Senin, 10 Juli 2017

Katib Aam PBNU: Islam Nusantara Tak Perlu Didefinisikan

Rembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengungkapkan bahwa Islam Nusantara merupakan strategi sosial atau yang dikenal sebagai strategi komunikasi. Definisinya tidaklah penting karena Islam Nusantara itu sendiri merupakan jargon atau istilah saja.

"Gagasan Islam Nusantara itu merupakan strategi sosial atau yang kita sebut sebagai strategi komunikasi. Ini hanya jargon atau istilah saja. Dengan demikian kaitannya definisi itu tidak mutlak diperlukan," ujarnya pada Stadium General (kuliah umum) di STAI Al-Anwar Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (2/9).

Katib Aam PBNU: Islam Nusantara Tak Perlu Didefinisikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam PBNU: Islam Nusantara Tak Perlu Didefinisikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam PBNU: Islam Nusantara Tak Perlu Didefinisikan

Kiai yang akrab disapa Gus Yahya ini menambahkan, bahwa orang boleh membuat definisi semaunya tentang Islam Nusantara. Boleh memaknai sendiri-sendiri, boleh setuju dan boleh tidak setuju. Pentingnya Islam Nusantara ini adalah ketika banyak orang merasa cocok di hatinya.

"Dan sekarang terbukti begitu banyak orang yang merasa cocok tentang Islam Nusantara dari pada yang tidak cocok. Lalu apa artinya Islam Nusantara, terserah yang memaknai," terangnya saat menjawab pertanyaan dari salah satu mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang terkait pengertian Islam Nusantara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Gus Yahya juga menceritakan ketika pelaksanaan Muktamar di Jombang, Jawa Timur tahun 2015 lalu. Saat itu KH Mustofa Bisri (Gus Mus) sebagai Pelaksana Rais Aam PBNU menyiapkan khutbah iftitah. Kemudian Gus Mus menyodorkan naskah tersebut kepada Gus Yahya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Gus Mus ketika itu menyodorkan naskah yang akan dibaca ketika muktamar di Jombang. Setelah saya baca di situ ada bagian yang menerangkan tentang Islam Nusantara. Maka saya matur kalau penjelasan tentang Islam Nusantara ini tidak usah saja," tuturnya sambil tertawa ringan di hadapan 217 mahasiswa baru STAI Al-Anwar Sarang tersebut.

Dalam pelaksanaan Stadium General kali ini, pihak STAI Al-Anwar Sarang mengambil tema "Islam Nusantara, Kearifan Lokal dan Modernitas dalam Mengembangkan Keilmuan Klasik". Dalam kesempatan tersbut turut hadir pula Ketua STAI Al-Anwar Sarang KH Abdul Ghofur Maimoen yang juga menjabat sebagai Wakil Katib Aam PBNU. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Khutbah, Ulama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Katib Aam PBNU: Islam Nusantara Tak Perlu Didefinisikan di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock