Senin, 22 April 2013

Buku SD Sebut Yerusalam Ibukota Israel, PBNU: Harus Diambil Langkah Tegas

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) H Z Arifin Junaidi meminta Penerbit Yudhistira yang menerbitkan buku Sekolah Dasar (SD) pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel, bukan Palestina untuk segera menarik kembali buku yang sudah beredar di masyarakat.   

“Saya minta semuanya (buku IPS terbutan Yudhistira yang sebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel) ditarik semua dan diperbaiki,” kata H Arifin kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Selasa (12/12).

Menurut dia, apa yang tertera dalam buku tersebut bertentangan dengan politik luar negeri Indonesia. Sejak dulu Indonesia tegas menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi ini, termasuk penjajahan dan pendudukan Israel atas Palestina. 

Buku SD Sebut Yerusalam Ibukota Israel, PBNU: Harus Diambil Langkah Tegas (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku SD Sebut Yerusalam Ibukota Israel, PBNU: Harus Diambil Langkah Tegas (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku SD Sebut Yerusalam Ibukota Israel, PBNU: Harus Diambil Langkah Tegas

H Arifin meminta pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah tegas terkait dengan kecerobohan fatal yang dilakukan Penerbit Yudhistira. Bahkan, kalau perlu dijatuhi sanksi agar tidak terulang kembali. 

“Pemerintah harus mengambil langkah tegas,” tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dia juga menyesalkan kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang meloloskan buku tersebut sehingga beredar bebas di masyarakat. Kemendikbud seharusnya lebih teliti dalam hal-hal yang bersifat sensitif seperti ini.

“Ada bagian sendiri di Kemendikbud yang mengurusi buku sekolah. Bagaimana bisa itu diloloskan,” ucapnya. 

Buku pelajaran sekolah, lanjutnya, harus ditulis orang yang benar-benar kompeten di bidangnya. Banyak kesalahan dan ketidak akuratan data di buku sekolah karena disebabkan penulisnya yang tidak kompeten dan mengambil data dari internet yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Kesalahan juga karena penulisan buku banyak yang diproyekkan,” tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kami akan mengirim surat kepada pemerintah agar buku tersebut segera ditarik,” tukasnya. 

Di dunia maya, buku pelajaran IPS Kelas 6 SD yang diterbitkan oleh penerbit PT Yudhistira menjadi viral karena menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Buku SD Sebut Yerusalam Ibukota Israel, PBNU: Harus Diambil Langkah Tegas di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock