemimpianan?

Nanti begini, bahwa dengan adanya peningkatan kualitas guru-guru NU, maka konsep-konsep besar akan dikeluarkan oleh mereka. Dan juga mudah-mudahan sekolah-sekolah Ma’arif akan ditangani oleh guru-guru yang profesional. Dan nanti akan kompetitif. Dan terlalu mudah karena ada contoh. Contohnya Amanatul Ummah. Hari ini yang diterima di Fakultas Kedokteran Negeri itu sudah ada 16. Tiga di antaranya beasiswa. Sebentar lagi 18. Kalau menunggu hasil SPMBTN it bisa di atas 50. Untuk tahun ini. Kalau dari tahu-tahun sebelumnya sudah ratusan. Yang ke Eropa ada 40 tahun ini, Jerman, Belanda, Rusia, Finlandia, Prancis, Inggris. Ke Timur Tengah ada 25, lulus semua.?

Ada ada anak yang lulus datang dengan ayahnya. Mereka sedih sekali harus menyiapkan untuk transport, tidak punya ongkosnya, bisa gagal kalau. Saya pinjamkan. Dan yang ke Eropa juga begitu. Jaminannya saya. Diberi langsung. Itu baru kedokteran. Teknik Informatikanya banyak, ITB ada, Ikatan –ikatan dinas, STAN, STIS, Telkom, itu banyak. Dan seratus persen diterima di Perguruan tinggi. Kenapa sih karena kita punya sistem. Nah, ini kalau udah ada contoh kenapa tidak bisa kan tinggal mencontoh.

Sebuah ketentuan akan beredar ketika ada penyebabnya. Ketika penyebabnyya ada, ya akan terwujud. Ketika penyebabnya tidak ada, ya tidak akan terwujud. Setiap saat saya senang sekali ketika saya disuruh untuk membedah Amanatul Ummah dimana karena itu sebuah cita-cita saya jika berhasil, menjadi referensi bagi yang lain. Mudah-mudahan. Dan sudah ada yang menyatakan maju setelah menimba ilmu di Amanatul Ummah. Itu ada di Yogya. Setelah menimba sistem-sistem di Amanatul Ummah.?

Sebab ada haditsnya man allama ilmman allamallahu man la ya’lam. Ketika kita memberikan ilmu kepada orang, mmakka Allah akan memberikan ilmu baru kepada orang tersebut. Jadi nanti saya akan banyak inspirasi lagi.?





Pergunu terkait dengan murid, terkait dengna regenerasi. Pak kiai, arti pentingnya aktivasi Pergunu apa?

Saya membangun Amanatul Ummmah, sampeyan bisa liihat untuk mewujudkan manusia yang unggul, utuh, berakhlakul karimah guna kejayaan kaumm muslimin, kemulian bangsa Indonesia. Nah, itu kalau tidak dikembangkan dalam sekala besar kan berat. Saya hari ini sudah mengeluarkan 1000 lebih lulusan SLTA, Aliyahnya 690. SMA-nya 300. Itu kan masih kecil skalanya. Tetapi kemudian ketika kita memotivasi guru-guru, seluruh Indonesia, ada sarana-sarana untuk pemberian motivasi kan lebih cepat. Ketika saya diberikan kesempatan di Pergunu, saya berarti akan mengembangkan cita-cita luhur di Amanatul Ummah?

Dalam mengelola Pergunu, selain cita-cita, pasti ada kendala, bagaimmana menanganinya?

Ya dianggap saja tidak ada kendala. Kecil-kecil ya sudah berlalu begitu saja. Hal yang menyedihkan harus segera lupa. Ya tak ada kendala. Kita dengan semua baik-baik.?





Terkait lulusan Amanatul Ummah, caranya bisa seperti itu bagaimana mendidiknya?

Amanatul Ummah itu secara sarana dan prasarana untuk menjadi sesuatu yang hebat itu belum memadai. Tapi saya tidak pernah gusar dengan sarana. Dulu itu, kelas pun di bawah tenda sekitar 2006, 2008 masih di rumah-rumah penduduk, kelasnya masih di mushala. Awalnya 49 pada 2006 terus berkembang, tapi saya mempunyai dua andalan bahwa memang yang paling penting dari seluruh proses keberhasilan, yang paling penting guru. Andalannya adalah guru yang baik dan sistem.?





Guru yang baik itu bagaimana dan sistem yang baik itu bagaimana?

Ya guru yang bisa mempertanggungjawabkan keberhasilan. Kalau sistemnya yang secara rasional yang kompetitif, yang secara rasional bisa mewujudkan keberhasilan. Misalnya di sini, sekolah yang enam semester, kita selesaikan 5 semester. Yang satu semester dibuat untuk remidi, latihan-latihan dan lainn sebagainya. Kemudian anak itu jangan dilepas sampai Unas, diantarkan terus sampai SMBTN, mau kemana mereka kepingin, kemana mereka bercita-cita, diantarkan. Informasi-informasi kita cari tidak mereka yang mencari.

Ketika informasi-informasi kita menang, itulah sebuah kelebihan. Hebat-hebatnya sebuah lembaga pendidikan pasti kan susah juga untuk maju. Terus nomor dua, motivasi, tidak boleh pernah berhenti dari motivasi sebab yakin saya kalau tanpa dimotivasi, mungkin lebih dari separuh anak-anak di sini tidak meanjutan pendidikan, tidak akan berani melanjutkan pendidikan ke tempat yang jauh-jauh, ke Jakarta, apalagi ke luar negeri. Tapi karena motivasi mereka tidak hanya ke Jakarta, ke luar negeri pun berani. Itu sudah sejak berdirinya sudah begitu, sudah banyak ke Timur tengah. Kalau ke Eropa baru tiga tahun yang lalu.?





Murid-murid ini apakah diseleksi sebelum masuk atau semua masuk kemudian dimotivasi menjadi anak seperti itu?

Seleksi ada memang,tapi tidak ketat dan disalurkan. Ii misalnya di sini ada MBI Madrasah Bertaraf Internasional, tidak diterima di MBI, disalurkan ke lembaga yang lain. Ketika disalurkn ke lembaga yang lain mereka tidak ditarik untuk daftar ulang, tidak. Kalau ditarik untuk daftar lagi, kentara sekali mencari uang pendaftaran orientasinya, tidak usah sehingga kemudian tidak terlalu apatis, tidak terlalu apriori orang melihatnya. Bolehlah ada yang tidak diterima, tpi jangan banyak-banyak. MBI itu banyak menolak akrena animonya jauh dari kapasitas. Sekitar 2/3 ditolak, tapi saya punya kebijaksanaan disalurkan ke lembaga yang lain, tanpa harus mengeluarkan uang pendaftaran. Di penyaluran ini sepanjang mereka itu mau mesti diterima. Keberhasilannya dipertanggungjawabkan sama.?





Soal remaja yang selalu dikaitkan dengan kenakalan?

Jika kita harus berpersepsi bahwa anak yang nakal itu memiliki keinginan untuk baik. Potensi ini harus dimuncullkan. Potensi ingin baik itu harus dimunculkan. Ketika kemudian mendominasi, mengalahkan kenakalannya, ya akan menjadi baik. Kita harus menyadari semacam itu.?





Dari paparan yang tadi itu, dari cita-cita, praktik, pemikiran dan guru, bagaimana proses menemukan pemikiran itu?

Saya jujur, semuanya dari pengalaman, pengalaman yang harus saya baca. Kalaupun saya mendapatkan reperensi, tapi itu bukan dari buku, saya dapat reperensi dari pemikiran-pemikiran orang lain, kemudian saya analisa sebab yang namanya ilmu itu adalah sesuatu yang terlontar dari orang-orang bijak, itu ilmu. Jujur dalam Al-Quran menyebutkan, wal tandur ma qoddamat lighad, seseorang harus melihat perjalanan masa lalunya, ditelaah kemudian dijadikan referensi menghadapi ke depannya.?

Ilmu itu sendiri kesimpulan-kesimpulannya itu sendiri kan trial an error wrong, dan kemudiian menjadi benar, dan Al-Qur’an mengatakan begitu. Ya tetapi memang sebetulnya harus dengan ilmu, tapi tidak hanya embaca buku. Buku yang saya baca adalah buku adalah buku yang menjadi obeek saya mengajar. Buku yang saya ajarkan itu, mengajarkan buku ini, saya telaah, kemudian penambahan ilmu saya di situ terus mengingat yan g lalu sehingga menjadi keterpaduan.?





Kalau yang bisa dijadikan referensi, dan pengalaman yang dimana yang menjadi pembangun pesantren ini?

Referensi keilmuaan saya belajar dimana-mana cuma saya teringat saya memiliki, pertama saya di rumah saya, saya diajari ayah saya, kakak saya, diajari ilmu-ilmu dasar yang kemudian jadi alat pengembangan. Kemudian saya di pesantren Buduran, pernah di Cipasung, di Buduran saya merasa mendapatkan ilmu tapi hasil telaahan sendiri yang kemudian ditaashih oleh kiai, hasil pemahaman sendiri, disorogkan kepada kiai, ilmu membaca kitab, ilmu itu kemudian harus dibaca.?

Kitab itu ada dua hal yang ditemukan, satu ilmunya, kedua, pemhamannya, pemahaman, memahami teks itu itu tidak tidak bisa kalau tidak ditelaah, alat penelaaahan itu ada yang namanya ilmu alat, itu yang kemudian orang menjadi cerdas. Kemudian isinya. Isinya. Ya artinya kemudian orang sudah cerdas, berkecenderungan melakukan pemikkiran-pemikiran yang dijadikan alat pengembangan. Anak-anak di sini juga begitu, dibuat cerdas. Bagaimana caranya, dipaksakan paham dengan apa yang diajarkan. Oleh kkarena itu salah saru sistem di lembaga sini, jangan biarkan guru berhenti menjelasakan sebelum semua muridnya mengerti. Jangan biarkan murid berhenti bertanya sebelum dia memahami apa yang diajarkan gurunya. Itu salah satu sistem.





Dari tadi, kata kunci motivasi-motivasi. Semua orang pernah mendengar dan melakukannya. Motivasinya bagaimana dan cara menyampaikannya?

Itu kan, kalau orang sudah dikatakan referensinya Al-Qur’an yang tidak bisa dibantah. Di dalam Al-Qur’an disebutkan waman yatawaakkal alahhai barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka allah akan menjadmin keberhasilannya. Dan Allah pasti akan memberikan jaminan kepada yang tawakkal. Tawakal itu berupaya yang keras dan berdoa maksimal. Ketika murid melakukan berusaha keras dan berdoa yang maksimal ya berhsil. Yang memastikan berhasil Allah. Dan itu harus dipercayai karena itu Al-Qur’an. Kalau sudah itu kan sudah pasti dan saya tinggal menunggu waktu saja untuk mewujdukan itu.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Qudsiyyah Deklarasikan Santri Mandiri Tolak Hegemoni Ekonomi

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Ribuan Santri Madrasah Qudsiyyah mendeklarasikan tentang kemandirian ekonomi pada Selasa (2/8). Mereka secara bersama-sama berikrar “santri mandiri” yang dipimpin Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (Yapiq) KH Najib Hasan didampingi Sekretaris Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Miftah Fakih.

Kegiatan berlangsung di lapangan Qudsiyyah JL KHR Asnawi Kudus tersebut diawali melantunkan Shalawat Asnawiyah. Kemudian para santri mengikuti bacaan ikrar. Salah satu bunyi pernyataannya, santri nusantara menolak hegemoni, tekanan dan pemanfaatan yang dapat merusak tatanan ekonomi santri.

Qudsiyyah Deklarasikan Santri Mandiri Tolak Hegemoni Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Qudsiyyah Deklarasikan Santri Mandiri Tolak Hegemoni Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Qudsiyyah Deklarasikan Santri Mandiri Tolak Hegemoni Ekonomi

Berikut bunyi teks lengkap deklarasi santri mandiri yang ditandatangani KH Najib Hasan dan KH Miftah Fakih:

Pertama, santri nusantara menyatakan kemandirian ekonomi untuk mewujudkan peradaban yang berkeadilan dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kedua,santri nusantara selalu menjalin ukhuwah taawuniyah untuk menumbuhkembangkan berbagai potensi demi tercapainya izzul Islam wal muslimin dalam panji-panji Ahlussunnah waljamaah.

Ketiga, santri nusantara menolak berbagai hegemoni, tekanan dan pemanfaatan yang dapat merusak tatanan ekonomi santri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebelumnya, Sekretaris Panitia Abdul Jalil mengatakan deklarasi “santri mandiri” merupakan dekontruksi salafi yang tidak hanya mengaji, melainkan juga bisa mandiri tanpa harus bergantung dengan pada orang lain.

"Ini bagian menjalankan ajaran konsep Gusjigang yang dibawa Sunan Kudus dimana santri harus pandai mengaji juga harus mandiri," ujarnya dalam konperensi pers panitia satu abad Qudsiyyah.

Deklarasi santri mandiri ini merupakan tindak lanjut dari halaqah “santri mandiri” yang berlangsung di hotel Qudsiyyah. Usai kegiatan, dilanjutkan penulisan mushaf Al Quran 30 juz oleh ribuan santri Qudsiyyah di panggung expo dan UMKM. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 08 Maret 2018

Al-Quran Universal, Tafsirnya Nisbi

Tangerang Selatan,Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Buku “Rekonstruksi Metodologi Kritik Tafsir” dibedah di Pesantren Bayt al-Qur’an, Selasa (9/6). Pesantren yang mengelola program Pasca-Tahfidzh Al-Quran ini beralamat di Perum Villa Bukit Raya (South City) Jl Boulevard Diamond Selatan, No 10 Pondok Cabe, Cinere, Tangerang Selatan, Banten.

Diskusi dan bedah buku karya kader muda NU Dr M Ulin Nuha Husnan ini dimoderatori Romli Syarqawi Zain. Dua narasumber didaulat membedah buku tersebut, yakni intelektual muda NU Dr Abdul Moqsith Ghazali dan peneliti Pusat Studi Al-Quran (PSQ) Faried F Saenong, PhD.

Al-Quran Universal, Tafsirnya Nisbi (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Quran Universal, Tafsirnya Nisbi (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Quran Universal, Tafsirnya Nisbi

Dalam prolognya, moderator Romli Syarqawi Zain mengatakan, ada beberapa sarjana muslim yang mencoba memberi pendekatan baru bagi teks atau penafsiran Al-Quran. Selain Nasr Hamid Abu Zayd dari Mesir, Muhammad Syahrur asal Suriah juga mencoba mendekati kitab suci ini secara kritis.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tradisi kritis terhadap pendekatan Al-Quran, lanjut Romli, lahir bukan dari sarjana lulusan kuliah keagamaan, bukan lulusan UIN atau IAIN. Umumnya, yang menyumbangkan pemikiran kritis itu justru lulusan ilmu umum.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Nah, Doktor Ulin Nuha memecahkan rekor ini. Penulis buku ini ternyata santri lulusan madrasah dan pesantren di Lamongan lalu kuliah di Al-Azhar Cairo. Beliau ini adik kelas saya di Mesir. Huwa asgharu minni sinnan, wa akbaru minni ‘ilman. Meski secara umur lebih muda, namun ilmunya lebih luas dari saya,” ujar Romli mengawali diskusi.

Dalam presentasinya, Ulin Nuha Husnan mengatakan, metodologi tafsir penting untuk mengetahui makna Al-Quran. Penelitian ini berangkat dari beberapa temuan adanya inhirafat yang kalau dibiarkan akan berimplikasi kepada pemaknaan kitab suci itu sendiri.

“Padahal Al-Quran berbeda sama sekali dengan tafsir. Al-Quran itu universal yang melampaui ruang dan waktu. Sementara Tafsir itu nisbi. Meski nisbi, tetap saja ia harus memiliki parameter untuk mengukur kenisbian itu agar tidak melampaui batas,” ujar Ulin.

Abdul Moqsith Ghazali dalam penilaiannya menyatakan, tentu jika dicari kesalahan buku ini pasti banyak sekali apalagi ketika yang dikritik sudah dituliskan. Buku ini misalnya, menjelaskan adanya banyak kosakata dalam Al-Quran yang bukan bahasa Arab, misalnya, kaafuuraa, zanjabiilaa, firdaus, dan lain-lain.

Rekonstruksi penafsiran

Menurut Moqsith, buku tersebut berbicara mengenai al-dakhil fil Quran. Dari situ kemudian bergerak untuk merekonstruksi sebuah metodologi. Lalu tiba-tiba muncul hermeneutika.

“Saya menduga, penulis ingin lolos dari al-dakhil fil tafsiril Quran, tapi dia masuk ke al-dakhil fi qawaid wa manahij al-Quran. Sejak kapan hermeneutika punya otoritas punya mandat intelektual dipakai untuk menafsirkan Al-Quran. Hati-hati ini,” kritiknya.

Padahal, lanjut Moqsith, kita punya modal berupa karya para ulama untuk melakukan rekonstruksi metodologi terhadap penafsiran Al-Quran. Ada Usul al-Tafsir dan Qawaid Tafsir. Jadi, memasukkan perangkat metodologi dari luar perlu stamina luar biasa.

“Untungnya, para ulama kita zaman dahulu berani. At-Tabari misalnya, dalam Tafsirnya banyak muncul kisah Israiliyat. Mereka berani mengimpor informasi dari luar untuk membantu menjelaskan sesuatu yang tidak seluruhnya ingin dijelaskan dalam Tafsirnya,” terang Moqsith.

Sementara itu, Faried F Saenong menyebut selain kisah israiliyat ada juga maudhu’at dalam Al-Quran. Tafsir yang hanya menggunakan akal atau penafsiran yang diawali dengan skeptisisme. Menyikapi al-dakhil, Faried berpendapat, mau menolak atau menerima dipersilakan selama memiliki argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan.

Selama bisa menjelaskan al-dakhil dengan baik, lanjut Faried, kenapa harus ditolak. Bagi dia, tidak perlu jauh-jauh ke ranah Tafsir, Al-Quran saja banyak dakhil-nya. Termasuk harakat dan aneka bacaan yang mungkin tidak sahih.

“Jadi, kompleksitas Al-Quran sangat panjang. Nggak cukup kita bahas di sini. Yang penting, jangan hanya kita bicara metodologi kritik tafsir, namun juga bicara kritik metodologi tafsir. Nah, dua-duanya jadi bersinggungan. Karena pada dasarnya yang dikritik adalah produk tafsir itu sendiri,” tandas Faried.

Hadir dalam diskusi tersebut, pembina utama Pesantren Bayt Al-Quran Habib Ali bin Ibrahim Assegaf dan para santri. Sementara peserta dari luar terdiri dari mahasiswa UIN Ciputat, Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran, dan Institut Ilmu Al-Quran Jakarta. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 06 Maret 2018

Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612

Tasikmalaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Corp Brigade Pelajar (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya melakukan Jumat Bersih (Jumsih) yang diselenggarakan Komando Distrik Militer (Kodim) 0612 Kota Tasikmalaya. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (25/11) dari pukul 08.00 pagi sampai 09.45.

Jumsih merupakan tindak lanjut dari Surat Perintah dan Derektif Danrem untuk melaksanakan kegiatan pembinaan peta jarak jaring teritorial tahun 2016. Kegiatan ini dilaksanakan dari berbagai unsur mulai anggota TNI, Organisasi Kepelajaran (OKP), dan masyarakat sekitar kampung Cikalang.

Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612 (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612 (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612

Tiap peserta dari berbagai OKP mengirimkan 4 orang anggotanya untuk Jumsih di sekitar Jalan Laswi Kelurahan Cikalang Kecamatan Tawang. Peserta yang hadir sekitar 100 orang lebih dan berjajar membersihkan pinggir jalan sepanjang 1 km.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Wakil Komandan CBP IPNU Kota Tasikmalaya M. Baharudin Fauzi mengatkaan mendukung penuh Jumsih karena merupakan bagian dari untuk tetap menjaga kebersihan wilayah.

“Kita selaku pelajar NU harus cinta akan kebersihan dan harus mendorong semua lapisan masyarakat untuk cinta kebersihan karena kebersihan itu sebagian dari iman,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Komandan Banser Kota Tasikmalaya Haedar Burhan juga mendukung kerja sama pihak aparatur pertahanan dengan kepemudaan untuk senantiasa melaksanakan dan menjaga kebersihan.

Ia juga berharap agar jumsih ini dilakukan setiap seminggu sekali Supaya kota Tasik selalu bersih dan terhindar dari wabah penyakit. (Agum Gumilar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, AlaSantri, Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir

Karawang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diterjunkan langsung ke lapangan untuk membantu evakuasi korban banjir di sejumlah titik, salah satunya di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya.

Lokasi tersebut merupakan salah satu kecamatan terparah dari 16 kecamatan di Karawang yang terkena banjir.

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir

Sekretaris GP Ansor Kabupaten Karawang, Ade Permana SH mengatakan, banjir di Karawang saat ini, merupakan banjir terparah dalam dua tahun terakhir akibat luapan Sungai Citarum. "Wilayah yang terkena banjir mencapai 16 kecamatan, dengan puluhan ribu rumah terendam dan empat orang yang meninggal dunia," katanya, Selasa (22/1).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Melihat kenyataan tersebut, pihaknya menerjunkan anggota Banser untuk membantu evakuasi korban banjir. Kegiatan yang dilakukan, mulai dari evakuasi korban, hingga memperbaiki tanggul yang jebol. "Anggota kita bergerak dengan cepat, bahkan salah satu anggota Banser yang menemukan dan membawa jenazah salah satu korban banjir untuk dievakuasi," ucapnya.

Selain bantuan tenaga, lanjut Ade, GP Ansor juga memberikan bantuan logistik untuk korban banjir yang disebar ke beberapa titik. Bantuan tersebut didapat dari hasil penggalangan anggota Ansor dan juga masyarakat. "Kita juga mengirim bantuan logistik untuk korban banjir," tuturnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Karena banjir di Karawang terjadi tiap tahun, Ade meminta kepada Pemkab Karawang, untuk bisa mengantisipasi datangnya banjir pada musim hujan tahun mendatang. "Carikan solusi yang tepat, agar banjir tidak terulang lagi. Kasihan masyarakat kalau setiap tahun harus merasakan banjir. Tentunya, secara materi dan psikologis pasti terganggu," pungkasnya. 

Keterangan foto: Banser dan anggota Pramuka membantu mengangkut karung berisi pasir untuk menahan air di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Syahid

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Saat ini tragedi kemanusiaan Rohingnya terus menjadi trending topic di media sosial. Ungkapan keprihatinan, simpati sampai dengan kutukan terus mengalir tak terbendung. Berbagai berita, foto dan video memenuhi medsos.

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos

Menurut Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu Fathurrahman, hal itu berdampak negatif bagi yang melihatnya.?

"Terlepas apakah yang tersaji itu fakta atau hoaks, konten kekerasan yang nyaris unsencored? ini secara psikologis sangat membahayakan kejiwaan seseorang, khususnya anak-anak. Bila terus dipertontonkan, maka otak akan merespon kekerasan sebagai hal biasa, dan boleh dilakukan.Naudzubillah," katanya, Ahad (3/9).

Pemberitaan yang masif dan hampir tanpa jeda, dalam waktu yang tidak lama akan memunculkan berbagai macam opini. Opini dan pandangan yang muncul jelas akan berbeda-beda tergantung dari sisi mana seseorang mencerna saat menerima informasi.

"Contoh sederhananya ada yang berpendapat konflik Rohingya adalah sentimen agama, sebab dipicu oleh kesewenang-wenangan pemeluk mayoritas terhadap yang minoritas," ujar Pria yang akrab disapa Mas Faun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pandangan ini memunculkan berbagai komentar miring, cenderung mengarah pada ujaran kebencian antar pemeluk dua agama ini.

"Alih-alih mencari solusi dan aksi nyata buat Muslim rohingnya, mereka makin sibuk tebar sumpah serapah dan meme negatif yang berpotensi memicu sentimen didalam negeri kita sendiri yang sejak dulu kala kita telah mewarisi rasa toleransi," lanjutnya seraya berharap isu ini tidak terbawa ke Indonesia dan dikonsumsi mentah-mentah sehingga mengancam kerukunan antarumat beragama.

Ada jug yang berpendapat bahwa tragedi Rohingya adalah konflik geopolitik yang melibatkan berbagai negara yang berkepentingan secara kapital atas potensi migas di kawasan yang dihuni oleh etnis Rohingya tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari berbagai informasi yang memenuhi jagat dunia maya saat ini, ia mengingatkan kepada siapa saja untuk tidak gegabah dan latah meyakini serta men-share berbagai informasi yang diterima.

"Mending mingkem, minongko ndadekno ayem, tinimbang semaur ananging ngawur," katanya mengambil pepatah bijak Jawa yang artinya lebih baik diam agar bisa menyejukkan daripada berbicara tetapi tidak terarah.

Pengendalian diri dan bersikap bijak dalam mengunggah dan berkomentar akan lebih maslahat dibandingkan sekadar share tanpa sumber yang memadai.

Ia mengajak semua pihak untuk mendukung negara maupun lembaga kemanusian manapun yang tulus hati membantu Muslim Rohingnya karena mereka lebih membutuhkan upaya diplomatik agar Myanmar menghentikan tragedi ini.

"Daripada sebar hoaks dan khutbah kebencian, lebih baik mulai dengan keikhlasan, salurkan dana melalui lembaga kemanusiaan yang kompeten serta dalam munajat kita kepada Allah SWT, menyertakan doa keselamatan kepada etnis Rohingya. Semoga lindungan dan pertolongan-Nya makin dekat pada Muslim Rohingnya. Lahumul Fatihah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock