Probolinggo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur memiliki cara tersendiri untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Salah satunya dengan melakukan kegiatan sapa masjid dari ranting ke ranting setiap malam Rabu se-Kecamatan Gending.
| Sapa Masjid, Cara NU Gending Dekatkan Diri dengan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online) |
Sapa Masjid, Cara NU Gending Dekatkan Diri dengan Masyarakat
Selasa (14/2) malam, kegiatan sapa masjid ini dilaksanakan di aula Kantor MWCNU Kecamatan Gending. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pengurus ranting ini diisi dengan sholawatan untuk Baginda Rasulullah Muhammad SAW bersama jam’iyah hadrah pimpinan Ketua LPNU MWC Gending Agus Basuki Wibowo.?Selanjutnya dilakukan diskusi dan dialog tentang masalah ke-NU-an bersama Wakil Ketua PCNU Kota Kraksaan KH Mustofa, wawasan kebangsaan oleh Danramil Gending dan kamtibmas bersama Kapolsek Gending. Serta Camat Gending Muhammad Ridwan yang juga Mustasyar MWCNU Gending.
“Kegiatan menyapa masjid adalah sebuah kemasan acara, kolaborasi antara LTM NU, LBM, dan LDNU MWC Gending. Dimana masing-masing lembaga tersebut menjalankan tupoksinya sehingga kegiatan ini bisa berjalan sesuai dengan harapan,” kata Ketua MWCNU Gending Misnaji.
Menurut Misnaji, kegiatan menyapa masjid ini dibagi menjadi dua. Yakni, menyapa masjid yang kegiatannya dilaksanakan setiap malam Rabu dari masjid ke masjid di wilayah Kecamatan Gending dengan diisi pembacaan kitab Fathul Qorib dilanjutkan tanya jawab.?
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
“Menyapa masjid yang dilaksanakan setiap putaran kelima di Kantor MWCNU Gending dengan agenda acara pencerahan ummat dengan membahas masalah terkini yang berkembang di masyarakat bersama narasumber yang kompeten di bidangnya,” jelasnya.Selain itu, menyapa masjid yang dilaksanakan setiap malam Jum’at manis di Pendopo Kecamatan Gending dilakukan dalam rangka istighotsah bersama warga masyarakat dan bergilir ke tiap-tiap pendopo desa se Kecamatan Gending.
“Semua kegiatan tersebut berawal dari pemberdayaan jama’ah masjid, sehingga walaupun tidak bertempat di masjid tetapi kami sebut sebagai kegiatan menyapa masjid,” terangnya.
Melalui kegiatan ini Misnaji mengharapkan agar roda organisasi berjalan baik di tingkat MWC maupun Ranting hingga badan otonom (banom) dan kelembagaan. Soliditas kepengurusan di NU bisa diukur dari adanya sinergi kerjasama antar organisasi NU, bukan berjalan sendiri sendiri.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
“Serta terciptanya warga NU yang berwawasan kebangsaan, religius, intelektual dan berakhlaqul karimah ala Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” harapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kyai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

EmoticonEmoticon